turnover karyawan

Pengertian & Cara Menghitung Employee Turnover Rate

Karyawan resign dan karyawan baru masuk adalah hal yang wajar. Proses keluar masuk karyawan ini lebih dikenal dengan employee turnover dalam dunia HRD. Namun,  arus employee turnover yang tidak dikendalikan akan berdampak buruk. Untuk mengetahui tingkatan employee turnover, HRD dan perusahaan dapat menghitung employee turnover rate. 

 

Pengertian Employee Turnover Rate

Apa itu employee turnover rate? Singkatnya, Employee turnover rate adalah tingkat keluar masuknya karyawan dalam suatu periode perusahaan. Tingkat employee turnover yang tinggi adalah masalah besar. Ketika karyawan resign, HRD harus segera mencari pengganti posisi yang kosong. Alasan mengapa mencari pengganti karyawan menghabiskan begitu banyak biaya merujuk ke biaya rekrutmen. Kemudian HRD juga harus mempertimbangkan program pelatihan dan pengembangan untuk karyawan baru. Sebab, karyawan yang belum terbiasa bekerja di perusahaan cenderung kurang produktif.

Walau selalu berkonotasi buruk, tingkat employee turnover butuh analisis mendalam. Jika employee turnover tinggi akibat karyawan yang berkinerja buruk keluar dari perusahaan, sebenarnya hal ini bisa menjadi  baik. Namun, jika karyawan terbaik resign, barulah ini merugikan perusahaan. Inilah sebabnya mengapa sulit untuk mendefinisikan tingkat turnover yang sehat. Semua tergantung pada perusahaan dan situasi spesifik yang telah terjadi. Oleh karena itu, pergantian karyawan harus selalu dievaluasi secara kontekstual.

 

Baca Juga: 7 Program Kerja HRD yang Dapat Menurunkan Tingkat Turnover Karyawan

 

Penyebab Employee Turnover Rate Tinggi

Ada berbagai macam mengapa karyawan bisa keluar dalam perusahaan. Umumnya penyebab employee turnover tinggi dikarenakan tindakan HRD dan perusahaan yang kurang sesuai dalam pengelolaan karyawan. Apa saja penyebab tersebut

 

Pemimpin yang Buruk

Karyawan bisa tidak nyaman bekerja di perusahaan jika memiliki atasan yang buruk. Salah satu ciri atasan yang buruk adalah tidak mau mendengar pendapat bawahan. Jika pendapat saja sudah tak didengar, maka karyawan merasa tidak dihargai keberadaannya. Jadi, manajer dan atasan harus berlaku adil dan baik kepada seluruh karyawan.

 

Konflik Antar Karyawan

Selain atasan yang buruk, alasan lain mengapa karyawan banyak yang mengajukan resign adalah konflik antar karyawan. Umumnya konflik bisa terjadi karena miskomunikasi, perbedaan pendapat, gaya kerja yang tidak sesuai, dan lainnya. HRD harus mendeteksi dengan cepat segala pertikaian yang ada dan menyelesaikannya agar tidak meluas. 

 

Pengelolaan Karyawan yang Kurang Maksimal

Bagaimana bisa pengelolaan karyawan yang kurang baik membuat karyawan tidak nyaman? Jawabannya sederhana, pengelolaan yang kurang maksimal membuat karyawan tidak mendapatkan haknya dengan tepat. Contohnya, proses reimbursement manual berjalan lama dan karyawan harus menunggu untuk mendapatkan pencairan dana. Padahal, perusahaan dapat menggunakan Software HRD dari LinovHR untuk meningkatkan kualitas pengelolaan karyawan. 

 

Kurangnya Peluang dan Jenjang Karir

Minimnya jenjang karir adalah faktor lain mengapa banyak karyawan mengundurkan diri. Jika karyawan merasa terjebak dalam pekerjaan, mereka akan mencari posisi yang lebih baik. Karyawan juga lebih memilih perusahaan dengan program pelatihan karir yang memungkinkan mereka menambah keterampilan baru dan membangun resume mereka. Kesempatan pelatihan juga dapat meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam menangani tugas pekerjaan mereka saat ini.

 

Dampak Meningkatnya Employee Turnover Rate

Ada berbagai macam dampak yang timbul ketika tingkat karyawan resign meningkat. Itu artinya, manajerial, pimpinan perusahaan, dan HRD harus mengevaluasi sistem perusahaan agar tidak terulang lagi peristiwa buruk di masa datang. Di bawah ini adalah beberapa dampak negatif dari peningkatan employee turnover rate:  

 

Membuat Buruk Citra Perusahaan

Karyawan yang meninggalkan perusahaan dengan kesan buruk akan menganggap perusahaan tidak kompeten dalam operasional dan kinerja. Kemudian, kabar itu akan meluas keluar perusahaan. Tentu hal seperti ini akan membawa citra buruk bagi perusahaan dan membuat perusahaan kehilangan value-nya. 

 

Menambah Anggaran Rekrutmen

Rekrutmen karyawan baru memerlukan banyak biaya. Mulai dari biaya interview, proses onboarding,  pelatihan karyawan baru, dan lain-lain. Belum lagi jika perusahaan perlu membayar karyawan yang resign.

 

Mengurangi Produktivitas

Tidak mudah untuk menemukan kandidat unggul yang cocok dengan kebutuhan perusahaan. Butuh waktu untuk mengganti karyawan yang resign. Celah waktu antara kehilangan karyawan dan menemukan pengganti akan mengurangi produktivitas tim karena beban kerja bagi setiap karyawan pasti bertambah.

 

Baca Juga: Waspada Demotivasi! Simak 8 Cara Mengatasi Demotivasi

 

Menghitung Employee Turnover rate

Karena employee turnover bukan hal yang sepele, HRD wajib menghitung berapa persen employee turnover rate untuk kemudian dianalisis lebih lanjut. Umumnya, hasil analisis dapat berupa strategi atau perencanaan kinerja HRD di periode mendatang. 

 

Rumus Employee Turnover Rate Bulanan

Untuk menghitung persentase employee turnover bulanan dapat dihitung dengan rumus: 

(jumlah karyawan yang keluar )rata-rata jumlah karyawan x 100

 

Rumus Employee Turnover Rate Tahunan

Sementara untuk mengetahui persentase employee turnover tahunan dapat digunakan rumus: 

jumlah karyawan yamg diterima – jumlah karyawan yang keluar12 (jumlah karyawan awal tahun + jumlah karyawan akhir tahun)x 100

Jika hasil turnover rate tinggi, itu tandanya perusahaan harus membenahi sistem kerja saat ini. Nilai turnover rate juga dapat menjadi laporan yang menunjukkan apakah sistem kerja perusahaan sudah sesuai atau tidak dengan karyawan. Sebab, tingkatan employee turnover rate sangat berhubungan dengan kepuasan kinerja karyawan. 

Sudah menjadi kewajiban bagi HRD mempertahankan karyawan potensial dengan baik dan benar. Dengan menghitung dan menganalisis employee turnover rate dengan benar, HRD dapat merumuskan strategi yang lebih jitu untuk pengelolaan karyawan.  Untuk mengelola karyawan dengan efektif dan efisien diperlukan Software HRD LinovHR yang dapat membantu HRD mengotomatisasi dan mendokumentasi segala tugas yang bersifat administratif seperti penyimpanan data rekrutmen, penggajian, reimbursement, dan lain-lain. Dengan begitu kinerja HRD lebih efektif dan efisien sehingga punya waktu lebih untuk melakukan analisis yang mendalam