Apa Itu Akuntan? Ketahui Jenis, Tugas, Kode Etik dan Gajinya

.

Newslater

Newsletter

Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini :

kode etik akuntan
Isi Artikel

Akuntan mempunyai peranan besar dalam perusahaan karena bersinggungan langsung dengan keuangan perusahaan. Bila terjadi kesalahan dalam pencatatan keuangan, maka perusahaan akan rugi besar.

 

 

Dalam hal ini, akuntan harus mempertanggungjawabkan pekerjaannya. Besar sekali bukan risiko dan hal yang dihadapi? Mari gali lebih dalam mengenai profesi yang terkenal bergelimang angka melalui artikel di bawah ini! 

 

Apa itu Akuntan? 

Akuntan adalah seseorang yang memonitor dan mencatat alur keuangan yang ada pada perusahaan atau organisasi. Semua alur keuangan dan transaksi harus diverifikasi validitasnya demi keuangan organisasi yang sehat sesuai ketentuan perusahaan.

Pencatatan dan perhitungan data keuangan harus dilakukan secara runut dan teliti untuk menghindari kesalahan yang berakibat fatal. 

Karena profesi ini membutuhkan tanggung jawab besar dan masih dibutuhkan di Indonesia, terdapat suatu organisasi yang menaunginya. Di Indonesia, profesi akuntan seluruh Indonesia dinaungi oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).

Organisasi ini didirikan pada tahun 1957 dengan tujuan untuk membimbing perkembangan akuntansi di Indonesia serta meningkatkan mutu kualitas pekerjaan. 

 

Tugas dan Tanggung Jawab Akuntan

 

akuntan
Tugas dan Tanggung Jawab Akuntan

 

Apa saja tugas dan tanggung jawab besar yang diemban sang juru kunci keuangan perusahaan, ya?  Mari simak uraian singkatnya berikut ini!

  1. Mencatat semua transaksi keluar masuk dalam perusahaan
  2. Melakukan pembukuan transaksi dan menyusunnya dalam laporan keuangan 
  3. Memverifikasi laporan keuangan dan jumlah pajak total yang dihitung staf keuangan
  4. Memeriksa dan mengantisipasi risiko kecurangan dalam keuangan
  5. Menganalisis dan menyusun informasi audit rutin keuangan
  6. Membentuk dan merencanakan pengendalian indikasi kecurangan dalam transaksi
  7. Mengevaluasi laporan dan anggaran perusahaan
  8. Memberikan konsultasi riset keuangan
  9. Melakukan pelatihan akuntansi 

 

Skill Wajib yang Harus Dimiliki

Dalam menjadi seorang akuntan yang handal dan profesional, dibutuhkan beberapa skill yang wajib dimiliki. Tanpa skill tersebut kegiatan pencatatan dan perhitungan keuangan tidak akan berjalan lancar. Skill tersebut antara lain:

 

1. Teliti

Dengan teliti seseorang dapat mengerjakan sesuatu dengan baik dan benar. Ketelitian adalah salah satu faktor seseorang agar tidak terjadi kesalahan hitung maupun pencatatan.Satu kesalahan saja dalam keuangan akan menyebabkan hal yang sangat fatal.

Hal ini dikarenakan adanya efek domino yang dihasilkan dari pencatatan tersebut.

Misalkan seseorang melakukan kesalahan input keuangan yang mengakibatkan terjadinya salah hitung dalam laporan keuangan. Laporan keuangan tersebut akan diteruskan kepada pihak manajemen perusahaan untuk dibuat keputusan strategis mengenai bisnis perusahaan.

Kemudian, strategi tersebut akan diimplementasikan kepada perusahaan. Strategi yang tidak tepat tersebut  tentunya tak akan cocok dengan fakta yang sesungguhnya terjadi sehingga lagi-lagi bisnis perusahaan akan terganggu. 

 

2. Berpikir Sistematis

Berpikir sistematis memungkinkan seseorang menyusun dan menghitung skema keuangan dengan urut dan teratur.

Pola pikir sistematis akan mempermudah dalam penyelesaian perhitungan keuangan perusahaan yang rumit dan melibatkan banyak transaksi.

 

Baca Juga : Mengenal Siklus Akuntansi dari Pengertian Hingga Tahapannya

 

3. Menghitung

Karena berhubungan langsung dengan uang dan angka, tentu sudah menjadi kewajiban untuk menghitung dengan lancar.

Bahkan seseorang yang terbiasa menghitung akan terbiasa dan melakukan perhitungan secara otomatis  “di luar kepala”.  Seluruh perhitungan akan membawa kepada target dari hasil pengeluaran biaya untuk peningkatan bisnis.

Semua skill di atas harus dikuasai secara seimbang sehingga menciptakan kualitas finansial perusahaan yang baik. Selain kemampuan di atas, ada hal lain yang perlu diperhatikan yaitu kejujuran.

Tanpa kejujuran, akuntan akan mempunyai dorongan untuk melakukan manipulasi data dan korupsi atas dana keuangan perusahaan. Maka perusahaan pun akan merugi.

 

software hris

Sebagai seorang HR tentu harus bisa melakukan pengawasan yang baik terhadap tugas dan tanggung jawab kerja karyawan.

Saat ini HR dapat memanfaatkan Software HRIS Indonesia dari LinovHR untuk melakukan manajemen tugas dan tanggung jawab kerja kepada setiap karyawan.

 

Kode Etik Akuntan

Melibatkan kejujuran membuat akuntan memiliki pedoman kode etik yang harus dipelajari dan dipegang teguh dalam menjalankan profesi.

Pedoman dan kode etik masing-masing negara mempunyai kode etik yang berbeda dan disusun oleh organisasi menaungi profesi tersebut. Di Indonesia, pedoman kode etik akuntan disusun oleh IAI.

Kode etik yang dimaksud memuat kaidah yang menjadi landasan bagi kegiatan profesi dan membangun kepercayaan antara pihak yang terkait, seperti perusahaan, organisasi, dan masyarakat, Diharapkan pedoman tersebut akan menjadi pedoman dan landasan untuk beretika dan memenuhi tanggung jawab pekerjaan. Kode etik yang dirancang oleh IAI yaitu: 

  1. Tanggung jawab profesi, selalu menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukan.
  2. Kepentingan publik, semua tindakan wajib berada dalam kerangka pelayanan publik, kepercayaan publik, dan menunjukkan komitmen atas profesionalisme.
  3. Integritas dalam rangka memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas tinggi.
  4. Objektivitas, semua kegiatan perhitungan dan pengolahan harus menjaga objektivitas, netral, dan tak terpengaruh kepentingan tertentu.
  5. Kompetensi dan kehati-hatian.
  6. Kerahasiaan dan menjaga informasi yang diperoleh selama melakukan perhitungan dan pengolahan 
  7. Standar teknis, melaksanakan jasa sesuai standar teknis dan standar profesional yang berlaku

 

Jenis Akuntan 

Profesi akuntan cukup rumit hingga menghasilkan berbagai jenis tergantung di sektor atau tempat bekerja. Di bawah ini adalah jenis-jenis nya: 

 

1. Akuntan Publik

Akuntan publik biasanya memiliki kantor sendiri dan menawarkan jasanya kepada masyarakat umum.

Jasa yang ditawarkan antara lain perpajakan, penyusunan sistem, verifikasi kewajaran laporan keuangan, konsultasi manajemen dan penyusunan laporan keuangan.

 

2. Akuntan Pemerintah

Seperti namanya, sudah seorang profesi ini berkutat di kantor pemerintah seperti Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Tugas-tugas yang diemban antara lain melakukan pemeriksaan dan pengawasan terhadap aliran keuangan negara serta melakukan perancangan sistem akuntansi untuk pemerintah.

 

3. Akuntan Pendidik

Jika dua profesi di atas lebih condong kepada profesi sebagai praktisi, maka profesi yang satu ini berfokus di dunia pendidikan.

Seorang pendidik bertugas mengajar dan menyusun kurikulum pendidikan akuntansi. Selain itu, melakukan penelitian dan pengembangan ilmu akuntansi juga menjadi bagian dari tanggung jawab yang harus diemban. 

 

Baca Juga : Arti Beban Gaji Karyawan dalam Akuntansi

 

4. Akuntan Internal

Profesi akuntan selanjutnya merupakan profesi yang ditemukan pada perusahaan. Akuntan internal menduduki suatu jabatan baik staf hingga kepala bagian akuntansi atau direktur keuangan.

Tugasnya antara lain menyusun laporan keuangan hingga menyusun anggaran perusahaan.

 

5. Akuntan Syariah

Profesi ini tergolong baru dan masih jarang ditemukan di Indonesia. Seorang akuntan syariah biasanya dipekerjakan pada perusahaan yang berpatokan kepada hukum syariah Islam.

Karena berpatokan pada syariah, standar kerjanya sesuai dengan Standar Akuntansi Syariah dan juga berpegang pada keputusan MUI.

 

6. Akuntan Pajak

Salah satu jenis yang saat ini mulai diterapkan oleh perusahaan adalah akuntan pajak. Mereka adalah orang yang hanya berfokus pada pencatatan dan pembukuan pajak perusahaan.

Tugasnya adalah mengatur keuangan yang akan dilaporkan kepada Direktorat Jenderal Pajak.

 

Sertifikasi Akuntan

Ada beberapa jenis sertifikasi akuntan yang dapat diraih dan masing-masing memiliki persyaratannya. Berikut adalah penjelasannya:

 

1. Certified Financial Analyst (CFA)

Salah satu jenis sertifikasi akuntan yang paling bergengsi adalah certified financial analyst atau CFA. Sertifikasi ini cocok untuk Anda yang ingin menjadi analis keuangan.

Sertifikat ini diterbitkan oleh CFA Institute di Amerika. Untuk mendapatkannya,  Anda wajib untuk berhasil melewati tiga level atau tingkatan ujian mulai dari Level 1, Level 2, dan Level 3.

Dalam meraih gelar CFA Level 1, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. 

Misalnya, wajib memiliki gelar sarjana, pengalaman kerja profesional selama empat tahun atau kombinasi pengalaman kerja dan pendidikan selama empat tahun, serta sertifikat TOEFL.

Persyaratan serupa berlaku untuk Level 2 dan Level 3, dengan calon harus memegang gelar sarjana dan telah lulus ujian sebelumnya.

 

2. Certified Public Accountant (CPA)

Jenis sertifikat akuntan berikutnya adalah certified public accountant atau CPA.

Sertifikat ini penting dimiliki oleh Anda yang ingin menjadi akuntan publik. Proses sertifikasi ini diselenggarakan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) dan memegang peranan penting dalam dunia akuntansi.

Mulai dari keahlian-keahlian seperti akuntansi, audit, perpajakan, hingga konsultasi keuangan, sertifikat ini diambil oleh individu yang memiliki keahlian di bidang tersebut.

Untuk meraihnya, persyaratan yang harus dipenuhi adalah seperti memiliki gelar sarjana, memenuhi jumlah jam pendidikan yang ditentukan, dan memiliki pengalaman kerja minimal dua tahun dibidang yang sama.

 

3. Certified Management Accountant (CMA)

Kemudian, ada certified management accountant (CMA) yang diterbitkan oleh Institute of Manager Accountants (IMA) di Australia.

Sertifikasi ini menekankan keterampilan dalam akuntansi Keuangan dan manajemen strategis. 

Pemilik sertifikasi ini biasanya bekerja di perusahaan multinasional atau perusahaan besar lainnya. 

 

4. Certified Internal Auditor (CIA)

Selanjutnya, certified internal auditor (CIA) diberikan kepada individu yang menjalani karier sebagai Auditor Internal dan dikeluarkan oleh Institute of Internal Auditor (IIA) di Amerika Serikat.

Sertifikasi ini diraih dengan melalui tahapan seperti ujian online secara realtime.

Di Indonesia sendiri, ada lembaga yang mengeluarkan sertifikasi serupa.

Misalnya, yayasan Pendidikan Internal Audit (YPIA) mengeluarkan sertifikasi Qualified Internal Auditor (QIA) yang memiliki pengakuan terbatas hanya di wilayah Indonesia.

 

5. Sertifikasi Konsultan Pajak

Sertifikasi Konsultan Pajak adalah sebuah tanda pengakuan yang diberikan bagi individu yang memulai dunia kerja dibidang konsultan pajak.

Tingkatan pada sertifikasi ini terdiri dari tiga level ujian, yaitu sertifikat A, B, dan C.

Sertifikat A diperuntukkan bagi mereka yang ingin menjadi konsultan pajak individu.

Sertifikat B untuk fokus pada perpajakan entitas hukum. Kemudian, sertifikat C bagi mereka yang berspesialisasi dalam isu-isu perpajakan internasional.

 

6. Sertifikasi Akuntansi Syariah

Sertifikasi Akuntansi Syariah adalah jenis sertifikasi akuntan yang memiliki peran besar di Indonesia.

Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) dan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang hubungan antara akuntansi dengan prinsip syariah.

Untuk memperolehnya, calon harus menyelesaikan tiga tingkat ujian (elementary, intermediate, dan advance) dan memegang gelar sarjana atau setara (S1).

 

Gaji Akuntan

Gaji seorang akuntan umumnya berbeda-beda sesuai dengan prospek kerja, tingkat pengalaman, dan lokasi kerja.

Berikut adalah kisaran gaji akuntan secara umum dan berdasarkan lokasinya:

 

1. Gaji Akuntan Secara Umum

Gaji akuntan secara umum dapat dilihat pada prospek kerja dan tingkat pengalamannya. Berikut penjelasannya:

 

  • Akuntan Perusahaan

Akuntan Perusahaan bertanggung jawab memastikan kepatuhan perusahaan terhadap hukum dan peraturan.

Selain itu, mereka juga bertugas untuk mengawasi laporan keuangan dan pembelian.

Menurut Bursa Kerja Nasional, rata-rata gaji akuntan perusahaan di Indonesia  mencapai Rp5,5 juta per bulan.

Namun, gaji tersebut bisa meningkat hingga Rp10 juta atau lebih. Gaji ini tergantung pada tingkat pengalaman dan jenis pekerjaan yang dilakukan

 

  • Akuntan Publik

Akuntan Publik memiliki tugas membantu organisasi mengatur dan mengaudit keuangan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.

Gaji akuntan publik juga bervariasi. Seorang akuntan publik berpengalaman dapat memperoleh hingga Rp15 juta per bulan.

Sedangkan, yang belum berpengalaman dapat mendapatkan hingga Rp8 juta per bulan.

  • Auditor

Auditor bertanggung jawab memastikan bahwa organisasi mematuhi standar keuangan dan hukum yang berlaku. 

Auditor di lembaga pemerintah dan perusahaan publik memperoleh rata-rata antara Rp4 juta – Rp8 juta per bulan.

Sedangkan, di perusahaan swasta berkisar antara Rp3 juta – Rp5 juta per bulan.

 

  • Akuntan Pemerintah

Akuntan Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk melakukan audit dan mengelola keuangan pemerintah. 

Gaji akuntan pemerintah cukup tinggi, dengan yang berpengalaman dapat mengharapkan rata-rata sekitar Rp6 juta – Rp8 juta per tahun, ditambah dengan tunjangan dan benefit lainnya.

 

  • Account Officer

Account Officer menangani tugas administrasi dan finansial dalam suatu organisasi. 

Gaji account officer di Indonesia bervariasi tergantung pada kualifikasi dan pengalaman, dengan rata-rata antara Rp5 juta – Rp6 juta per bulan, yang dapat meningkat dengan pengalaman dan keahlian khusus.

 

  • Teknisi Akuntansi

Teknisi Akuntansi berperan dalam mengatur keuangan dan menjaga kelancaran operasional organisasi. 

Gaji teknisi akuntansi di Indonesia bervariasi berdasarkan jenis pekerjaan, kualifikasi, dan pengalaman, dengan rata-rata antara Rp3 juta – Rp5 juta per bulan.

 

  • Manajer Akuntansi

Manajer Akuntansi bertugas untuk memastikan kepatuhan perusahaan terhadap standar akuntansi dan peraturan perpajakan, serta memonitor laporan keuangan internal. 

Rata-rata gaji manajer akuntansi di Indonesia adalah Rp9.814.000 per bulan, namun variasinya tergantung pada lokasi, pengalaman, dan keterampilan.

 

  • Certified Public Accountants (CFA)

Certified Public Accountants (CPA) adalah profesi yang diakui secara internasional untuk melakukan audit, menyusun laporan keuangan, dan memberikan jasa konsultasi akuntansi. 

Rata-rata gaji CPA di Indonesia berkisar antara Rp8 juta – Rp25 juta per bulan, dengan tambahan bonus tahunan dan insentif lainnya dari perusahaan.

 

2. Gaji Akuntan Berdasarkan Lokasi

Gaji seorang akuntan memiliki perbedaan, tergantung pada lokasi atau daerah tempat kerja masing-masing.

Berdasarkan situs Jobstreet, daerah tertinggi dengan gaji akuntan tertinggi di Indonesia adalah Jakarta dengan kisaran gaji sebesar Rp6,6 juta.

Setelah Jakarta, posisi kedua ditempati oleh Bali dan Banten dengan kisaran gaji sebesar Rp5,3 juta.

Daerah lainnya yaitu ada Jawa Barat dengan kisaran gaji sebesar 4,5 juta dan Jawa Timur sebesar Rp4,5 juta.

 

Profesi Akuntan di Masa mendatang

Profesi akuntan di masa mendatang dapat dibilang mengalami perubahan yang besar seiring dengan adanya kemajuan teknologi.

Meski kini peran teknologi kian mendominasi, seorang akuntan tentunya tetap ikut andil dalam profesi pelaporan keuangan ini.

 

Berikut adalah penjelasan mengenai profesi akuntan di masa mendatang:

 

1. Pekerjaan Dapat Diselesaikan Oleh Mesin

Dengan adanya evolusi teknologi dari masa ke masa, banyak pekerjaan yang sebelumnya dilakukan manusia dapat diotomatisasi oleh mesin.

 

2. Potensi Human Error Semakin Kecil

Menurut Forbes, peran ahli akuntansi akan semakin membesar seiring dengan kemajuan teknologi. 

Mereka akan berfokus pada analisis laporan keuangan untuk meningkatkan kualitas hasil serta mengurangi potensi kesalahan manusia.

 

3. Menghasilkan Data Analisis yang Berkualitas

Kemajuan teknologi memungkinkan akuntan untuk terlibat lebih dalam dalam analisis data keuangan.

Dengan ini, hasil analisis menjadi lebih berkualitas karena didasarkan pada data yang lebih akurat.

 

4. Adanya Peluang Baru

Laporan dari Institute of Chartered Accountants in England and Wales menunjukkan bahwa praktisi akuntansi dapat mendapatkan peluang baru. Misalnya, seperti terlibat dalam pengujian perangkat lunak akuntansi.

 

5. Akuntan Tetap Ikut Andil dalam Pelaporan Keuangan

Meskipun mesin menangani sebagian besar proses pelaporan keuangan, akuntan tentunya tetap memiliki peran penting. 

Mereka dapat menangani masalah atau kasus yang memerlukan kecerdasan dan intervensi manusia.

 

Kesimpulan

Pada akhirnya akuntan merupakan profesi yang paling penting disetiap perusahaan, entah itu perusahaan manufaktur, perusahaan retail, startup bahkan pabrik.

Oleh karena itu profesi memiliki jenjang karir yang menarik untuk digeluti.  Bisa dibilang profesi ini merupakan pekerjaan yang cukup penting untuk menjaga keuangan perusahaan tetap sehat dan berjalan dengan benar.

Itulah pembahasan mengenai profesi akuntan. Bagaimana apakah anda berminat menjadi akuntan?

Tentang Penulis

Picture of Admin LinovHR
Admin LinovHR

Akun Admin dikelola oleh tim digital sebagai representasi LinovHR dalam menyajikan artikel berkualitas terkait human resource maupun dunia kerja.

Bagikan Artikel Ini :

Related Articles

Newslater

Newsletter

Tentang Penulis

Picture of Admin LinovHR
Admin LinovHR

Akun Admin dikelola oleh tim digital sebagai representasi LinovHR dalam menyajikan artikel berkualitas terkait human resource maupun dunia kerja.

Artikel Terbaru

Telusuri informasi dan solusi HR di sini!

Subscribe newsletter LinovHR sekarang, ikuti perkembangan tren HR dan dunia kerja terkini agar jadi yang terdepan di industri

Newsletter