budaya kerja

Santai tapi Produktif: Belajar dari Budaya Kerja Google

Bekerja dengan santai tanpa harus ada tekanan dari atasan tentunya menjadi dambaan setiap orang. Namun, biarpun santai, para karyawan masih bisa bekerja dengan produktif. Wah, memangnya bisa ya santai tapi produktif? Tentu saja bisa! Kita bisa belajar dari budaya kerja google.

Baca Juga:7 Budaya Kerja Yang Bisa Tingkatkan Produktivitas

 

1. Tidak Ada Pemisah antara Bos dan Karyawan

Google menerapkan tidak ada gap atau pemisah antar bos dan karyawannya. Bila kita melihat ke kantor pusat google yang ada di Jakarta, Indonesia, kita akan mengenal adanya acara TGIF (Thanks God Friday). Pada acara tersebut, para karyawan google bisa mengobrol langsung dengan CEO, mereka sangat bebas berdiskusi membicarakan ide-ide cemerlang. Artinya atasan akan sangat terbuka dengan ide yang disampaikan oleh karyawannya.

 

2. Tidak Usaha Takut Gagal

Anda harus tahu, bahwa tidak semua produk yang diluncurkan Goggle itu sukses ya. Kita bisa lihat pada kasus Google Reader yang akhirnya layanannya distop, hampir semua para penggunanya kesal dengan pemberhentian tersebut. Tapi karena google sudah melakukan evaluasi dan menganggap produk ini tidak berguna dengan maksimal, akhirnya mereka harus menghapus layanan tersebut. Bila layanan yang diciptakan memang telah gagal dan sudah coba dikembangkan tidak ada jalan keluarnya, tidak apa-apa gagal, karena nantinya akan ada pembelajaran baru untuk bisa menciptakan suatu produk yang lebih baik.

 

3. Enaknya Bekerja dengan Pakaian Casual dan Santai

You can be serious without a suit?, kalau biasa budaya kerja perusahaan mengharuskan para karyawannya menggunakan kemeja khusus untuk bekerja, lain halnya bila bekerja di perusahaan Google. Karena yang dituntut dalam sebuah pekerjaan menurut Google adalah hasil dan prosesnya. Sementara untuk tampilan jas itu di nomor sekiankan. Bahkan selain pakaian, Google juga menyediakan cukup banyak kegiatan fun yang bisa karyawan lakukan sehingga mereka tidak perlu terus terpaku di belakang meja.

 

4. Bukan Hanya Bekerja, Tapi Juga Belajar dan Bersenang-senang

Sangat disayangkan sekali rasanya bila kerja di suatu perusahaan namun budaya kerjanya sangat membuat kita stress dan tertekan. Bukannya menjadi produktif dan berkembang, Anda malah menjadi semakin malas bahkan sudah membuat keputusan ingin segera keluar dari perusahaan tersebut.Namun, bagaimana bila budaya kerja yang membuat Anda harus terus bersenang-senang dan belajar? Tentunya itu akan sangat membantu membuat nyaman di perusahaan. Google sangat terbuka dengan para karyawan dalam hal pekerjaan, mereka dipersilahkan untuk bekerja dan bersenang-senang dengan teknologi, ada banyak projects yang kesannya hanya terlihat main-main namun saat sudah berhasil menjadi sesuatu yang besar.

 

5. Aturan 80% dan 20%

Menurur karyawan google dan berdasarkan sumber dari wired.comada sebuah aturan google yaitu 80% harus menghabiskan waktu kerjanya di dalam kantor, sementara untuk 20% nya bisa mengerjakan proyek yang sesuai dengan passion. Artinya Anda tetap bisa mengembangkan passion dengan budaya kerja yang memberikan peluang pada karyawannya.

 

Santai tapi produktif dengan belajar budaya kerja dari google, seperti budaya kerja yang sudah disebutkan di atas bisa membuat perusahaan dan karyawannya sama-sama mendapatkan hal positif. Tidak akan ada kejenuhan karyawan yang berdampak pada pengurangan produktifitas kerja karyawan. Bahkan sebaliknya, dengan budaya kerja di atas, perusahaan tidak bermaksud memanjakan para karyawan namun memotivitasi mereka untuk terus tumbuh bersama perusahaan. Karena di dalam perusahaan yang hebat tentunya ada karyawan yang hebat pula. Yuk, bangun budaya kerja santai tapi produktif seperti Google!