aset tidak berwujud

Apa Itu Aset Tidak Berwujud? Simak Pengertiannya Berikut Ini!

Peranan aset sangat berarti bagi perusahaan. Gedung, mesin, peralatan, kendaraan, perlengkapan operasional merupakan beberapa contoh aset sebuah perusahaan. Setiap perusahaan pasti memiliki aset tidak berwujud maupun yang memiliki wujud. Setiap aset dalam perusahaan memiliki nilai yang berbeda-beda. Aset merupakan sumber daya perusahaan yang bisa diukur dengan satuan tertentu. 

Aset tak berwujud sering juga disebut dengan intangible asset atau aktiva tidak berwujud. Meskipun tidak berwujud, aset tidak berwujud sangat penting bagi perusahaan terutama jika perusahaan akan dijual karena nilai perusahaan tidak hanya dihitung dari modal saja namun dengan aset tidak berwujud juga. 

Pengertian Aset Tidak Berwujud

Aset tidak berwujud adalah aset tetap sebuah perusahaan yang memiliki umur lebih dari satu tahun. Sesuai dengan namanya, aset ini tidak dapat dilihat dengan mata karena tidak memiliki bentuk fisik. Aset tetap tidak berwujud ini biasanya dikelola oleh perusahaan untuk mendapatkan keuntungan operasional perusahaan. 

Karakteristik Aset Tidak Berwujud

Ada beberapa jenis aset yang dapat menciptakan nilai bagi sebuah perusahaan dan memiliki umur ekonomis yang lama. Untuk mengetahui aset apa saja yang ada di perusahaan kamu yang tergolong aset tetap tidak terwujud, maka kamu harus mengetahui karakteristiknya. Berikut ini adalah karakteristik-karakteristiknya: 

Tidak Memiliki Bentuk Fisik

Karakteristik utama yang bisa dengan mudah kelihatan adalah tidak mempunyai bentuk fisik yang bisa dilihat secara nyata. Meskipun tidak memiliki bentuk fisik, kamu bisa merasakan keberadaannya. Keberadaannya dapat kamu rasakan karena aset ini memiliki peran yang sangat besar dalam keberlangsungan perusahaan. Perusahan dapat memperluas pasar dan segmentasi serta mengembangkan bisnisnya jika aset tetap tidak berwujudnya memiliki nilai yang besar.

Tidak Bisa Dikategorikan ke Dalam Instrumen Keuangan

Aset tetap tidak berwujud hanya dapat diukur dengan nilai dan bersifat jangka panjang. Keuntungan yang diperoleh tidak akan kamu terima saat itu juga, tetapi akan kamu terima di masa yang akan datang. Untuk mendapatkan nilai aset tetap tidak berwujud kamu harus mendapatkan klaim. Selanjutnya, di kemudian hari kas akan diterima oleh perusahaan dari subjek yang melakukan klaim tersebut.

 

Baca Juga: Pengertian dan Manfaat Manajemen Keuangan 

 

Aset Bersifat Jangka Panjang 

Karakteristik ketiga adalah memiliki masa atau umur jangka panjang. Meskipun begitu, ada perusahaan tidak bisa mengukur secara pasti atau mengestimasikan nilainya. Maka perusahaan akan menganggap bahwa aset tersebut memiliki masa manfaat 10 tahun. Untuk menentukan masa manfaat dari aset ini, perusahaan harus memperhatikan hak kontraktual atau hak-hak lainnya berdasarkan hukum yang berlaku.

Contoh Aset Tidak Berwujud

Beberapa perusahaan terkadang tidak menyadari adanya aset tetap tidak berwujud, padahal aset ini sangat bermanfaat sekali untuk perusahaan. Oleh sebab itu kamu bisa melihat contoh aset tidak berwujud yang dapat meningkatkan nilai perusahaan.

Lisensi dan Franchise

Pernahkah kamu membeli suatu software tertentu yang akan kamu gunakan untuk laptop pribadi atau komputer kantor? Ketika kamu membeli software maka kamu akan mendapatkan lisensi. Lisensi merupakan pemberian izin pada suatu perusahaan untuk memproduksi atau membuat suatu produk atau jasa. Lisensi juga sering diartikan sebagai pemberian izin kepada perusahaan atau orang lain untuk menggunakan hak atas kekayaan intelektual. Pemberi lisensi memberikan izin kepada pembeli menggunakan produknya supaya pembeli bisa melakukan kegiatan produksi atau bisnis dengan menggunakan produk dari pemberi lisensi.

 

Baca Juga: Jenis dan Karakteristik Lingkungan Industri Kreatif

Franchise juga bisa disebut dengan waralaba. Franchise adalah hubungan kerja sama antara franchisor dengan franchisee. Franchisee merupakan orang yang telah membeli hak sehingga diberikan hak oleh franchisor untuk menggunakan hak dari kekayaan intelektual (HAKI). Perjanjian bisnis franchise telah disepakati kedua belah pihak. Dalam perjanjian tersebut, pihak yang memberikan franchise akan mendapatkan imbalan sesuai dengan perjanjian yang telah ditetapkan atas bisnis yang dijalankan oleh orang yang franchisee.

Hak Cipta

Hak cipta adalah hak yang dimiliki oleh seseorang atau perusahaan yang menciptakan suatu hal. Hal tersebut diberikan kepada pencipta untuk menjual atau menerbitkan hasil karyanya dan mengawasi karyawannya yang telah atau sedang di jual. Pemilik karya bisa menjual hak cipta kepada orang lain dengan perjanjian khusus yang telah disepakati oleh kedua belah pihak. Untuk memperoleh hak cipta, kamu harus mempersiapkan budget dalam penyusunan, mengurus izin hak cipta da dan sampai kamu memperoleh sertifikat hak cipta. 

Contoh nyata hak cipta yang sering ada dalam kehidupan sehari-hari adalah hak cipta mengenai sebuah lagu atau desain produk. Jika melihat acara televisi sering muncul berita mengenai perebutan hak cipta atas suatu lagu. 

Hak Paten

Hak paten diberikan kepada orang atau sekelompok orang yang telah melakukan penelitian dan menemukan hal yang baru dalam penelitian tersebut. Hal yang baru itu akan diproduksi, dijual dan diawasi dalam periode waktu tertentu. Cara untuk memperoleh hak paten hampir sama dengan hak cipta yaitu mengeluarkan biaya untuk penelitian, pengembangan, percobaan, pembuatan gambar dan biaya untuk mengurus hak paten sampai sertifikat hak paten kamu terima.

Hak Merek Dagang

Ketika mempromosikan, menjual dan mendistribusikan suatu produk atau layanan maka harus memiliki nama dan logo. Oleh sebab itu diperlukan hak merek dagang. Hak merek dagang adalah hak cipta dan hak untuk menggunakan suatu simbol pada suatu produk. 

Nah, sesuatu yang tidak berwujud sekalipun dapat memiliki peranan yang sangat besar, bukan? Sekian pembahasan tentang aset tidak berwujud. Semoga dapat menginspirasi Anda semua!