competency model

Competency Model: Bentuk Kompetensi Sesuai Kebutuhan Perusahaan

Kinerja karyawan dipengaruhi dengan kompetensi yang ada dalam dirinya. Maka dari itu perusahaan dan HRD selalu menggunakan berbagai upaya untuk mengelola karyawan. HRD dapat menggunakan competency model sebagai salah satu sarana dalam pengelolaan kompetensi karyawan.  Masih asing dengan istilah ini? Simak ulasan di bawah ini! 

 

Apa itu Competency Model?

Competency model adalah pedoman yang dikembangkan oleh Human Resource Department (HRD) untuk menetapkan keterampilan, pengetahuan, dan perilaku khusus dari seorang karyawan untuk melakukan pekerjaannya dengan sukses. Dapat dikatakan jika competency model menjadi standarisasi tersendiri bagi kompetensi minimal yang harus dikuasai karyawan. 

Competency model sering dikira serupa dengan job description. Keduanya tampaknya menggambarkan apa yang harus dilakukan seorang karyawan terhadap pekerjaannya. Tetapi kedua hal tersebut berbeda.  Perbedaannya adalah job description berisi ringkasan umum dari keterampilan yang dibutuhkan untuk suatu pekerjaan, sedangkan competency model memberikan perilaku spesifik yang harus dilakukan oleh seorang karyawan.

 

performance review

Manfaat Competency Model

Keberhasilan kinerja yang lebih besar telah dikaitkan dengan organisasi dengan model kompetensi yang ditentukan secara menyeluruh. Dalam survei mengenai kompetensi yang dirilis oleh Society for Human Resource Management (SHRM), 93% dari 500 jajaran eksekutif perusahaan mengklaim bahwa model ini penting untuk keberhasilan kinerja organisasi Berikut adalah manfaat untuk perusahaan: 

  1. Menetapkan arah konkret untuk kinerja tenaga kerja yang selaras dengan tujuan dan strategi organisasi;
  2. Membantu HRD melalui pemahaman konkret tentang semua kemampuan dan keterampilan karyawan;
  3. Mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran & pengembangan karyawan yang lebih akurat;
  4. Memungkinkan karyawan untuk mengembangkan secara mandiri keterampilan dan perilaku yang diperlukan;
  5. Memantau keterampilan yang dimiliki karyawan untuk strategi dan perencanaan di periode yang akan datang;
  6. Menyediakan sistem pengukuran yang konsisten dan adil untuk evaluasi kinerja.

 

Baca Juga: 8 Masalah Bekerja dari Rumah yang Dihadapi HRD

 

Jenis Competency Model

Jenis kompetensi yang dimasukkan ke dalam competency model bergantung pada kebutuhan spesifik pekerjaan. Misalnya, kompetensi yang didaftarkan untuk seorang akuntan akan jauh berbeda dengan seorang programmer.  Dalam sebuah competency model, terdapat 3 jenis yang akan mengelompokkan kompetensi, yaitu: 

 

Kompetensi inti

Kompetensi inti mencakup keterampilan dasar yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk semua karyawan berupa hal-hal dasar yang harus dipenuhi. Sasaran organisasi tercermin dalam kompetensi inti. Contohnya, perusahaan yang berspesialisasi dalam pengiriman paket internasional, kompetensi intinya adalah menjadi penyedia jasa logistik. 

 

Kompetensi fungsional

Kompetensi fungsional adalah keterampilan dan perilaku khusus pekerjaan yang unik untuk setiap peran. Misalnya, kompetensi seorang customer service adalah kemampuan untuk menangani keluhan pelanggan secara efektif. Sementara kompetensi untuk seorang akuntan mungkin adalah kemampuan untuk menganalisis jenis data keuangan tertentu untuk menyiapkan laporan. Kompetensi fungsional harus menggambarkan perilaku atau keterampilan apa yang perlu dilakukan agar karyawan menjadi berkinerja terbaik di posisinya.

 

Kompetensi kepemimpinan

Kompetensi kepemimpinan sering digunakan untuk peran terkait pengawasan di jajaran manajerial. Sebab tidak semua orang mampu memimpin dan mengawasi kinerja orang lain. Contoh dari kompetensi kepemimpinan adalah kemampuan untuk menyelesaikan konflik dan mengambil keputusan. Meskipun diperuntukkan untuk jajaran manajerial, tidak ada salahnya untuk mempelajari kompetensi ini bagi karyawan di jajaran staff.  

 

Baca Juga: Melatih Karyawan Potensial Secara Bertahap dengan Grow Coaching Model

 

Penggunaan Competency Model dalam Pengelolaan Karyawan

Competency model digunakan dalam pengelolaan karyawan dalam sebuah perusahaan. Diharapkan dengan adanya penerapan kompetensi yang mendetail, HRD dapat mengelola karyawan jauh lebih optimal. Adapun aspek pengelolaan karyawan dengan model kompetensi ini adalah sebagai berikut: 

  1. Rekrutmen. Competency model yang dikembangkan sepenuhnya sering digunakan untuk pengembangan rekrutmen. Ketika mereka didefinisikan dengan baik dan jelas, organisasi memiliki peluang lebih baik untuk menemukan kandidat yang lebih cocok.
  2. Manajemen Bakat. Mendefinisikan kompetensi yang jelas dapat menentukan seperti apa kesuksesan kinerja untuk setiap peran dalam sebuah organisasi. Paramete ini membantu HRD untuk menghubungkan fungsi setiap pekerjaan dengan tujuan organisasi dan memastikan bahwa bakat karyawan dikembangkan dengan optimal.
  3. Penilaian Kinerja. Penjabaran soal kompetensi menyediakan kerangka kerja yang diperlukan untuk menilai karyawan dengan benar selama review kinerja. Maka penilaian yang adil dan berimbang dapat terwujud sesuai pekerjaan dari karyawan. 

Perumusan competency model akan semakin baik jika didukung sistem yang saling terintegrasi dalam mengelola karyawan. Software HRD dari LinovHR dapat memudahkan perusahaan mengelola karyawan melalui sentralisasi data dan informasi karyawan dalam satu pusat. Setiap informasi akan terintegrasi satu sama lain dan disimpan dengan aman dan rahasia dalam cloud based server. Untuk informasi lebih lengkap, hubungi LinovHR sekarang juga!