penghasilan tidak kena pajak

Membahas Penghasilan Tidak Kena Pajak: Besaran dan Cara Hitungnya

Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) adalah besaran total penghasilan seorang karyawan yang dibebaskan dari PPh 21.

Seperti yang diketahui, pajak adalah kontribusi dari masyarakat yang dilakukan untuk menstimulasi dan membangun perekonomian.

Untuk wajib pajak dengan penghasilan dibawah Rp 54.000.000 per tahun, tidak diwajibkan untuk membayar pajak atau termasuk sebagai penghasialn yang tidak kena pajak.

Tetapi, perusahaan atau karyawan sebagai wajib pajak harus melaporkan penghasilan mereka secara rutin melalui SPT tahunan.

 

Besaran Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) 2022?

Besaran PTKP tiap periode tertentu selalu berubah mengikuti perkembangan ekonomi dan biaya hidup di  Indonesia.

Hal ini dimaksudkan agar wajib pajak mampu melaksanakan kewajibannya untuk membayar pajak tanpa memberatkan secara berlebihan wajib pajak itu sendiri. Dihimpun dari laman pajak.go.id,  di bawah ini adalah tabel besaran Penghasilan Tidak Kena Pajak per tahun untuk tahun 2021.

 

PTKP untuk Wajib Pajak Tidak Kawin (TK/0, TK/1, TK2 dan TK/3)

Di bawah ini adalah penjelasan mengenai penghasilan tidak kena pajak (PTKP) wajib pajak yang belum menikah atau dikenal juga sebagai TK/ (Tidak Kawin). Mulai dari  TK/0,TK/1,TK2 dan TK/3.

TK/0 adalah wajib pajak yang belum menikah dan tidak memiliki tanggungan berupa anggota keluarga.

Sedangkan TK/1 adalah wajib pajak yang belum menikah tetapi memiliki 1 tanggungan, Selanjutnya TK/2 belum menikah tetapi memiliki 2  tanggungan dan terakhir TK/3 belum menikah dan memiliki 3 tanggungan.

yang termasuk tanggungan adalah anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat, yang menjadi ditanggung sepenuhnya, maksimal 3 (tiga) orang untuk satu keluarga.

Berikut Rinciannya:

 

Status Wajib PajakPenghasilan Pertahun
TK/0Rp54.000.000
TK/1Rp58.500.000
TK/2Rp63.000.000
TK/3Rp67.500.000

 

Baca Juga: Manfaat Pajak dan Jenis-jenisnya di Indonesia

 

Penghasilan Tidak Kena Pajak untuk Wajib Pajak Menikah (K/0, K/1, K/2, K/3)

Sementara untuk wajib pajak yang sudah menikah, penghasilan tidak kena pajak memiliki perhitungan yang berbeda.

Ketentuan untuk wajib pajak ini adalah wajib pajak sudah menikah dan bekerja sementara istrinya tidak bekerja. Tanggungan yang ditanggung dalam PTKP untuk wajib pajak yang sudah menikah dan istri tidak bekerja adalah maksimal 3 anak.  

Berikut ini Rinciannya:

Status Wajib PajakPenghasilan Pertahun
K/0Rp58.500.000
K/1Rp63.000.000
K/2Rp67.500.000
K/3Rp72.000.000

 

PTKP Wajib Pajak Menikah dan Istri Bekerja (K/I/0,  K/I/1,  K/I/2,  K/I/3)

JIka wajib pajak sudah menikah dan bekerja namun istri memutuskan untuk bekerja, perhitungan penghasilan tidak kena pajak dapat digabung.

Besaran jumlah anak yang ditanggung dalam perhitungan PTKP pun sama dengan wajib pajak kawin dengan istri tidak bekerja, yaitu maksimal 3 anak. 

Berikut ini Rinciannya:

Status Wajib PajakPenghasilan Pertahun
K/I/0Rp108.000.000
K/I/1Rp112.500.000
K/I/2 Rp117.000.000
K/I/3Rp121.500.000

 

Contoh Kasus Menghitung Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)

penghasilan tidak kena pajak
Ilustrasi Menghitung Penghasilan Tidak Kena Pajak

 

PTKP untuk Wajib Pajak Tidak Kawin

Willian adalah fresh graduate dengan penghasilan bulanan Rp4.500.000 tiap bulannya. Ia memutuskan untuk melajang karena menilai dirinya belum begitu mapan.

Willian sendiri adalah perantau asal Surabaya dan tidak memiliki tanggungan dari keluarga.

Karena willian belum menikah dan tidak memiliki tanggungan maka patokan dasar perhitungan PTKP yang digunakan adalah TK/0 sebesar Rp Rp54.000.000

 

PTKP untuk Wajib Pajak Menikah

Pak Anton dan Bu Aulia adalah pasangan suami istri yang sudah menikah 3 tahun. Pernikahan mereka dikaruniai 1 orang anak perempuan yang baru berumur 1 tahun. Pak Anton bekerja sebagai staff administrasi dengan gaji perbulan sebesar Rp 7.000.000.

Sedangkan Bu Aulia memutuskan fokus untuk menjadi ibu rumah tangga untuk mengurus buah hati mereka. 

 

Baca Juga: Jenis-Jenis Tugas Administrasi dalam Perusahaan

 

Gaji PerbulanTotal Bulan Selama SetahunTotal Gaji Per Tahun
Rp 7.000.00012Rp84.000.000

 

Bila dihitung, gaji tiap tahun Pak Anton adalah Rp 7000.000 x 12 = Rp84.000.000.

Jumlah tersebut dapat digolongkan kepada penghasilan tidak kena pajak untuk wajib pajak menikah dengan ketentuan istri tak bekerja dan tanggungan anak berjumlah 1 anak.

 

Maka, besar  PTKP yang berlaku untuk Pak Anton adalah Rp63.000.000. 

Untuk penghasilan Pak Anton yang akan dikenai pajak, cukup tinggal dihitung dengan sederhana yaitu total gaji tiap tahun dikurangi golongan PTKP. 

 

Gaji SetahunBesaran PTKP BerlakuPenghasilan Dikenakan Pajak
Rp84.000.000Rp 63.000.000Rp 21.000.000

 

Rp84.000.000 – Rp 63.000.000 =  Rp 21.000.000

Sehingga penghasilan Pak Anton yang dikenai pajak PPh 21 adalah Rp 21.000.000.

 

PTKP Wajib Pajak Menikah dan Istri Bekerja

Pak Edo bekerja di suatu perusahaan swasta dan telah menikah dengan Bu Sisil yang juga bekerja di perusahaan swasta lainnya.

Mereka menikah selama 2 tahun dan belum dikaruniai momongan. Pak Edo memiliki penghasilan sebesar Rp 8000.000 tiap bulannya dan Bu Sisil memiliki penghasilan sebesar Rp 5.000.000 perbulan.

 

Jika dihitung, penghasilan Pak Edo per tahun adalah Rp 8000.000 x 12 = Rp 96.000.000 

Sementara penghasilan Bu Sisil per tahun adalah Rp 5000.000 x 12 = Rp 60.000.000. 

Jika penghasilan mereka digabung, maka jumlahnya adalah Rp 96.000.000 + Rp 60.000.000 = Rp 156.000.000. 

 

Gaji PerbulanTotal Bulan Selama SetahunTotal Gaji Per Tahun
Rp 8000.00012Rp 96.000.000
Rp 5.000.00012Rp 60.000.000
Total Penghasilan Suami Istri SetahunRp 156.000.000

 

 

Karena belum memiliki anak, maka penghasilan tidak kena pajak untuk Pak Edo dan Bu Sisil adalah Rp112.500.000 yaitu untuk golongan wajib pajak kawin dengan istri bekerja dan belum memiliki anak. 

 

Gaji SetahunBesaran PTKP BerlakuPenghasilan Dikenakan Pajak
Rp 156.000.000Rp112.500.000Rp 43.500.000

 

Untuk penghasilan tahunan yang akan dikenai pajak, dapat dihitung Rp 156.000.000 – Rp 112.500.000 = Rp 43.500.000

Maka, penghasilan kena pajak mereka adalah Rp 43.500.000.

 

Menghitung PTKP cukup mudah, bukan?

Namun, bayangkan jika perusahaan harus menghitung Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) untuk banyak karyawan dengan kondisi yang berbeda-beda. Pasti akan memberatkan bahkan memakan waktu yang lama.

 

payroll

 

LinovHR memiliki solusi untuk menghitung PPTK seluruh karyawan dengan otomatis. Dengan adanya Software Payroll LinovHR, perhitungan PTKP sudah dikalkulasi secara otomatis.

Tak cuma PTKP, perhitungan pajak PPh 21 dan juga potongan BPJS juga dapat dikalkulasi secara otomatis dalam Software Payroll Tersebut. Semua perhitungan tersebut akan menghasilkan informasi jumlah gaji bersih atau take home pay.

Sudah tidak mau ribet dengan perhitungan manual?

Yuk, beralih ke Software Payroll LinovHR! Ajukan demo secara gratis.