ptkp

Tata Cara Menghitung Penghasilan Tidak Kena Pajak

Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) adalah besaran total penghasilan seorang karyawan yang dibebaskan dari PPh 21. Seperti yang diketahui, pajak adalah kontribusi dari masyarakat yang dilakukan untuk menstimulasi dan membangun perekonomian. Untuk wajib pajak dengan penghasilan dibawah Rp 54.000.000 per tahun, tidak diwajibkan untuk membayar pajak. Tetapi, perusahaan atau karyawan sebagai wajib pajak harus melaporkan penghasilan mereka secara rutin melalui SPT tahunan. 

 

Besaran Penghasilan Tidak Kena Pajak

Besaran PTKP tiap periode tertentu selalu berubah mengikuti perkembangan ekonomi dan biaya hidup di  Indonesia. Hal ini dimaksudkan agar wajib pajak mampu melaksanakan kewajibannya untuk membayar pajak tanpa memberatkan secara berlebihan wajib pajak itu sendiri. Dihimpun dari laman pajak.go.id,  di bawah ini adalah tabel besaran Penghasilan Tidak Kena Pajak per tahun untuk tahun 2020.

 

Penghasilan Tidak Kena Pajak untuk Wajib Pajak Tidak Kawin

Di bawah ini adalah penjelasan mengenai wajib pajak yang belum menikah. Yang dimaksud dengan TK/0 adalah wajib pajak yang belum menikah dan tidak memiliki tanggungan berupa anggota keluarga. Wajib Pajak memiliki besaran penghasilan tidak kena pajak dapat menanggung sampai 3 tanggungan anggota keluarga lainnya yang bukan merupakan hasil dari pernikahan. Misalnya saudara atau orang tua. 

TK/0

Rp54.000.000

TK/1

Rp58.500.000

TK/2

Rp63.000.000

TK/3

Rp67.500.000

Baca Juga: Manfaat Pajak dan Jenis-jenisnya di Indonesia

 

Penghasilan Tidak Kena Pajak untuk Wajib Pajak Menikah

Sementara untuk wajib pajak yang sudah menikah, penghasilan tidak kena pajak memiliki perhitungan yang berbeda. Ketentuan untuk wajib pajak ini adalah wajib pajak sudah menikah dan bekerja sementara istrinya tidak bekerja. Tanggungan yang ditanggung dalam penghasilan tidak kena pajak untuk wajib pajak yang sudah menikah dan istri tidak bekerja adalah maksimal 3 anak.  

 

K/0

Rp58.500.000

K/1

Rp63.000.000

K/2

Rp67.500.000

K/3

Rp72.000.000

 

Penghasilan Tidak Kena Pajak Wajib Pajak Menikah dan Istri Bekerja

JIka wajib pajak sudah menikah dan bekerja namun istri memutuskan untuk bekerja, perhitungan penghasilan tidak kena pajak dapat digabung. Besaran jumlah anak yang ditanggung dalam perhitungan penghasilan tidak kena pajak pun sama dengan wajib pajak kawin dengan istri tidak bekerja, yaitu maksimal 3 anak. 

 

K/I/0

Rp108.000.000

K/I/1

Rp112.500.000

K/I/2

Rp117.000.000

K/I/3

Rp121.500.000

 

Contoh Kasus Menghitung Penghasilan Tidak Kena Pajak

Penghasilan Tidak Kena Pajak untuk Wajib Pajak Tidak Kawin

Willian adalah fresh graduate dengan penghasilan bulanan Rp4.500.000 tiap bulannya. Ia memutuskan untuk melajang karena menilai dirinya belum begitu mapan. Willian sendiri adalah perantau asal Surabaya dan tidak memiliki tanggungan dari keluarga. Maka patokan dasar perhitungan PTKP yang digunakan adalah TK/0 untuk wajib pajak yang tidak kawin dan tidak memiliki tanggungan keluarga sebesar Rp Rp54.000.000. 

 

Penghasilan Tidak Kena Pajak untuk Wajib Pajak Menikah

Pak Anton dan Bu Aulia adalah pasangan suami istri yang sudah menikah 3 tahun. Pernikahan mereka dikaruniai 1 orang anak perempuan yang baru berumur 1 tahun. Pak Anton bekerja sebagai staff administrasi dengan gaji perbulan sebesar Rp 7000.000. Sedangkan Bu Aulia memutuskan fokus untuk menjadi ibu rumah tangga untuk mengurus buah hati mereka. 

 

Baca Juga: Jenis-Jenis Tugas Administrasi dalam Perusahaan

Bila dihitung, gaji tiap tahun Pak Anton adalah Rp 7000.000 x 12 = Rp84.000.000. Jumlah tersebut dapat digolongkan kepada penghasilan tidak kena pajak untuk wajib pajak menikah dengan ketentuan istri tak bekerja dan tanggungan anak berjumlah 1 anak. Maka,besar  penghasilan tidak kena pajak yang berlaku untuk Pak Anton adalah Rp63.000.000. 

Untuk penghasilan Pak Anton yang akan dikenai pajak, cukup tinggal dihitung dengan sederhana yaitu total gaji tiap tahun dikurangi golongan penghasilan tidak kena pajak. 

 

Rp84.000.000 – Rp 63.000.000 =  Rp 21.000.000

 

Sehingga penghasilan Pak Anton yang dikenai pajak PPh 21 adalah Rp 21.000.000

 

Penghasilan Tidak Kena Pajak Wajib Pajak Menikah dan Istri Bekerja

Pak Edo bekerja di suatu perusahaan swasta dan telah menikah dengan Bu Sisil yang juga bekerja di perusahaan swasta lainnya. Mereka menikah selama 2 tahun dan belum dikaruniai momongan. Pak Edo memiliki penghasilan sebesar Rp 8000.000 tiap bulannya dan Bu Sisil memiliki penghasilan sebesar Rp 5.000.000 perbulan. Jika dihitung, penghasilan Pak Edo per tahun adalah Rp 8000.000 x 12 = Rp 96.000.000 dan Bu Sisil per tahun adalah Rp 5000.000 x 12 = Rp 60.000.000. 

Jika penghasilan mereka digabung, maka jumlahnya adalah Rp 96.000.000 + Rp 60.000.000 = Rp 156.000.000. 

Karena belum memiliki anak, maka penghasilan tidak kena pajak untuk Pak Edo dan Bu Sisil adalah Rp112.500.000 yaitu untuk golongan wajib pajak kawin dengan istri bekerja dan belum memiliki anak. 

Untuk penghasilan tahunan yang akan dikenai pajak, dapat dihitung Rp 156.000.000 – Rp 112.500.000 = Rp 43.500.000. Maka, penghasilan kena pajak mereka adalah Rp 43.500.000.

Menghitung Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) cukup mudah, bukan? Namun, bayangkan jika perusahaan harus menghitung Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)  untuk banyak karyawan dengan kondisi yang berbeda-beda. Pasti akan memberatkan bahkan memakan waktu yang lama. Software Payroll dapat menghitung Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) secara otomatis tanpa menyita waktu banyak. LinovHR memiliki solusi untuk menghitung PPTK seluruh karyawan dengan otomatis. Yuk, beralih ke Software Payroll LinovHR!