aset tidak berwujud

Intangible Asset (Aset Tidak Berwujud) : Arti, Karakteristik, Contoh!

Peranan aset sangat berarti bagi perusahaan. Gedung, mesin, peralatan, kendaraan, perlengkapan operasional merupakan beberapa contoh aset sebuah perusahaan. Setiap perusahaan pasti memiliki aset berwujud maupun tidak berwujud.  

Aset tak berwujud sering juga disebut dengan intangible asset atau aktiva tidak berwujud.

Meskipun tidak berwujud, aset tidak berwujud sangat penting bagi perusahaan terutama jika perusahaan akan dijual karena nilai perusahaan tidak hanya dihitung dari modal saja namun dengan aset tidak berwujud juga. 

 

Pengertian Aset Tidak Berwujud

Aset tidak berwujud atau intangible asset adalah adalah aset tetap sebuah perusahaan yang memiliki umur lebih dari satu tahun. Sesuai dengan namanya, aset ini tidak dapat dilihat dengan mata karena tidak memiliki bentuk fisik.

Aset tetap tidak berwujud ini biasanya dikelola oleh perusahaan untuk mendapatkan keuntungan operasional perusahaan. 

 

Karakteristik Aset Tidak Berwujud

Ada beberapa jenis aset yang dapat menciptakan nilai bagi sebuah perusahaan dan memiliki umur ekonomis yang lama.

Untuk mengetahui aset apa saja yang ada di perusahaan yang tergolong aset tetap tidak terwujud, maka penting untuk mengetahui karakteristiknya.

Berikut ini adalah karakteristiknya.

 

1. Tidak Memiliki Bentuk Fisik

Karakteristik utama yang bisa dengan mudah kelihatan adalah tidak mempunyai bentuk fisik yang bisa dilihat secara nyata. Meskipun tidak memiliki bentuk fisik, anda bisa merasakan keberadaannya.

Keberadaannya dapat dirasakan karena aset ini memiliki peran yang sangat besar dalam keberlangsungan perusahaan. Perusahan dapat memperluas pasar dan segmentasi serta mengembangkan bisnisnya jika aset tetap tidak berwujudnya memiliki nilai yang besar.

 

2. Tidak Bisa Dikategorikan ke dalam Instrumen Keuangan

Aset tetap tidak berwujud hanya dapat diukur dengan nilai dan bersifat jangka panjang. Keuntungan yang diperoleh tidak akan diterima saat itu juga, tetapi akan diterima pada masa yang akan datang.

Untuk mendapatkan nilai aset tetap tidak berwujud harus mendapatkan klaim.

Selanjutnya, di kemudian hari aset akan diterima oleh perusahaan dari subjek yang melakukan klaim tersebut.

 

Baca Juga: Pengertian dan Manfaat Manajemen Keuangan 

 

3. Aset Bersifat Jangka Panjang

Karakteristik ketiga adalah memiliki masa atau umur jangka panjang. Meskipun begitu, ada perusahaan tidak bisa mengukur secara pasti atau mengestimasikan nilainya.

Maka perusahaan akan menganggap bahwa aset tersebut memiliki masa manfaat 10 tahun.

Untuk menentukan masa manfaat dari aset ini, perusahaan harus memperhatikan hak kontraktual atau hak-hak lainnya berdasarkan hukum yang berlaku.

 

Perbedaan Tangible dan Intangible Asset

Terdapat lima perbedaan antara tangible fixed assets dan intangible fixed assets, perbedaan tersebut antara lain:

 

1. Wujud

Perbedaan pertama dari segi wujud, tangible fixed assets adalah aset yang memiliki bentuk fisik yang dapat dimanfaatkan dalam bisnis.

Sedangkan intangible fixed asset adalah aset yang tidak memiliki bentuk fisik namun tetap dapat dimanfaatkan walau hanya disimbolkan.

 

2. Kemampuan Likuidasi

Likuidasi adalah seberapa mudah perusahaan dapat mendistribusikan aset. Umumnya, tangible asset adalah yang paling banyak dilikuidasi, karena bentuknya yang fisik, sehingga dapat diubah menjadi setara kas.

Sedangkan, perusahaan membutuhkan waktu yang lebih lama dan sulit untuk melikuidasi aset tak berwujud karena sulit untuk dinilai dan dapat berubah-ubah.

 

3. Nilai yang Dimiliki

Perbedaan lainnya adalah ukuran nilai pasar antara aset berwujud dan tidak berwujud. Tangible asset memiliki nilai yang dapat diukur berdasarkan harganya di pasaran dan biaya perolehannya.

Aset berwujud juga bisa dilihat dalam neraca atau laporan keuangan perusahaan.

Ini berbeda dengan intangible asset, yang lebih sulit dinilai karena wujud fisiknya tidak ada.

 

4. Umur Aset

Tangible asset memiliki umur terbatas, serta rentang terhadap depresiasi atau penurunan nilai.

Contohnya, sebuah gedung perusahaan akan memiliki ketahanan yang menurun seiring dengan waktu berjalan bila tidak direnovasi. Harga jualnya pun bisa menurun.

Sedangkan, aset tak berwujud lebih memiliki umur yang panjang, bahkan beberapa aset ini memiliki umur yang tidak terbatas.

 

5. Pencatatan

Dari segi pencatatan, aktiva berwujud didasarkan pada harga perolehan, sementara aktiva tidak berwujud didasari pembelian dan transaksi perusahaan.

 

Jenis Intangible Asset & Contohnya

Ada berbagai jenis aset intangible yang bisa dimiliki perusahaan, adapun jenis dan contohnya meliputi:

 

1. Definite Intangible Assets

Aset tidak berwujud yang pasti adalah aset yang memiliki nilai dengan batas waktu yang ditentukan. Contoh aset ini adalah perjanjian kontrak penggunaan paten perusahaan yang berlangsung selama dua tahun. Setelah masa kontrak berakhir maka hak atas aset pun berakhir.

 

2. Aset Intangible Tidak Terbatas

Ini adalah jenis aset tidak berwujud yang selalu berharga bagi perusahaan. Aset ini memiliki nilai yang berkelanjutan untuk kehidupan perusahaan, contohnya adalah loyalitas konsumen, karena mampu membuat perusahaan bertahan. 

 

3. Goodwill

Goodwill dapat timbul karena adanya pembelian aktiva dengan harga yang lebih tinggi dari harga yang ada di pasaran. Selisih harga itulah yang dihitung sebagai goodwill.

Goodwill sendiri adalah aset tidak berwujud yang dapat ditransfer, ditukar, disewa, atau dijual secara terpisah dari perusahaan.

Contoh dari aset tidak berwujud ini adalah strategi bisnis, pengenalan merek, serta hubungan karyawan yang harmonis.

 

4. Hak Kekayaan Intelektual

Kekayaan intelektual mencakup hal-hal yang dibuat dengan pikiran Anda, mulai dari penemuan baru, gambar, desain, serta karya sastra. Kekayaan intelektual ini dapat dijaga dengan paten, hak cipta, merek dagang, dan perjanjian lisensi.

 

Manfaat Intangible Asset

Masa manfaat dari aktiva tidak berwujud tidak lebih dari 20 tahun sejak ia digunakan. Terdapat beberapa hal yang perlu jadi pertimbangan saat mempertimbangkan masa manfaat aset tidak berwujud, antara lain:

  1. Penggunaan aset oleh organisasi dan efisiensi pengelolaannya.
  2. Siklus hidup produk
  3. Jangka waktu teknologi
  4. Kestabilan industri tempat aset digunakan
  5. Tren pasar terhadap produk atau jasa yang diproduksi
  6. Waktu penggunaan pemakaian dan efisiensi pengelolaan aset
  7. Biaya pengeluaran untuk pemeliharaan
  8. Perkiraan tindakan dan aktivitas dari kompetitor
  9. Ketergantungan masa manfaat aset

 

Cara Menilai Aset Tak Berwujud

Penilaian dalam aset tidak berwujud melibatkan penentuan nilai nomoter atas aset yang tidak memiliki bentuk fisik namun berkontribusi secara signifikan terhadap nilai dan kinerja perusahaan.

Menilai aset tak berwujud membutuhkan penggunaan berbagai metode dan pendekatan. Berikut ini beberapa metode dalam penilaian aset tidak berwujud:

 

1. Pendekatan Biaya

Metode ini menghitung nilai aset tidak berwujud berdasarkan biaya membuat atau menggantinya. Pendekatan biaya ini mempertimbangkan biaya yang dikeluarkan untuk mengembangkan, mematenkan, atau mengakuisisi aset.

Metode ini mungkin tidak menangkap nilai pasar yang sebenarnya seperti keusangan atau perubahan kondisi pasar.

 

2. Pendekatan Pasar

Pendekatan pasar menggunakan pembandungan dari transaksi terkini yang melibatkan aset tidak berwujud yang serupa. Metode ini berasumsi bahwa harga pasar mencerminkan nilai aset yang sebenarnya.

Namun, hal ini kerap sulit dilakukan terutama untuk aset tidak berwujud yang unik atau khusus.

 

3. Pendekatan Pendapatan

Cara menilai aset tidak berwujud satu ini dilakukan dengan pendapatan atau arus kas yang diharapkan di masa mendatang. Metode ini kerap digunakan untuk aset dengan potensi menghasilkan pendapatan, seperti paten, hak cipta, atau loyalitas pelanggan.

 

4. Metode Keringanan Royalti

Pendekatan ini memperkirakan royalti yang perlu dibayar perusahaan untuk menggunakan aset tidak berwujud serupa bila tidak memilikinya. Estimasi royalti ini berfungsi sebagai proksi nilai aset

 

Contoh Aset Tidak Berwujud

Beberapa perusahaan terkadang tidak menyadari adanya aset tetap tidak berwujud, padahal aset ini sangat bermanfaat sekali untuk perusahaan.

Oleh sebab itu anda bisa melihat contoh aset tidak berwujud yang dapat meningkatkan nilai perusahaan.

 

1. Lisensi dan Franchise

Lisensi
Lisensi

 

Pernahkah anda membeli suatu software tertentu yang akan digunakan untuk laptop pribadi atau komputer kantor? Ketika membeli software maka anda akan mendapatkan lisensi.

Lisensi merupakan pemberian izin pada suatu perusahaan untuk memproduksi atau membuat suatu produk atau jasa.

Lisensi juga sering diartikan sebagai pemberian izin kepada perusahaan atau orang lain untuk menggunakan hak atas kekayaan intelektual.

Pemberi lisensi memberikan izin kepada pembeli menggunakan produknya supaya pembeli bisa melakukan kegiatan produksi atau bisnis dengan menggunakan produk dari pemberi lisensi.

 

Baca Juga: Jenis dan Karakteristik Lingkungan Industri Kreatif

 

Franchise juga bisa disebut dengan waralaba. Franchise adalah hubungan kerja sama antara franchisor dengan franchisee.

Franchisee merupakan orang yang telah membeli hak sehingga diberikan hak oleh franchisor untuk menggunakan hak dari kekayaan intelektual (HAKI).

Perjanjian bisnis franchise telah disepakati kedua belah pihak. Dalam perjanjian tersebut, pihak yang memberikan franchise akan mendapatkan imbalan sesuai dengan perjanjian yang telah ditetapkan atas bisnis yang dijalankan oleh orang yang franchisee.

 

2. Hak Cipta

Hak Cipta
Hak Cipta

Hak cipta adalah hak yang dimiliki oleh seseorang atau perusahaan yang menciptakan suatu hal. Hal tersebut diberikan kepada pencipta untuk menjual atau menerbitkan hasil karyanya dan mengawasi karyawannya yang telah atau sedang di jual.

Pemilik karya bisa menjual hak cipta kepada orang lain dengan perjanjian khusus yang telah disepakati oleh kedua belah pihak.

Untuk memperoleh hak cipta, kamu harus mempersiapkan budget dalam penyusunan, mengurus izin hak cipta da dan sampai kamu memperoleh sertifikat hak cipta. 

Contoh nyata hak cipta yang sering ada dalam kehidupan sehari-hari adalah hak cipta mengenai sebuah lagu atau desain produk. Jika melihat acara televisi sering muncul berita mengenai perebutan hak cipta atas suatu lagu. 

 

3. Hak Paten

Hak Paten
Hak Paten

Hak paten diberikan kepada orang atau sekelompok orang yang telah melakukan penelitian dan menemukan hal yang baru dalam penelitian tersebut.

Hal yang baru itu akan diproduksi, dijual dan diawasi dalam periode waktu tertentu.

Cara untuk memperoleh hak paten hampir sama dengan hak cipta yaitu mengeluarkan biaya untuk penelitian, pengembangan, percobaan, pembuatan gambar dan biaya untuk mengurus hak paten sampai sertifikat hak paten kamu terima.

 

4. Hak Merek Dagang

Hak Merek Dagang
Hak Merek Dagang

Ketika mempromosikan, menjual dan mendistribusikan suatu produk atau layanan maka harus memiliki nama dan logo.

Oleh sebab itu diperlukan hak merek dagang. Hak merek dagang adalah hak cipta dan hak untuk menggunakan suatu simbol pada suatu produk. 

 

software hris

Berbicara tentang aset, perusahaan juga biasanya memiliki aset berwujud seperti laptop, handphone, motor, mobil dll. Penting bagi perusahaan untuk melakukan pengelolaan aset tersebut agar tercipta manajemen aset yang efisien.

Software HRIS LinovHR Memiliki Fitur untuk mengelola aset perusahaan. Dengan fitur ini divisi HR dapat menciptakan manajemen HR yang efektif.

 

Pada akhirnya, suatu aset berwujud maupun yang tidak berwujud sekalipun dapat memiliki peranan yang sangat besar, bukan? Sekian pembahasan tentang aset tidak berwujud.

Semoga dapat menginspirasi Anda semua!