PPh 21

Cara Menghitung PPh 21 dengan Gaji di Atas 500 Juta

Sebelum Anda membayar pajak penghasilan sesuai dengan Undang-Undang No. 36 tahun 2008, Anda harus tahu apa saja yang menjadi Objek Pajak Penghasilan, objek pajak PPh Final dan yang tidak termasuk objek pajak penghasilan.

 

Tarif PPh 21

Menurut Pasal 17 ayat 1, Undang-Undang No. 36 tahun 2008, tarif pajak penghasilan pribadi dihitung dengan menggunakan tarif pajak progresif sesuai tabel di bawah ini:

 

Penghasilan Netto Kena Pajak

Tarif Pajak

   Sampai dengan Rp50 juta

5%

   Rp50 juta sampai dengan Rp250 juta

15%

   Rp250 juta sampai dengan Rp500 juta

25%

   Di atas Rp500 juta

30%

 

Baca juga: Apa Saja yang Menjadi Objek PPh 21 untuk Karyawan?

 

Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) 2016/2017/2018

Nilai PTKP untuk Tahun 2017/2018 sampai saat ini perhitungannya masih mengacu pada peraturan Menteri Keuangan: PMK: 101/PMK.010/2016, atau besaran tarifnya masih menggunakan Tarif PTKP 2016.

Berikut ini tabel lengkap penghasilan tidak kena pajak untuk Anda ketahui:

 

1. Wajib Pajak Tidak Kawin (TK)

Uraian

Status

PTKP

  Wajib Pajak

TK0

Rp54.000.000

  Tanggungan 1

TK1

Rp58.500.000

  Tanggungan 2

TK2

Rp63.000.000

  Tanggungan 3

TK3

Rp67.500.000

 

2. Wajib Pajak Kawin

Uraian

Status

PTKP

  Wajib Kawin

K0

Rp58.500.000

  Tanggungan 1

K1

Rp63.000.000

  Tanggungan 2

K2

Rp67.500.000

  Tanggungan 3

K3

Rp72.000.000

 

3. Wajib Pajak Kawin, penghasilan istri dan suami digabung

Uraian

Status

PTKP

  Wajib Kawin

K/I/0

Rp112.500.000

  Tanggungan 1

K/I/1

Rp117.000.000

  Tanggungan 2

K/I/2

Rp121.500.000

  Tanggungan 3

K/I/3

Rp126.000.000

 

Catatan:

  • Tunjangan PTKP untuk anak atau tanggungan maksimal 3 orang

  • TK: Tidak Kawin

  • K: Kawin

  • K/I: Kawin dan penghasilan pasangan digabung

 

Cara Menghitung Pajak Penghasilan PPh 21

Mari kita belajar cara menghitung pajak penghasilan PPh 21 pribadi Anda di Tahun 2018.

  1. Hitung penghasilan BRUTO (kotor) Anda dalam setahun, gaji pokok ditambah dengan tunjangan-tunjangan lainnya.

  2. Hitung Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP), sesuai dengan status Anda.

  3. Hitung pengurang lain seperti: Tunjangan Biaya Jabatan 5% (Maksimal Rp6 juta per tahun) & Iuran Pensiun 5% (maksimal Rp2,4 juta per tahun) dari penghasilan bruto.

  4. Hitung Penghasilan NETTO Anda: Penghasilan Bruto – PTKP – Iuran Jabatan & Pensiun.

  5. Kalikan Penghasilan NETTO dengan tarif Pajak Penghasilan yang berlaku.

 

Baca juga: Sulit Menghitung PPh 21 Karyawan Secara Manual? Ini Solusinya

 

Contoh Sederhana Perhitungan PPh 21

Bapak Agus adalah seorang karyawan status kawin dengan anak 2, dengan asumsi data penghasilan sebagai berikut:

  • Gaji Pokok Rp45 juta

  • Tunjangan transportasi, uang makan dan lain-lain: Rp5 juta

  • Total Penghasilan Bruto: Rp50 juta

  • Membayar Iuran Pensiun Rp1 juta per bulan kepada lembaga dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan.

Berdasarkan data Bapak Agus, maka pajak penghasilan PPh 21 yang harus dibayarkan adalah sebagai berikut:

 

  Gaji Pokok (1 tahun)

 

Rp540.000.000

  Tunjangan

 

Rp60.000.000

  Penghasilan – Bruto

 

Rp600.000.000

     

  Pengurangan (-)

   

  PTKP

 

Rp67.500.000

  Biaya Jabatan*

 

Rp6.000.000

  Iuran Pensiun

 

Rp12.000.000

  Total

 

Rp85.500.000

     

  Penghasilan Kena Pajak – NETTO

 

Rp514.500.000

     

  Pajak PPh Progresif

   

  Sampai dengan Rp50 juta (5%)

= Rp50 juta x 5%

Rp2.500.000

  Rp50 juta s.d. Rp250 juta (15%)

= Rp200 juta x 15%

Rp30.000.000

  Rp250 juta s.d. Rp500 juta (25%)

= Rp250 juta x 25%

Rp62.500.000

  Di atas Rp500 juta (30%)

= Rp14,5 juta x 30%

Rp4.350.000

  Total Pajak Per Tahun

 

Rp99.350.000

  Angsuran Pajak PPh Per Bulan

 

Rp8.280.000

 

*Besaran biaya jabatan adalah sebesar 5% dari penghasilan bruto dan setinggi-tingginya Rp500.000 (sebulan) atau Rp6.000.000 (setahun).

Demikian perhitungan PPh 21 Bapak Agus yang berpenghasilan lebih dari Rp500 juta setahun. Sebagai catatan, perhitungan di atas dibuat dengan asumsi Bapak Agus sudah memiliki nomor pokok wajib pajak (NPWP).

Apabila beliau tidak memiliki NPWP maka Bapak Agus akan dikenakan biaya tambahan 20% dari perhitungan normal.