Surat Sakit Online

Surat Sakit Online untuk Izin Kerja, Apakah Sah?

Belakangan ini, surat sakit online untuk izin kerja banyak digunakan karyawan.

Surat ini sendiri memang nampak seperti surat keterangan dokter pada umumnya, dalam surat tersebut Anda bisa melihat nama dokter yang memberi diagnosis lengkap dengan nomor keterangan praktik.

Namun, apakah penggunaan surat tersebut untuk keperluan izin kerja dianggap sah? Untuk mengetahui lebih jauh, mari simak artikel LinovHR berikut ini!

 

Apakah Surat Sakit Online Sah?

Surat sakit adalah salah satu surat yang dikeluarkan dokter untuk menerangkan kondisi kesehatan seseorang.

Biasanya dalam surat itu akan diterangkan bahwa orang tersebut membutuhkan istirahat selama kurun waktu tertentu untuk mengembalikan kondisi kesehatannya.

Pemberian surat ini pun tidak sembarangan. Di dalam dunia kedokteran, pemberian surat keterangan sakit sudah diatur dalam Kodeki Pasal 7.

Di dalam pasal tersebut dikatakan bahwa seorang dokter wajib hanya memberikan surat keterangan dan pendapat yang telah diperiksa sendiri kebenarannya.

Jadi, jika ditanyakan apakah surat sakit online apakah sah dan apakah surat sakit online resmi? Banyak dokter yang meragukan tingkat keabsahannya dan keresmiannya.

Memang saat ini untuk melakukan pengecekan kesehatan sudah bisa dilakukan secara daring memanfaatkan berbagai layanan telemedicine. Namun, layanan tersebut tidak bisa memberikan surat keterangan sakit.

Apalagi biasanya konsultasi yang dilakukan di layanan telemedicine terbilang sederhana, seperti melalui kuesioner.

 

Baca Juga: Sikap yang Harus Diambil HR Jika Karyawan Sering Sakit

 

Surat Sakit Body
Karyawan Sakit yang Membutuhkan Pemeriksaan Dokter

 

Penerbitan dan pemberian surat sakit sendiri dilakukan dokter setelah melihat kondisi pasien apakah memungkinkan baginya untuk beraktivitas atau bekerja dan memerlukan istirahat total untuk mempercepat pemulihan.

Sebelum memberikan surat tersebut, dokter akan melakukan analisis dan identifikasi melalui tanya jawab dan pemeriksaan terhadap keluhan.

Dari sini, dokter akan melakukan diagnosis sakit apa yang dialami oleh pasien. Bila diperlukan, dokter pun akan menyarankan pemeriksaan lanjutan laboratorium atau rontgen yang dimaksudkan untuk menunjang diagnosis.

Melihat hal ini, tentu surat sakit online tidak sah karena tidak ada pemeriksaan fisik secara langsung.

Pemberian surat sakit online dapat disalahgunakan dan dokter yang menerbitkan surat tersebut bisa mendapatkan sanksi dari IDI dan kementerian kesehatan.

 

Bolehkah Menggunakan Surat Sakit Online untuk Izin Kerja?

Surat sakit online kerap digunakan oleh para karyawan untuk mengajukan izin kerja. Namun, apakah boleh melakukannya?

Dengan melihat kekuatan dan keabsahan dari surat sakit yang dikeluarkan secara online, HR dapat menolak pengajuan izin sakit yang dilakukan karyawan dan menganggapnya sebagai no work no pay.

Bahkan, bila mengetahui ada karyawan yang kedapatan menggunakan surat sakit online, maka HR bisa melakukan teguran atas tindakan indisipliner yang karyawan lakukan.

 

Baca Juga: HR Wajib Waspada, Ini Contoh Surat Keterangan Dokter Palsu

 

Kelola Izin Sakit Lebih Mudah dengan Aplikasi Absensi LinovHR

Cara Mengajukan Cuti ESS

 

Surat sakit online kerap digunakan oleh karyawan untuk mengajukan izin sakit yang sebenarnya tidak mereka alami. Tentu ini adalah salah satu bentuk kecurangan dan tindakan yang tidak disiplin yang harus diatasi oleh perusahaan.

Memaklumi hal ini hanya akan menurunkan moral perusahaan dan dalam jangka panjang perilaku ini akan membuat perusahaan berjalan tidak produktif. Sayangnya, cara manual dalam pengelolaan dan pengajuan izin tidak dapat mengatasi masalah ini.

Oleh karena itu, perusahaan perlu mengimplementasikan sistem yang mampu menyederhanakan proses pengajuan izin serta mendeteksi berbagai kecurangan yang mungkin dilakukan oleh karyawan dalam pengajuan izin. Semua itu bisa Anda temukan dengan menggunakan Aplikasi Absensi LinovHR.

 

Aplikasi Absensi LinovHR sudah dilengkapi dengan menu khusus yang memungkinkan karyawan Anda mengajukan izin secara mandiri melalui smartphone mereka, yaitu fitur Request.

Di dalam fitur Request ini, karyawan dapat mengajukan cuti, lembur, perjalanan dinas, termasuk juga izin sakit.

Proses pengajuan izin sakit dengan Aplikasi Absen LinovHR pun mudah, karyawan hanya perlu menginput data pengajuan izin, mulai dari alasan izin, lalu durasi izin tersebut, terakhir karyawan pun bisa mengunggah bukti surat sakit yang sah dari dokter.

Nantinya, setelah karyawan mengajukan izin, HR yang bertindak sebagai admin dapat melakukan approval secara langsung dan notifikasi persetujuan pun akan masuk ke aplikasi karyawan.

Pengajuan izin pun akan secara otomatis tercatat dalam sistem absensi perusahaan.

Jika HR mendapati karyawan mengunggah surat sakit palsu, maka HR bisa menolak pengajuan izin dan memasukkan data kecurangan tersebut dalam fitur Fraud Report yang ada di Time Management LinovHR.

Dengan aplikasi absensi LinovHR, pengelolaan izin karyawan menjadi lebih mudah dan efektif.

 

Anda dapat mengajukan demo gratis sekarang untuk tahu lebih banyak tentang kecanggihan Aplikasi Absensi LinovHR, ayo ajukan sekarang!