employee asistant program

Employee Assistance Program: Kelola Kesehatan Mental Karyawan

Perusahaan yang semakin berkembang menandakan beban kerja akan ikut bertambah. Sering kali beban kerja yang bertambah tersebut membuat karyawan kewalahan dan akhirnya merasa stress. Kondisi seperti ini bisa membuat karyawan burn out dan menghambat kinerja. Untuk meminimalisir tingkat stress karyawan, perusahaan menyediakan konseling karyawan melalui employee assistance program (EAP). 

 

Apa itu Employee Assistance Program? 

Employee Assistance Program adalah program yang diberikan perusahaan untuk karyawan dengan tujuan untuk membantu memecahkan permasalahan karyawan seputar kesehatan mental. Dengan begitu, ketika karyawan sedang mengalami burnout atau stress karena pekerjaan, hal tersebut tidak akan mempengaruhi kinerja karyawan. Konseling karyawan dapat meminimalisir dan membantu karyawan menemukan solusi terbaiknya. 

Awalnya EAP diawali dengan munculnya program OAP (Occupational Alcoholism Program) di Amerika Serikat. Pada waktu itu banyak karyawan dari perusahaan di Amerika Serikat yang mengalami kecanduan alkohol dan hal itu menghambat kinerja karyawan. Semakin lama, program tersebut meluas ke layanan lain untuk mendukung kesehatan mental di perusahaan melalui konseling karyawan. 

 

Baca Juga: Pentingnya HR Memahami Mental Health Karyawan

 

Manfaat  Employee Assistance Program

EAP dapat membantu mengatasi masalah kesehatan mental karyawan terkait dengan pekerjaannya. Dengan begitu karyawan dapat lebih fokus dan produktif untuk bekerja tanpa terhambat oleh stress dan burnout. Apa saja manfaat lain dari EAP dalam perusahaan? 

 

Meningkatkan Produktivitas

Ketika produktivitas karyawan menurun akibat stress, operasional perusahaan juga akan terganggu.  Namun, dengan bantuan perusahaan melalui konseling, karyawan dapat menyelesaikan masalahnya lebih cepat sehingga bisa kembali fokus bekerja. Tidak hanya membantu meningkatkan produktivitas, konseling karyawan juga membantu untuk memperkuat moral di tempat kerja.

 

Memperkuat Kesehatan Mental Tempat Kerja

Kesehatan mental individu berdampak pada kesehatan mental di tempat kerja. Semakin buruk kondisi kesehatan mental di perusahaan, maka semakin buruk kerja sama tim di dalamnya. Maka sangat penting untuk memastikan karyawan merasa merasa bahagia bekerja dan menjadi bagian dari perusahaan

 

Menarik Kandidat Unggulan

Ini mungkin salah satu manfaat yang tidak terduga dari EAP. Meskipun tujuan utamanya adalah memelihara kesehatan mental karyawan, penerapan EAP dapat menarik kandidat unggulan ketika perusahaan mengadakan rekrutmen. Sebab kandidat memandang perusahaan sebagai tempat yang baik untuk mereka bekerja dan  berkembang.

 

Lingkungan Kerja Positif

Lingkungan kerja yang dipenuhi oleh karyawan yang sering mengalami stres bukanlah lingkungan yang sehat. Sebaliknya, jika organisasi Anda memiliki lingkungan kerja di mana karyawan mampu memelihara kesehatan mentalnya, maka karyawan cenderung loyal dan memiliki tingkat konsentrasi yang tinggi. Hal ini menyebabkan meningkatnya mood selama bekerja serta mempengaruhi karyawan lain juga secara positif.

 

Menurunkan Tingkat Turnover

Tingkat turnover karyawan selalu menjadi sorotan bagi Human Resource Department (HRD). Sebab, turnover karyawan yang tidak terkendali bisa membebani perusahaan dalam melakukan rekrutmen. Di sinilah EAP hadir untuk membantu perusahaan. Tidak hanya membantu untuk membantu karyawan, EAP juga dapat menurunkan tingkat turnover karyawan. Karena implementasi EAP membuat karyawan akan merasa dihargai dan akhirnya memutuskan untuk berkontribusi lebih lama di perusahaan. 

 

Baca Juga: Pengertian & Cara Menghitung Employee Turnover Rate

 

Peranan HRD dalam Employee Assistance Program 

Ada beberapa perusahaan yang mempunyai tim konselor internal. Namun, ada juga perusahan yang tidak mempunyai sumber daya internal yang mendukung. Umumnya perusahaan yang tidak mempunyai sumber daya yang mumpuni akan menggunakan vendor eksternal.

Meskipun demikian, peranan HRD sendiri dalam hal ini sangatlah besar. HRD tetap harus mengawasi dan meneliti seberapa jauh perkembangan konseling. Hal ini sangat berguna untuk evaluasi mengenai program. Dengan begitu HRD dapat menerapkan sistem pengelolaan karyawan yang lebih baik di periode mendatang.

Namun, jika perusahaan memutuskan untuk menggunakan vendor eksternal, HRD wajib menjadi penghubung antara perusahaan dan vendor. HRD bertanggung jawab untuk menentukan kebutuhan EAP perusahaan, memilih vendor, mengelola hubungan, dan melacak hasil dari vendor tersebut. 

Selain memastikan bahwa program berjalan lancar, HRD juga mensosialisasikan program kepada seluruh karyawan dan bagaimana karyawan bisa memanfaatkan EAP. Sebab banyak kejadian ketika suatu perusahaan menerapkan program untuk meningkatkan kualitas karyawan tetapi karyawan tidak memahaminya dengan benar. 

 

LinovHR: Mengelola Karyawan dengan Optimal 

Tidak hanya dengan employee assistance program, pengelolaan karyawan yang optimal pun juga harus dijaga. HRD wajib memastikan bahwa karyawan menerima haknya sesuai dengan perjanjian kinerja. Namun, banyaknya jumlah karyawan sering menjadi hambatan tersendiri bagi tim HRD mengingat jumlah tim HRD dibandingkan karyawan cenderung sedikit. 

LinovHR melalui Software HRD dapat membantu HRD untuk mewujudkan pengelolaan karyawan yang akurat, sistematis, dan terpusat. Mulai dari penggajian, absensi karyawan, penilaian kinerja, rekrutmen, dan sebagainya seputar pengelolaan karyawan bisa tuntas dalam waktu singkat. Semua proses dilakukan secara otomatis sehingga dapat menghemat waktu staf HRD. 

Ketika HRD bisa mengatasi dan mengerjakan kegiatan administrasi lebih cepat, HRD bisa lebih fokus kepada tugas lain yang membutuhkan analisis mendalam seperti employee assistance program. Ingin mencoba Software HRD dari LinovHR? Yuk, hubungi LinovHR sekarang juga!