achievement motivation

Pentingnya Achievement Motivation untuk Memacu Kinerja Karyawan

Salah satu aspek kualitas sumber daya manusia yang sering kali diabaikan tetapi memiliki dampak signifikan terhadap keberhasilan suatu perusahaan adalah achievement motivation atau motivasi pencapaian. 

Motivasi pencapaian mengacu pada dorongan batin seseorang untuk mencapai kesuksesan, melampaui standar yang telah ditetapkan, dan berupaya sebaik mungkin dalam setiap tugas yang dihadapinya. 

Bagi karyawan, memiliki tingkat motivasi pencapaian yang tinggi dapat memacu kinerja mereka menjadi lebih optimal, inovatif, dan produktif. 

Memahami dan meningkatkan motivasi pencapaian karyawan merupakan hal yang krusial bagi setiap perusahaan yang menginginkan pertumbuhan yang berkelanjutan dan bersaing di pasar global. 

Artikel LinovHR ini akan menjelaskan mengapa motivasi pencapaian sangat penting dan bagaimana dampaknya terhadap kinerja karyawan.

 

 

Arti Achievement Motivation

Achievement motivation atau motivasi pencapaian merujuk pada hasrat dan dorongan batin seseorang untuk mencapai keberhasilan dan mengukur pencapaiannya berdasarkan standar tertentu.

Ini adalah alasan mengapa seseorang berusaha keras, menentukan tujuan, dan mengambil tindakan untuk mencapai suatu hal.

Konsep ini mengakui bahwa ada keinginan inheren dalam diri individu untuk unggul, untuk melampaui ekspektasi, dan untuk mencapai kepuasan dari pencapaian dan kesuksesan itu sendiri.

Karyawan dengan motivasi pencapaian yang tinggi cenderung mencari posisi di mana mereka dapat menampilkan performa terbaik mereka dan merasakan keberhasilan.

Hal ini sekaligus mengurangi potensi kegagalan, meningkatkan rasa kompetensi, dan memotivasi mereka untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar.

 

Pentingnya HR Memahami Achievement Motivation

jenis achievement motivation
Achievement Motivation

 

Dalam dunia kerja yang dinamis, peran HR bukan hanya sebatas pada rekrutmen atau manajemen karyawan, tetapi juga memahami apa yang mendorong karyawan untuk memberikan performa terbaiknya. 

Salah satu faktor penting dalam hal ini adalah achievement motivation. Dengan memahami konsep ini, HR dapat lebih efektif dalam menyeleksi, melatih, dan memotivasi karyawan. 

Karyawan yang memiliki motivasi pencapaian yang tinggi memiliki potensi untuk lebih berdedikasi, inovatif, dan produktif. 

HR yang memahami hal ini dapat menciptakan lingkungan kerja yang mendukung, memberikan pelatihan yang tepat, serta memberikan apresiasi dan pengakuan yang memotivasi karyawan untuk terus meningkatkan kinerjanya.

Oleh karena itu, pemahaman mendalam HR mengenai motivasi pencapaian bukan hanya membantu pertumbuhan individu karyawan tetapi juga mengoptimalkan kontribusi mereka bagi kesuksesan perusahaan.

 

Baca Juga: Seperti Apa Penerapan Motivation in Management di Perusahaan?

 

Jenis-Jenis Achievement Motivation

Motivasi pencapaian, yang sering disebut sebagai pendorong utama di balik tindakan seseorang, memiliki berbagai jenis yang mendasarinya. 

Setiap jenis memiliki karakteristik tersendiri dan memengaruhi bagaimana seseorang merespons tantangan, menetapkan tujuan, dan bekerja menuju pencapaian tersebut. 

Berikut ini adalah jenis-jenis dari motivasi pencapaian:

 

1. Motivasi Ekstrinsik (Extrinsic Motivation)

Motivasi ekstrinsik adalah kepuasan eksternal yang menyelesaikan tugas. Hal ini dapat berupa imbalan atau kompensasi seperti uang atau pengakuan.

Sebagai contoh, karyawan dapat menemukan motivasi ekstrinsik dalam peningkatan karier dan gaji. Motivasi ekstrinsik dapat membantu karyawan untuk menyelesaikan tugas dan menghindari konsekuensi seperti peluang yang terbuang, kerugian finansial atau masalah disiplin kerja.

 

2. Motivasi Intrinsik (Intrinsic Motivation)

Motivasi intrinsik terjadi ketika karyawan menemukan inspirasi internal untuk menyelesaikan sebuah proyek. Jika karyawan menganggap suatu tugas sebagai sesuatu yang bermanfaat secara pribadi, biasanya karyawan akan lebih cenderung menyelesaikannya karena Anda menikmati prosesnya.

Meskipun mereka mungkin tidak selalu mendapatkan hasil yang nyata atau terukur, mereka tetap merasa puas secara pribadi dan percaya bahwa upaya tersebut bermanfaat.

 

3. Motivasi Insentif (Incentive Motivation)

Jenis motivasi ini didorong oleh insentif atau hadiah. Seseorang akan berusaha keras untuk mencapai tujuan tertentu karena ada insentif yang menarik di akhir pencapaian tersebut.

Hal negatif dari ini adalah sering kali karyawan menjadi kurang fokus pada prosesnya dan lebih fokus pada insentif yang akan didapatkan.

 

4. Motivasi Afiliasi (Affiliation Motivation)

Ini berkaitan dengan keinginan seseorang untuk menjadi bagian dari kelompok atau organisasi. 

Mereka termotivasi untuk bertindak demi mendapatkan penerimaan sosial atau untuk memperkuat hubungan interpersonal mereka.

Seseorang akan mendapatkan motivasi sosial walaupun mereka tidak mendapatkan imbalan finansial atas tugas yang dilakukan. Sebagai contoh seorang karyawan mungkin akan termotivasi dari rekan kerja dan manajer yang bekerja untuk mencapai tujuan bersama tanpa insentif atau kompensasi apa pun.

 

5. Motivasi Harapan (Expectancy Motivation)

Individu bertindak berdasarkan harapan atau keyakinan bahwa upaya tertentu akan menghasilkan hasil yang diinginkan. Ini terkait erat dengan harapan seseorang tentang hasil dari tindakannya.

Individu yang mendapatkan motivasi dari hasil yang diharapkan fokus pada aktivitas dengan kepastian tinggi akan hasil yang positif.

 

6. Motivasi Kompetensi (Competence Motivation)

Ini adalah dorongan untuk menjadi kompeten dan mampu dalam suatu aktivitas atau tugas. 

Individu dengan motivasi jenis ini selalu berusaha meningkatkan keterampilan dan kemampuan mereka untuk mencapai penguasaan.

Memahami berbagai jenis motivasi pencapaian ini sangat penting, terutama bagi pemimpin dan manajer, untuk memastikan bahwa karyawan merasa termotivasi dan berkomitmen dalam pekerjaannya.

 

Baca Juga: Pengukuran Kinerja: Pengertian, Tujuan, Manfaat, Jenis, Proses

 

Cara Penerapannya di Lingkungan Kerja

achievement motivation adalah
Implementasi Achievement Motivation

 

Dalam memaksimalkan produktivitas dan kualitas kerja, penting bagi perusahaan untuk menerapkan prinsip-prinsip dari motivasi pencapaian. 

Berikut adalah cara penerapannya di lingkungan kerja:

 

1. Menetapkan Tujuan (Set Goals)

Memulai suatu proyek atau tugas dengan menetapkan tujuan yang jelas dan spesifik. Tujuan ini harus realistis, namun juga menantang, agar karyawan merasa terdorong untuk mencapainya. 

Metode SMART (Specific, Measurable, Attainable, Relevant, Time Bound) bisa menjadi acuan dalam penentuan tujuan ini.

 

2. Menerima Masukan dan Melakukan Perbaikan (Receive Feedback and Improve)

Memberikan ruang bagi karyawan untuk melakukan feedback atau masukan mengenai pekerjaannya. 

Hal ini tidak hanya membantu mereka memahami area mana yang perlu ditingkatkan, tetapi juga memberi kesempatan untuk terus belajar dan berkembang.

 

3. Mencari Proyek Baru (Find New Projects)

Cobalah untuk memberikan kesempatan kepada karyawan untuk terlibat dalam proyek-proyek baru atau tugas-tugas yang berbeda. 

Ini dapat memicu semangat dan rasa ingin tahu mereka, serta memberi mereka kesempatan untuk menunjukkan keterampilan dan kompetensi lain yang mungkin belum terlihat sebelumnya.

 

4. Mulailah Hari dengan Rencana

Mendorong karyawan untuk selalu merencanakan tugas dan kegiatan mereka. 

Dengan memiliki rencana, mereka akan memiliki panduan yang jelas tentang apa yang perlu dilakukan, prioritas apa yang harus diutamakan, dan bagaimana mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Penerapan metode-metode ini tidak hanya akan meningkatkan motivasi pencapaian karyawan, tetapi juga akan menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif dan harmonis.

 

Ukur Karyawan Berkinerja Tinggi dengan Performance Appraisal System LinovHR

Fitur Individual Performance Appraisal - LinovHR
Fitur Individual Performance – LinovHR

 

Memiliki motivasi yang tinggi dalam bekerja mendorong karyawan untuk memberikan hasil dan upaya terbaiknya di setiap tugas yang diberikan. Di sinilah penting bagi perusahaan untuk melakukan monitoring dan penilaian terhadap motivasi karyawan.

Mengetahui seperti apa motivasi karyawan akan membantu perusahaan dalam menyusun strategi pemberian penghargaan maupun pengembangan lebih lanjut.

Di sini, kehadiran Performance Appraisal System LinovHR dapat sangat membantu perusahaan menjalankan proses itu.

Performance Appraisal System LinovHR dilengkapi dengan berbagai fitur yang  memungkinkan perusahaan untuk melakukan monitoring pencapaian karyawan serta apa saja proyek yang dapat mereka selesaikan.

Nantinya, segala tugas dan kontribusi karyawan dapat secara otomatis dinilai dengan sistem dan perusahaan bisa mendapatkan hasil yang detail mengenai performa karyawan.

Tersedia juga fitur Feedback yang memungkinkan karyawan memberikan masukan kepada perusahaan atau juga manajemen serta sebaliknya. Dengan begini, motivasi karyawan dapat dilacak dengan mudah.

Karyawan yang memiliki kinerja tinggi dan sedang menurun pun dapat diidentifikasi dengan mudah.

 

performance review

 

Dalam memaksimalkan potensi karyawan, pemahaman mendalam mengenai motivasi pencapaian dan jenis-jenisnya menjadi sangat penting bagi perusahaan. 

Dengan menerapkan prinsip-prinsip motivasi pencapaian di lingkungan kerja, seperti menetapkan tujuan dan merencanakan tugas, karyawan dapat bekerja dengan lebih efektif dan produktif. 

Bantuan teknologi modern seperti Performance Appraisal System dari LinovHR, perusahaan dapat mengukur kinerja karyawan dengan lebih akurat.

Daftarkan perusahaan Anda untuk demo gratis LinovHR sekarang juga!