sistem manajemen kinerja

Sistem Manajemen Kinerja untuk Pengelolaan Performa Karyawan

Manajer dan HRD adalah pihak yang sering berurusan dengan performa atau kinerja karyawan. Oleh karenanya HRD dan setiap jajaran manajer harus memahami apa itu sistem manajemen kinerja. Secara umum, sistem manajemen kinerja adalah sebuah pendekatan pengelolaan kinerja karyawan untuk menciptakan kesepakatan dan pemahaman yang selaras antara karyawan dan perusahaan mengenai apa-apa saja yang diharapkan dari kinerja karyawan. 

Sistem manajemen kinerja mempunyai beberapa parameter khusus yang dapat digunakan untuk membandingkan kinerja terkini terhadap target yang harus dicapai. Kemudian berdasarkan hasil tersebut akan diketahui bagaimana cara untuk meningkatkan performa atau sejauh apa kinerja berprogress. 

 

Seberapa Penting Pengelolaan Karyawan?

Karyawan adalah aset berharga perusahaan. Tidak peduli seberapa besar skala perusahaan, tanpa karyawan perusahaan tak mampu untuk menjalankan operasional dengan stabil. Itulah sebabnya perusahaan melalui HRD selalu berupaya untuk menjaga relasi yang baik agar suasana kerja menjadi menyenangkan. Tak hanya itu, performa atau kinerja karyawan pun perlu dikelola dengan baik. Pengelolaan karyawan yang baik akan menghasilkan karyawan unggulan yang dapat membantu perusahaan dalam mencapai tujuan. 

Kinerja karyawan cenderung fluktuatif atau naik turun. Ada beberapa hal yang mempengaruhi performa karyawan, yaitu stress akibat tekanan kerja, ketidakharmonisan lingkungan kerja,  kurangnya keterampilan dan kemampuan, dan lain-lain. Semua itu harus dideteksi dan diatasi dengan baik agar karyawan dapat kembali bekerja secara optimal. 

HRD akan menyusun cara untuk menyelesaikan masalah dalam kinerja atau performa karyawan. Misalnya, terdapat karyawan yang sudah lama bekerja di perusahaan tetapi tiba suatu hari ia merasa kesulitan dalam mengerjakan tugasnya. Ternyata, tugas tersebut memerlukan keterampilan baru dan karyawan tersebut belum menguasai sepenuhnya. HRD akan menganalisis apakah hal tersebut juga terjadi kepada karyawan lain dalam divisi yang sama. Jika memang demikian, HRD dan manajerial akan menyusun program pelatihan dan pengembangan guna memperbaiki performa karyawan. 

 

Hambatan Pengelolaan Karyawan yang dapat Diatasi Sistem Manajemen Kinerja

Jumlah karyawan yang sangat banyak menjadi tantangan tersendiri bagi HRD. Apalagi jumlah HRD yang terbatas jika dibandingkan dengan total karyawan yang ada. Sulit bagi HRD untuk memantau semua kinerja karyawan yang ada dalam perusahaan secara keseluruhan. Untuk itulah HRD menggunakan sistem manajemen kinerja agar semua performa dan output kerja karyawan dapat terlacak secara sistematis. Adapun hambatan umum dalam pengelolaan karyawan yang dapat diatasi oleh sistem manajemen kinerja adalah: 

 

Kurangnya Pengukuran

Hambatan yang umum terjadi di berbagai tingkat perusahaan adalah kurangnya skala pengukuran atau parameter. Pengukuran berdasarkan parameter dimaksudkan untuk mengetahui seberapa jauh dan kualitas kinerja karyawan. Jika penentuan parameter di awal saja sudah bias, bagaimana penilaian bisa dilakukan dengan maksimal? Untungnya, sistem manajemen kinerja dapat membantu HRD menentukan parameter penilaian dengan sistematis, dimana parameter tersebut dapat dibandingkan dengan tujuan perusahaan dan kinerja karyawan secara langsung melalui Goals and KPIs.

 

Komitmen Kepemimpinan dan Manajemen

Kepemimpinan seorang manajer berdampak besar pada pengintegrasian dan penyelarasan performa dalam sistem manajemen kinerja yang komprehensif. Komitmen dan pemahaman kepemimpinan adalah persyaratan utama bagi manajer untuk mencapai performa yang mencapai keberhasilan kinerja. 

Agar manajer memahami bagaimana cara meningkatkan kinerja dalam mengelola manusia, majaer bisa meminta feedback dari karyawan. Namun, seringkali karyawan merasa sungkan untuk memberikan masukan kepada atasannya sehingga proses feedback tak berjalan optimal. Sistem manajemen kinerja dapat mengatasi hal tersebut dengan menyediakan fitur feedback, dimana karyawan dapat memberikan feedback kepada manajer secara lugas tanpa rasa sungkan dan tersimpan dalam sistem. . 

 

Baca Juga: Self Evaluation Secara Mandiri untuk Kinerja Karyawan

 

Perencanaan yang Tak Matang

Kurang matangnya sebuah perencanaan berasal dari data dan informasi yang digunakan untuk perencanaan kurang sesuai Sehingga implementasi rencana tak sesuai dengan fakta atau kejadian di lapangan. Sistem manajemen kinerja mempunyai fitur result, yang mana fitur tersebut dapat menampilkan data dan informasi akurat mengenai performa karyawan individu atau tim secara keseluruhan.

 

Penilaian yang Tak Seimbang

Penilaian kinerja bertujuan agar setiap pihak dalam perusahaan dapat mengetahui kinerjanya saat ini dan memahami bagaimana cara untuk memperbaiki kinerja. Akan tetapi, bagaimana jika karyawan menerima penilaian yang tak seimbang dan hanya menerima penilaian dari satu pihak? Hal ini justru akan menghambat karyawan untuk meningkatkan kinerja dikarenakan kurangnya insight  dari berbagai pihak. 

Nah, fitur feedback dapat menjadi solusi penilaian yang tak seimbang. Tak hanya memfasilitasi antar karyawan dan manajer, feedback juga memfasilitasi karyawan dengan karyawan lain dalam satu divisi maupun antar divisi sehingga karyawan mendapatkan penilaian yang seutuhnya. Sistem juga menjamin anonimitas penilai sehingga tidak perlu lagi merasa sungkan untuk menilai kinerja sesama rekan sejujur mungkin.

 

Baca Juga: Feedback Pasca Performance Review Kepada Karyawan

 

Apresiasi Kinerja Tak Tepat Sasaran

Perusahaan memberikan apresiasi kinerja berupa bonus dan lainnya sebagai bentuk penghargaan untuk karyawan berprestasi serta motivasi untuk karyawan yang belum memiliki prestasi kerja. Sayangnya, apresiasi perusahaan tak selalu berjalan tepat sasaran akibat penilaian performa yang tak akurat. Akibatnya, hal ini akan memicu konflik antar karyawan yang menilai bahwa perusahaan tidak kredibel dalam mengelola karyawan. 

Sistem manajemen kinerja mempunyai fitur performance review yang dapat menilai performa karyawan menyeluruh sehingga dapat diketahui dengan tepat dan akurat bagaimana performa masing-masing karyawan. Jadi, apresiasi kinerja pun menjadi tepat sasaran. 

 

Sistem Manajemen Kinerja: Kelola Performa Karyawan Lebih Efektif

Pengelolaan karyawan adalah kunci utama bagi perusahaan untuk mengoptimalkan kinerjanya. Sebab, karyawan berhubungan langsung dengan operasional dan output perusahaan. Sudah semestinya perusahaan harus mengelola karyawannya lebih efektif. Sistem manajemen kinerja dari LinovHR adalah solusi tepat bagi perusahaan yang ingin meningkatkan kualitas pengelolaan performa karyawan. Didukung pengalaman dalam membantu berbagai client, LinovHR mampu membantu perusahaan mengelola karyawan sebagai kunci utama dalam operasional. Segera hubungi LinovHR untuk keterangan lebih lanjut melalui tautan berikut ini -> linovhr.com/contact-form/