umkm

UMKM: Pengertian, Contoh dan Cara Mendaftarkan Bantuan UMKM

UMKM bisa dikatakan sebagai salah satu kunci penggerak perekonomian Indonesia. Sebagai salah satu sektor penggerak perekonomian Indonesia, sektor ini juga mendapatkan bantuan terutama bagi pengusaha yang terdampak pandemi. Simak ulasan di bawah ini untuk info selengkapnya! . 

 

Pengertian UMKM

Apa itu UMKM? Kepanjangan UMKM adalah Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Mari simak pengertian umum dan pengertian menurut ahli di bawah ini. 

Pengertian UMKM Menurut Ahli

 

  • Kwartono: UMKM merupakan bentuk usaha yang memiliki nilai kekayaan bersih di bawah dari 200 juta rupiah. 
  • Inna Primiana: Inna mengambil sudut pandang sedikit berbeda. Di mana ia melihat UMKM sebagai aktivitas yang berhubungan dengan perekonomian, di mana kegiatan ekonomi tersebut terwujud dalam gerakan membangun Indonesia. Bidang usaha UMKM itu sendiri bisa terbagi menjadi agraris, manufaktur, agribisnis, sampai dengan peningkatan SDM. 
  • Rudjito: UMKM merupakan usaha kecil yang dapat dijadikan bantuan untuk meningkatkan tingkat ekonomi. Sebab UMKM dapat menjadi sarana untuk membuka lapangan kerja, sampai dengan menambah devisa negara lewat pajak yang dihasilkan oleh usaha tersebut. 

 

Jadi, bisa disimpulkan jika pengertian UMKM adalah sebuah usaha niaga yang dikelola oleh perorangan. Di mana badan usahanya memiliki lingkup kecil yang diistilahkan sebagai skala mikro. 

 

hris

 

Kriteria UMKM

UMKM kemudian memiliki kriterianya tersendiri. Apa saja kriteria untuk setiap jenis usaha mulai dari mikro sampai dengan menengah? 

      1. Kriteria Usaha Mikro

  • Kekayaan bersih yang dimiliki kurang dari 50 juta rupiah (di luar dari tanah dan bangunan yang dijadikan tempat usaha).
  • Hasil penjualan tahunan maksimal mencapai 300 juta rupiah.

 

     2. Kriteria Usaha Kecil

  • Kekayaan bersih lebih besar dari 50 juta rupiah dan maksimal 500 juta rupiah (di luar dari tanah dan bangunan yang dijadikan tempat usaha).
  • Hasil penjualan tahunan mencapai lebih dari 300 juta rupiah dengan maksimal penjualan sebesar 2,5 miliar rupiah

 

      3. Kriteria Usaha Menengah

  • Kekayaan bersih di atas 500 juta rupiah dengan maksimal kekayaan 10 milyar rupiah (di luar dari tanah dan bangunan yang dijadikan tempat usaha).
  • Hasil penjualan tahunan mencapai di atas 2,3 milyar rupiah sampai dengan paling banyak sebesar 50 milyar rupiah. 

 

Baca Juga: Bagaimana Cara Mengurus Surat Keterangan Usaha? 

 

Contoh UMKM

Banyak contoh UMKM yang mungkin sering Anda temui sehari-hari. Tetapi pada dasarnya dibagi menjadi tiga jenis utama. Berikut di antaranya:

 

  • Kuliner. Kegiatan usaha yang dijalankan adalah segala macam jenis makanan dan minuman. Saat pandemi, jenis usaha mikro kuliner banyak dijalankan dan mampu bertahan sampai saat ini. 

 

  • Produk Fashion. Selain pangan, usaha fashion adalah salah satu jenis usaha yang seringkali tergolong sebagai usaha kecil dan menengah. Sebab masih sedikit pelaku usaha fashion yang menggunakan sistem perniagaan tinggi. Sebagian besar skala usaha fashion tergolong ke dalam usaha menengah. 
  • Agribisnis. Usaha agribisnis berkaitan dengan produk yang berhubungan dengan pertanian. Misalnya saja bibit, pupuk, pestisida dan produk sejenisnya. Karena kemajuan usaha ini seringkali tidak menentu dengan modal yang kecil, maka agribisnis termasuk ke dalam contoh yang sering ditemui di Indonesia. 

 

 

 

Undang-Undang yang Mengatur UMKM

Bagi pelaku UMKM, tentunya menginginkan ketenangan dalam menjalankan usahanya. Pemerintah Indonesia sendiri memiliki regulasi yang mengatur. Dengan adanya regulasi UU, maka legalitas dan perjalanan bisnis tentu akan terlindungi. Undang-Undang yang ada berkaitan dengan UMKM adalah:

 

  • PP No.98 Thn 2014. Mengatur mengenai perizinan yang harus dimiliki oleh pengusaha 

 

  • PP No. 23 Thn 2018. UU ini mengatur mengenai kelonggaran pajak bagi pelaku usaha kecil dan menengah. Besaran pajak menggunakan dasar penghasilan yang didapatkan berdasarkan edaran bruto tertentu. 
  • Peraturan Menteri Perekonomian NO. 11 Thn 2017. Regulasi ini mengatur mengenai permodalan bagi pengusaha kecil dan menengah. Di  mana pihak bank dapat memberikan perluasan layanan bagi pengusaha yang memiliki produktivitas tinggi dan memiliki daya saing yang kuat. 
  • UU 20 Thn. 2008. UU ini mengetengahkan mengenai kemitraan pemerintah bersama pelaku bisnis. Sehingga pemerintah wajib untuk terus mengembangkan usaha kecil dan menengah dengan menjadi mitra untuk terus mengevaluasi dan memantau usaha yang berjalan. 

 

 

 

Bagaimana UMKM dapat Melakukan Ekspansi Global?

Dalam melakukan usaha, tentu pada titik tertentu pengusaha ingin agar usahanya bergerak lebih jauh. Bahkan bila memungkinkan melakukan ekspansi global. Bagaimana caranya? 

 

1. Mengikuti Event

Sebagai langkah awal, pelaku usaha kecil dan menengah bisa mengikuti event atau acara khusus para pebisnis kecil. Misalnya dengan mengikuti pameran-pameran yang tersedia di kota Anda. Mengikuti acara seperti ini memiliki potensi untuk memperluas pasar dan bahkan bisa jadi Anda menemukan rekan usaha baru. 

 

2. Melakukan Inovasi Pemasaran

Bisa jadi salah satu penyebab kesulitan melakukan ekspansi bukan diakibatkan oleh produk, namun karena cara pemasaran yang belum tepat. Teruslah berinovasi agar produk Anda dapat dikenal lebih luas. Cari pangsa pasar dan “kolam” yang sesuai untuk Anda jajaki. Kenali karakter konsumen Anda, kemudian sesuaikan cara pemasaran yang digunakan. 

 

Baca Juga: 8 Tips Agar Produk Tembus ke Pasar Internasional

 

3. Menambah Modal

Kendala utama bagi usaha kecil adalah modal. Agar bisa mendapatkan modal, Anda bisa mencoba untuk menemukan dan mencari investor bagi bisnis Anda. Pastikan usaha Anda memiliki portofolio, reputasi, daya saing dan kualitas yang baik. Semakin baik kinerja usaha Anda, semakin besar kemungkinan untuk mendapatkan investor. 

Selain mencari investor, ada cara lain untuk menambah modal. Salah satunya adalah mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Apabila permohonan Anda disetujui, maka Anda bisa terus mengembangkan usaha Anda. 

 

4. Meningkatkan Keahlian

Faktor utama bagi kemajuan sebuah usaha adalah kualitas sumber daya manusia di dalamnya. Anda harus terus meningkatkan kualitas karyawan Anda. Begitu juga dengan seluruh pihak yang terlibat. Mulai dari pemasok, produsen bahan mentah, dan seluruh pihak yang bekerjasama dengan Anda. 

 

Cara Daftar Bantuan UMKM

Ketika Anda sudah bersusah payah membangun usaha, ada kalanya situasi memaksa Anda untuk mencari bantuan. Terlebih lagi dengan kondisi pandemi yang saat ini melanda.  Pemerintah sendiri mengeluarkan kebijakan pemberian bantuan sebesar Rp 2,4 juta bagi pelaku UMKM. Untuk mendapatkannya Anda harus mendaftar manual ke Dinas Koperasi dan UKM di daerah Anda.  Apa saja syarat dan ketentuan mendaftar bansos UMKM ini? Berikut adalah penjelasannya: 

  1. Anda adalah warga negara Indonesia
  2. Memiliki NIK
  3. Anda memiliki usaha mikro
  4. Anda bukan PNS, TNI/POLRI, pegawai BUMN maupun BUMD
  5. Tidak tercatat sebagai penerima KUR, kredit atau pembiayaan perbankan lainnya
  6. Melampirkan SKU apabila domisili tempat usaha berbeda dengan alamat pada KTP
  7. Membawa seluruh kelengkapan di atas ke Dinas Koperasi UKM di Kabupaten/Kota sesuai domisili Anda

 

Kapankah Bantuan UMKM Cair?

Sebenarnya bantuan langsung tunai bagi UMKM sudah dibuka pendaftarannya sejak November 2020 lalu. Dengan pencairan dana bantuan pada bulan Desember 2020. 

Namun Anda tidak perlu khawatir, sebab saat ini menurut Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop UKM, Hanung Harimba Rachman, Kementerian Koperasi dan UKM memberi usulan kepada Kementerian Keuangan untuk terus melanjutkan program BLT UMKM ini pada 2021.

Pastikan Anda melakukan pendaftaran, dan jika sudah maka Anda bisa memeriksa pencairan dengan mengunjungi situs ini. Apabila Anda dinyatakan mendapatkan bantuan UMKM, maka Anda bisa mencairkan dana di Bank BRI di domisili Anda. 

 

Hitungan Pajak UMKM

Sebagaimana layaknya jenis usaha lainnya, maka UMKM pun tak luput dari pajak. Namun Anda juga tidak perlu cemas. Sebab saat ini pemerintah melalui PP No. 23 Thn 2018 mengenai Pajak Penghasilan menurunkan Pajak Penghasilan (PPh) final dari semula sebesar 1% menjadi 0.5%. 

Dengan catatan aturan ini berlaku bagi usaha dengan omset maksimal 4,8 milyar rupiah dalam setahun. Bagaimana cara menghitungnya? Sangat mudah! Cukup kalikan jumlah omset satu bulan dengan 0.5%.  Mari lihat contoh ini:

Pak Amir memiliki bisnis kerajinan kerang laut dengan omset sebulan mencapai RP10 juta rupiah dalam satu bulan. Maka perhitungan pajaknya adalah: 

Rp10.000.000 X 0.5% = Rp50.000. 

Sangat mudah bukan? 

 

Itulah pembahasan mengenai UMKM merupakan salah satu penopang ekonomi bangsa. Apabila Anda pelaku UMKM, Anda telah berjasa membuka lapangan pekerjaan dan bergerak secara mandiri. Namun apabila Anda memerlukan bantuan UMKM, Anda bisa mengajukan permohonan bantuan ke pemerintah. Anda ajukan syarat yang diperlukan ke Dinas Koperasi UKM sesuai domisili.