komunikasi asertif

Cara Menguasai Komunikasi Asertif Agar Komunikasi Selalu Lancar

Pernahkah Anda mengalami komunikasi yang tak lancar saat berhubungan dengan rekan sekantor? Nah, ini adalah tanda bahwa Anda butuh mempelajari dan menggunakan komunikasi asertif. Orang yang mampu menggunakan pola komunikasi ini dapat menyampaikan aspirasi atau opininya dengan lancar tanpa perlu menyinggung orang lain. Dengan begitu konflik pun dapat dihindari. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan di bawah ini! 

 

Pengertian Komunikasi Asertif

Sebelum memahami komunikasi asertif, Anda harus memahami apa itu asertif. Menurut Kamus Besar Bahasa indonesia (KBBI), asertif adalah ketegasan. Bisa dibilang, bahwa komunikasi asertif adalah gaya berkomunikasi yang tegas dan lugas tetapi tetap mempertimbangkan perasaan dan kondisi lawan bicara. Pola komunikasi ini melibatkan 3C, yaitu:

  1. Confidence  (Percaya diri). Anda harus percaya dengan kemampuan diri Anda untuk menghadapi situasi ini.  
  2. Clear (Jelas). Pastikan bahwa semua apa yang ingin disampaikan jelas dan mudah dipahami agar tidak terjadi miskomunikasi.
  3. Controlled (Terkontrol). Anda adalah pihak yang menyampaikan informasi dan mengontrol emosi dengan tenang.

 

Penggunakan pola komunikasi yang tegas bisa membantu karyawan dalam menghadapi tantangan kerja sehari-hari. Contohnya, karyawan A bekerja bersama rekannya dan rekannya tersebut melakukan kesalahan. Karyawan A harus dengan tegas menjelaskan bagaimana letak kesalahan rekannya tersebut tanpa membuat perasaan si rekan menjadi down atau tertekan serta mengajaknya untuk berdiskusi mengenai penyelesaian terbaik. Cara ini sangat efektif dibandingkan karyawan A harus marah-marah secara emosional yang justru akan menghasilkan konflik lebih besar. 

 

Manfaat Komunikasi Asertif

Bersikap tegas dengan cara yang benar di tempat kerja dapat memberikan banyak keuntungan bagi Anda, rekan kerja, dan perusahaan secara keseluruhan. Manfaat komunikasi asertif di tempat kerja antara lain:

 

Kepercayaan diri meningkat

Saat Anda semakin mengenal nilai yang ditawarkan dan siapa diri Anda, secara tidak langsung Anda akan merasa lebih baik dan percaya diri. Ketika Anda merasa jauh percaya diri, kinerja pun juga akan meningkat dengan sendirinya.

 

Berkontribusi Lebih Baik

Ketika setiap karyawan berkomunikasi dengan positif bahkan saat pemberian feedback atau review kinerja, karyawan dapat berkontribusi secara aktif dan lebih baik. Ketegasan membantu Anda memastikan komunikasi positif selalu ada dalam tim dan setiap karyawan termasuk Anda berkontribusi pada proses secara keseluruhan.

 

Mampu Mengelola Stress

Ketika Anda lebih tegas, Anda merasa percaya diri dalam mengungkapkan kekhawatiran dan mampu berkontribusi secara aktif untuk menyelesaikan masalah. Anda jauh lebih tenang mengatasi masalah baik  interpersonal dan masalah kinerja yang muncul. Semua itu dapat meminimalkan stres dan menciptakan lingkungan kerja yang sehat bagi semua orang.

Cara Menguasai Komunikasi Asertif

Ketegasan adalah jenis perilaku yang digunakan untuk mengekspresikan kebutuhan seseorang dengan cara yang sehat dan profesional. Bersikap tegas dapat bermanfaat dalam berbagai lingkungan sosial. Bagi Anda yang merasa kurang tegas atau selalu merasa “tidak enakan”, cara menguasai komunikasi asertif dapat dipelajari dengan mudah. 

 

Tingkatkan kepercayaan diri Anda

Mengembangkan kepercayaan diri sangat penting untuk belajar menjadi tegas. Kepercayaan diri membantu Anda merasa nyaman mengadvokasi diri sendiri daripada dibimbing oleh pandangan dan opini orang lain. Salah satu cara untuk lebih percaya diri adalah dengan menerima kelemahan dan memahami kelebihan yang ada dalam diri Anda. Namun, bukan berarti kelemahan tersebut akan dibiarkan. Anda harus menerima kelemahan diri Anda barulah Anda mencari cara bagaimana cara mengatasi kelemahan tersebut.  Mengakui bahwa perasaan, kebutuhan, hak, dan kontribusi pribadi sama pentingnya dengan memahami orang lain. .

 

Jangan Takut Bilang ”Tidak”

Bekerja secara profesional pasti menjadi keinginan semua orang. Namun, Anda harus memahami bahwa Anda tidak selalu bisa menyenangkan semua orang. Demikian juga saat Anda mendapatkan tugas atau pekerjaan di kantor.  Jika Anda mendapatkan tugas atau pekerjaan yang sekiranya tidak bisa Anda kuasai, beranikan diri untuk berkata “tidak”. 

 

Baca Juga: Bagaimana Cara Menerapkan Team Management & Kelola Kinerja Tim?

 

Komunikasi yang tegas tidak selalu berkaitan dengan mengatakan apa diinginkan, tetapi berhubungan juga dengan menolak permintaan orang lain tanpa melukai perasaan orang tersebut.  Penting untuk mengetahui jobdesk agar Anda bisa mengelola prioritas pekerjaan dengan benar. Jika memang perlu dikerjakan, mintalah bantuan dari sesama rekan agar beban kerja tidak menumpuk. 

 

Perhatikan Nada Bicara

Nada bicara sangat mempengaruhi persepsi orang lain. HIndari nada bicara yang tinggi karena hanya akan membuat orang lain mengira Anda sedang emosi. Jelaskan apa yang Anda inginkan dengan nada bicara santai tetapi jelas.  Saat Anda menggunakan nada tinggi untuk meminta sesuatu, lawan bicara akan merasa risih dan tidak nyaman untuk berkomunikasi dengan Anda. 

 

performance review

Pahami Inti Diskusi

Anda harus memahami inti dari diskusi atau komunikasi yang Anda lakukan bersama rekan kerja. Jika Anda tidak mendapatkan apa yang Anda inginkan untuk diskusi pertama kalinya, jangan menyerah. Lanjutkan diskusi dengan tenang hingga masalah terselesaikan. Ajukan pertanyaan yang lebih dalam, dengarkan dengan lebih cermat, dan carilah opsi lain demi kepentingan bersama. 

 

Baca Juga: Cara Kritik Rekan Kerja dengan Peer to Peer Review

 

Gunakan Body Language 

Kontak mata, gestur, mimik wajah, dan reaksi Anda semuanya berperan dalam bersikap asertif. Jika bahasa tubuh Anda terlalu agresif seperti menyilangkan tangan di depan,  orang di sekitar Anda berpikir bahwa Anda orang yang tertutup dan justru merasa tidak dihargai. Kombinasi body language yang sesuai, nada bicara yang tepat, dan waktu yang sesuai dapat memperkuat komunikasi yang lebih efektif.  

 

Gunakan Bahasa yang Asertif

Bagaimana bahasa yang asertif tersebut? Gunakan kata “saya” seperti “Saya ingin”, “Saya perlu” atau “Saya merasa” untuk menyampaikan pernyataan dan menyampaikan maksud Anda dengan tegas. Akan tetapi, jangan bersikap egois dan cobalah untuk mengenali dan memahami bagaimana orang lain memandang situasi tersebut. Setelah mempertimbangkan sudut pandang mereka, ungkapkan apa yang Anda butuhkan dari mereka. 

 

Catat Apa yang Ingin Dikatakan

Jika Anda kesulitan menyampaikan perasaan dengan jelas dan percaya diri, mungkin ada baiknya mencatat apa yang Anda ingin bicarakan. Cara ini membuat Anda lebih siap untuk berbicara sehingga Anda tidak meraba-raba apa yang harus dikatakan. Tulisnya dengan sederhana dengan panduan berikut ini:

  1. Konteks: Beritahu orang lain dengan tepat bagaimana Anda melihat situasi atau masalahnya.
  2. Perasaan: Jelaskan bagaimana perasaan Anda tentang situasi tersebut dan ungkapkan perasaan dengan jelas.
  3. Kebutuhan: Beritahu orang lain apa yang Anda butuhkan dari mereka, dan jangan menganggap mereka tahu apa yang Anda inginkan agar tidak ada asumsi. 
  4. Konsekuensi: Jelaskan mengenai dampak positif jika permintaan Anda dipenuhi terhadap perusahaan dan kinerja secara keseluruhan. .

 

Dengan cara-cara di atas, Anda dapat mengembangkan komunikasi yang lebih lancar dengan rekan kantor. Sehingga kinerja tim menjadi efektif dan efisien karena tak perlu bersinggungan dengan konflik. Secara keseluruhan, lingkungan perusahaan yang sehat akan tercipta berkat komunikasi asertif. Demikianlah penjelasan mengenai komunikasi asertif. Semoga dapat membantu!