Work schedule

Mengenal 4/10 Work Schedule dan Implementasinya

Dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih fleksibel dan efisien, kini banyak perusahaan mulai mengadopsi 4/10 work schedule

Jadwal kerja ini menggantikan tradisi kerja lama yang sebelumnya bekerja lima sehari seminggu, yaitu hanya dengan empat hari kerja.

Bagaimana sistem 4/10 work schedule ini diterapkan dan apa saja manfaatnya bagi karyawan maupun perusahaan? Mari simak artikel LinovHR ini!

 

Apa Itu 4/10 Work Schedule 

4/10 work schedule adalah suatu sistem kerja di mana karyawan bekerja selama 10 jam setiap hari selama empat hari dalam satu siklus tujuh hari.

Dalam hal ini, karyawan memperoleh total sebanyak tiga hari libur setiap minggunya.

Sistem ini juga dikenal sebagai minggu kerja empat hari. Pasalnya, sistem jadwal ini mengalokasikan 40 jam kerja per minggu ke dalam empat hari kerja.

Dengan kata lain, jadwal 4/10 membuat karyawan untuk bekerja hanya empat hari dalam seminggu, berbeda dengan lima hari kerja pada jadwal konvensional.

 

Keuntungan 4/10 Work Schedule 

Ada beberapa keuntungan yang diperoleh karyawan maupun perusahaan dengan menerapkan sistem 4/10 work schedule daripada sistem jadwal kerja biasa. Simak penjelasannya di bawah.

 

Manfaat Bagi Karyawan

Penerapan 4 10 work schedule mendatangkan berbagai manfaat bagi karyawan. Terutama dari banyaknya waktu istirahat yang bisa mereka rasakan. Adapun beberapa manfaat jadwal kerja ini bagi karyawan antara lain:

 

1. Waktu Perjalanan Lebih Sedikit

4 10 work schedule memberikan keuntungan waktu perjalanan lebih sedikit bagi karyawan. 

Berbeda dengan jadwal jam 9-5 tradisional, karyawan hanya perlu melakukan perjalanan selama empat hari dalam seminggu daripada lima. 

Dengan shift yang lebih panjang, mereka dapat menghindari jam sibuk, menghemat waktu perjalanan, dan mengurangi emisi kendaraan, memberikan manfaat positif bagi lingkungan.

 

2. Peningkatan Produktivitas dan Relaksasi

Manfaat lainnya, yaitu adanya peningkatan produktivitas dan relaksasi.

Dengan memberikan tiga hari libur berturut-turut setiap minggu, karyawan memiliki waktu untuk bersantai sepenuhnya.

Ketika kembali bekerja, mereka telah cukup istirahat dan siap untuk mengatasi tanggung jawab dengan produktivitas yang meningkat. 

 

3. Peningkatan Keseimbangan Kehidupan Kerja

Selanjutnya, yaitu adanya peningkatan keseimbangan kehidupan kerja.

Dengan tiga hari libur setiap minggu, karyawan memiliki cukup waktu untuk menghabiskan bersama keluarga, teman, atau menyelesaikan pekerjaan pribadi.

Mereka juga dapat merencanakan perjalanan singkat selama akhir pekan yang panjang. Hal ini akan memberikan peluang untuk melepaskan diri dari stres pekerjaan dan memberikan perhatian lebih pada hobi atau kepentingan pribadi.

 

Baca Juga: Begini Cara Kerja 9/80 Work Schedule

 

Manfaat Bagi Perusahaan

Tidak hanya karyawan yang akan merasakan manfaat dari jadwal kerja ini. Beberapa manfaat bagi perusahaan antara lain:

 

1. Tingkat Ketidakhadiran Rendah dan Efisiensi Waktu Istirahat

Manfaat pertama 4 10 work schedule bagi perusahaan adalah tingkat ketidakhadiran yang rendah dan penggunaan waktu istirahat berbayar yang lebih rendah.

Jadwal ini memberikan waktu istirahat yang memadai, sehingga dapat mengurangi kebutuhan untuk menggunakan cuti. 

Dengan 52 hari libur tambahan per tahun, karyawan dapat menyelesaikan tugas pribadi dan tanggung jawab lainnya. Membantu mengurangi beban pekerjaan pada hari-hari kerja.

 

2. Membantu dalam Mempekerjakan dan Meningkatkan Retensi

Kedua, sistem ini membantu dalam merekrut dan mempertahankan talenta terbaik. 

Dalam mencari kerja, karyawan cenderung mencari fleksibilitas dan keseimbangan kehidupan kerja atau work life balance.

Oleh karena itu, jadwal ini dapat meningkatkan daya tarik perusahaan bagi para profesional atau pencari kerja. 

Selain itu, tingkat retensi karyawan dapat meningkat karena lingkungan kerja yang fleksibel dan penawaran lebih banyak hari libur.

 

3. Pengurangan Biaya Operasional

Metode kerja ini dapat mengurangi biaya operasional. Hal ini bisa terjadi karena kantor akan tutup selama tiga hari di setiap minggunya.

Dengan begini, perusahaan pun dapat mengurangi biaya overhead, termasuk biaya listrik. 

Langkah ini terbukti berhasil, seperti yang dialami oleh Microsoft Jepang, yaitu berhasil menurunkan biaya operasional dengan penerapan jadwal empat hari kerja.

 

4. Peningkatan Akuntabilitas

Keempat, jadwal kerja 4/10 meningkatkan akuntabilitas karyawan untuk menyelesaikan tugas. 

Dengan fokus yang lebih besar dan jam kerja yang lebih panjang, karyawan dapat menyelesaikan lebih banyak pekerjaan dalam satu hari. 

Hal ini menciptakan motivasi yang tinggi untuk menyelesaikan tugas sebelum akhir pekan sehingga meningkatkan produktivitas dan mengurangi penundaan pekerjaan.

 

Variasi 4 10 Work Schedule

Jadwal kerja 4/10 saat ini telah berkembang dan memiliki beberapa variasi. Adanya variasi ini memberikan pilihan bagi Anda untuk dapat menyesuaikan kembali mana jadwal kerja yang paling relevan untuk diterapkan di perusahaan Anda.

Adapun beberapa variasi tersebut antara lain:

 

1. Flexible 4/10 Shift

Pertama, yaitu ada 4/10 yang fleksibel untuk memberikan karyawan keleluasaan dalam memilih hari libur dalam seminggu.

Misalnya, seperti Jumat, Senin, atau hari kerja lainnya. Selain itu, mereka dapat menyesuaikan waktu mulai dan berakhirnya hari kerja.

Contohnya, memulai pada jam 10 pagi dan mengakhiri pada jam 8 malam.

Meskipun total jam kerja dalam sehari tetap 10 jam, variasi ini memungkinkan adaptasi yang lebih besar terhadap preferensi dan kebutuhan individu.

 

2. 4/10 Shifts

Pilihan shift 4/10 cocok untuk bisnis yang memerlukan operasi konsisten dari Senin hingga Jumat. 

Dalam skenario ini, perusahaan dapat membagi sumber daya menjadi dua kelompok yang bekerja pada hari-hari yang berbeda untuk memastikan cakupan selama seminggu penuh. 

Misalnya, satu kelompok bekerja dari Senin hingga Kamis, sementara kelompok lain mengambil alih pada hari-hari libur kelompok pertama. 

Hal ini akan memberikan fleksibilitas pada perusahaan tanpa mengorbankan ketersediaan selama hari kerja normal.

 

3. Seasonal 4/10 Shifts

Selanjutnya, seasonal 4/10 shift, dianggap sangat sesuai untuk bisnis ritel atau industri lain yang menghadapi lonjakan aktivitas selama musim puncak. 

Perusahaan dapat mempekerjakan lebih banyak karyawan selama periode sibuk ini untuk menangani peningkatan beban kerja. 

Setelah itu, sumber daya tersebut dapat diberikan waktu istirahat tambahan atau merencanakan liburan selama bulan-bulan yang lebih tenang. 

Variasi ini memberikan solusi efektif untuk mengelola perubahan permintaan tanpa mengorbankan keseimbangan kerja.

 

Industri yang Cocok dengan 4 10 Work Schedule

Perlu dipahami bahwa metode jadwal kerja 4 10 mungkin tidak cocok Metode 4 10 work schedule cocok diterapkan bagi industri yang membutuhkan jam kerja panjang dalam beberapa hari. Beberapa industri yang cocok menerapkan sistem ini adalah:

 

1. Manufaktur

Industri manufaktur memerlukan ketersediaan tenaga kerja yang konsisten dan jam kerja yang lebih panjang untuk memproduksi barang. 

Oleh karena itu, penerapan 4/10 work schedule dapat membantu memastikan produktivitas yang stabil dengan memberikan waktu yang lebih lama setiap harinya.

Mereka juga dapat memanfaatkan shift musiman 4/10 untuk memenuhi permintaan selama musim puncak produksi.

 

2. Kesehatan

Sektor pelayanan kesehatan sangat sesuai dengan jadwal kerja 4/10 karena memberikan fleksibilitas bagi petugas layanan kesehatan. 

Dengan shift yang lebih panjang, mereka dapat memberikan layanan berkualitas kepada pasien mereka. Hal ini dilakukan sambil tetap memiliki waktu istirahat yang cukup setelah hari kerja yang sibuk.

3. Retail

Dalam industri ritel, di mana karyawan berinteraksi langsung dengan pelanggan, jadwal kerja 4/10 dapat diadopsi untuk menjawab tingginya permintaan pelanggan. 

Pemberi kerja dapat membagi tenaga kerja menjadi dua shift untuk memastikan ketersediaan selama jam-jam sibuk.

 

4. Layanan Makanan

Bisnis yang berhubungan dengan makanan seringkali dihadapkan pada permintaan pelanggan yang tinggi. Dengan ini, mereka dapat menerapkan 4 10 work schedule

Pemberi kerja dapat mempertahankan karyawannya saat ini sambil memberikan pelayanan lebih lama sekaligus juga mendapatkan lebih banyak pelanggan.

 

Bagaimana Implementasi 4 10 Work Schedule 

 

4/10 work schedule
Work Schedule

 

Jadwal kerja 4 10 memiliki implementasi yang sedikit berbeda dengan metode jadwal kerja pada umumnya. Ada beberapa hal yang Anda harus perhatikan dalam proses implementasi metode ini.

Untuk sukses mengimplementasikan 4/10 work schedule, ada berikut adalah beberapa caranya:

 

1. Berkomunikasi dan Ambil Umpan Balik

Langkah awal adalah berkomunikasi dengan karyawan, pemangku kepentingan, dan mitra bisnis.

Hal ini bertujuan untuk mendapatkan umpan balik tentang rencana penerapan sistem 4/10 work schedule

Proses ini akan membantu untuk mengidentifikasi apakah sistem ini bisa untuk diterapkan. Anda juga dapat menjelaskan manfaat yang mungkin diperoleh dalam menerapkan sistem ini

 

2. Buat Kebijakan Formal

Selanjutnya, buatlah kebijakan formal tertulis yang berisi pedoman terkait jadwal kerja, hari libur, kebijakan PTO.

Pembuatan kebijakan tertulis formal sangat penting untuk menghindari kesalahan yang mungkin dapat terjadi. 

 

3. Memanfaatkan Alat untuk Melacak Jam Kerja Karyawan

Berikutnya, manfaatkan penggunaan alat pelacakan jam kerja yang tepat.

Penggunaan alat pelacakan waktu yang tepat akan membantu melacak jam kerja karyawan dengan akurat. 

Hal ini tentunya mempermudahkan dalam melakukan pemantauan shift, pengelolaan hari libur, dan proses penggajian karyawan.

 

4. Lakukan Uji Coba Terlebih Dahulu

Setelah itu, lakukanlah uji coba terlebih dahulu sebelum menerapkan 4/10 work schedule.

Uji coba ini akan memberikan kesempatan untuk mengevaluasi kinerja dan dampaknya. Anda akan mengetahui apakah jadwal ini dapat dijalankan melalui proses ini.

Selain itu, uji coba ini juga memberikan panduan dalam menangani potensi masalah sebelum penerapan 4 10 work schedule secara menyeluruh di perusahaan.

 

5. Berikan Istirahat

Untuk menjaga produktivitas karyawan, lakukan perencanaan istirahat wajib setelah interval tertentu. 

Anda dapat memberikan aktivitas yang menenangkan atau permainan untuk membantu melepaskan tekanan mereka dari jam kerja yang panjang.

 

6. Menerapkan Kebijakan Open Door Policy

Menetapkan kebijakan pintu terbuka adalah langkah penting untuk mendorong komunikasi terbuka. 

Karyawan harus merasa nyaman menyampaikan masalah atau kekhawatiran terkait 4 10 work schedule.

Selain itu, manajemen juga harus bersedia untuk menyelesaikan masalah tersebut secara proaktif.

 

Permudah Karyawan Ketahui Jadwal Kerja dengan Aplikasi Absen LinovHR

Jadwal kerja menjadi bagian penting untuk menentukan efektivitas operasional bisnis perusahaan. Karena jadwal kerja berkaitan dengan pembagian manpower di tiap shift kerja.

Di setiap jadwal kerja ini sangat penting bagi karyawan untuk mengetahui seperti apa jadwal kerja mereka. Cara terbaik untuk karyawan mengetahui jadwal kerja mereka adalah dengan memanfaatkan aplikasi absen seperti Aplikasi Absen LinovHR.

Karyawan kini dapat mengetahui jadwal kerja mereka secara mudah melalui penggunaan Aplikasi Absen LinovHR.

 

Banner Proses Absensi ESS
Aplikasi Absen LinovHR dapat diakses di smartphone baik itu di Ios maupun Android. Dengan begini, karyawan bisa melihat dan mengakses jadwal kerja mereka lebih mudah.

Selain mampu melihat jadwal kerja, Aplikasi Absensi LinovHR juga memudahkan karyawan dalam melakukan absen, mengajukan cuti, izin, perubahan jadwal, melihat timesheet, dan berbagai keperluan lainnya yang berkaitan dengan manajemen kehadiran. 

Dengan ini, aplikasi Absen LinovHR memberikan kontribusi positif terhadap efisiensi operasional dan kepuasan karyawan di lingkungan kerja.

Ayo, segera ajukan demonya sekarang untuk Aplikasi Absen LinovHR dengan menghubungi kami sekarang juga!