faktur pajak

Cara Mudah dan Praktis Mengisi Faktur Pajak

Faktur pajak dan pajak berhubungan satu sama lain dalam konteks pembayaran pajak oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP). Tiap tahun, para pengusaha wajib mengisi faktur keperluan pembayaran pajak. Pajak sendiri merupakan salah satu pendapatan negara yang jika pengelolaannya berlangsung dengan efektif akan mensejahterakan masyarakat. 

Total dari pengumpulan pajak akan digunakan untuk pengembangan dan pemeliharaan fasilitas umum, subsidi pendidikan, pemerataan pembangunan nasional. Berikut ini adalah pembahasan mengenai apa itu faktur pajak, jenis-jenis dan bagaimana cara mengisi nya!

 

Pengertian Faktur Pajak

Dikutip dari onlinepajak.com, Faktur Pajak adalah bukti pungutan pajak Pengusaha Kena Pajak (PKP), yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) atau penyerahan Jasa Kena Pajak (JKP). Artinya, ketika PKP menjual suatu barang atau jasa kena pajak, ia harus menerbitkan Faktur Pajak sebagai tanda bukti dirinya telah memungut pajak dari orang yang telah membeli barang atau jasa kena pajak tersebut. 

Pada dasarnya, semua barang atau jasa kena pajak yang diperjualbelikan telah dikenai pajak disamping harga pokok yang ditetapkan. PKP adalah pengusaha yang melakukan penyerahan barang kena pajak dikenai Pajak Pertambahan Nilai (PPN). PKP harus melalui persetujuan terlebih dahulu oleh DJP, dengan beberapa persyaratan tertentu.

 

Baca Juga: Tata Cara Menghitung Penghasilan Tidak Kena Pajak

 

Jenis Faktur Pajak

Berikut ini adalah jenis-jenis faktur pajak :

 

Faktur Pajak Keluaran

Faktur pajak keluaran dibuat oleh Pengusaha Kena Pajak ketika melakukan penjualan terhadap barang atau jasa maupun barang mewah kena pajak. 

 

Faktur Pajak Masukkan 

Faktur jenis ini berasal dari transaksi oleh PKP yang melakukan pembelian barang atau jasa kena pajak dari PKP lain. 

 

Faktur Pajak Pengganti

Faktur pajak pengganti berdasarkan kesalahan pengisian dalam pengisian faktur pajak yang faktur nya telah terbit sebelumnya kecuali kesalahan pengisian NPWP. Maka, faktur ini berisi pembetulan dari data faktur pajak yang keliru sebelumnya.

 

Faktur Pajak Gabungan

Faktur pajak gabungan adalah faktur yang diisi oleh PKP mencakup penyerahan semua barang atau jasa kena pajak yang serupa dalam satu bulan. 

 

Faktur Pajak Digunggung

Faktur pajak jenis ini agak spesial, karena pengisiannya hanya boleh dilakukan oleh PKP pedagang eceran dan tidak boleh diisi dengan identitas pembeli, nama, dan tanda tangan penjual. 

 

Faktur Pajak Cacat

Faktur pajak cacat adalah faktur yang tidak diisi dengan lengkap dan tanpa tanda tangan jelas. Faktur pajak cacat bisa dikoreksi dengan menggunakan faktur pajak pengganti. 

 

Faktur Pajak Batal

Faktur pajak dapat dibatalkan jika ada pembatalan transaksi oleh PKP. Jika kesalahan informasi (kecuali NPWP) dalam faktur dapat diatasi dengan faktur pajak pengganti, maka faktur pajak batal khusus digunakan pula ketika kesalahan pengisian NPWP dalam faktur pajak.

 

Mengapa Faktur Pajak Penting untuk Perusahaan? 

Keberadaan dari bukti pemungutan pajak ini sangatlah berguna bagi pihak Pengusaha Kena Pajak (PKP). Keberadaan faktur membantu PKP ketika hendak melakukan penyetoran, pemungutan, dan pelaporan sesuai aturan yang berlaku. 

Jika dalam membuat bukti sebuah pemungutan pajak terjadi kesalahan, maka faktur pajak dapat digunakan oleh PKP sebagai bukti valid. Karena jika terjadi kesalahan dalam pemungutan pajak, hal itu akan merugikan pihak PKP sendiri.

 

Baca Juga: Kenali Layanan Pajak Online Indonesia

 

Cara Mengisi Faktur Pajak  

Mengisi faktur pajak sebenarnya tidak terlalu sulit. Namun, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan saat hendak mengisi faktur. Berikut ini adalah tahapan nya:

 

Tahap Pertama

  1. Masukkan nomor seri dan kode faktur dari DJP beserta nama, NPWP Perusahaan Kena Pajak pada kolom PKP
  2. Pada kolom pembeli BKP atau penerima JKP, tuliskan nama, alamat, dan NPWP perusahaan yang membeli atau menerima barang atau jasa kena pajak

Tahapan Kedua

  1. Masukkan nomor urut sesuai urutan jumlah barang atau jasa kena pajak beserta nama barang atau jasa 
  2. Di kolom harga jual, masukkan nominal harga penggantian atau uang muka

Tahapan Ketiga

  1. Memasukkan total harga keseluruhan pada kolom harga jual atau penggantian, uang muka, dan termin. 
  2. Di kolom harga jual atau penggantian, uang muka, atau termin, masukkan keseluruhan total harga 
  3. Total nilai potongan BKP/JKP ditulis setelah dikurangi dengan potongan harga. Jika terjadi penerimaan uang muka sesuai penyerahan BKP/JKP, nominal uang ditulis pada kolom nilai uang muka yang telah diterima
  4. Keseluruhan jumlah penggantian atau harga dikurangi dengan potongan harga dan uang muka yang telah diterima, ditulis pada kolom Dasar Pengenaan Pajak
  5. Pada kolom PPN, tulis jumlah PPN 10% yang terutang
  6. Kolom PPnBM (Pajak Penjualan Atas Barang Mewah) hanya diisi bila terjadi penyerahan barang mewah
  7. Terakhir,isi identitas pejabat yang dipilih perusahaan pada bagian kolom nama, tanda tangan, dan stempel, Selanjutnya, isi bagian kolom nama, tanda tangan, serta stempel dari pejabat yang ditunjuk perusahaan

 

E-Faktur : Solusi Mudah isi Faktur Pajak

Untuk meningkatkan kemauan dan kemudahan untuk melakukan pembayaran pajak terutama Pengusaha Kena Pajak (PKP), sekarang pemerintah telah menerbitkan faktur elektronik atau e-faktur. Faktur elektronik  adalah salah satu cara baru pemerintah untuk membuat orang sadar akan pentingnya membayar pajak untuk menciptakan masyarakat taat pajak demi meningkatkan pembangunan negara.

Penggunaan E-Faktur diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-16/PJ/2014 mengenai Tata Cara Pembuatan dan Pelaporan Faktur Pajak Berbentuk Elektronik. Untuk mengisi E-Faktur, PKP cukup perlu mengunjungi laman resmi dan mengisi beberapa data yang diminta. Berkat semua kemudahan dalam membayar pajak, sudah tidak ada lagi alasan untuk menunda membayar pajak!