Fair Chance Hiring: Keuntungan dan Cara Menerapkannya di Perusahaan

.

Newslater

Newsletter

Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini :

fair chance hiring
Isi Artikel

Prinsip keadilan sejatinya harus diterapkan dalam setiap aspek perusahaan, termasuk rekrutmen. Rekrutmen yang menjunjung keadilan dilakukan untuk memberi kesempatan yang sama terhadap semua kandidat untuk dapat bekerja, terlepas dari latar belakangnya.

Salah satu sistem rekrutmen yang menerapkan keadilan adalah fair chance hiring. Sistem yang cukup populer di Amerika Serikat ini memiliki beberapa keuntungan bagi perusahaan.

Jika Anda ingin tahu bagaimana fair chance hiring diterapkan di perusahaan, mari simak artikel LinovHR berikut ini.

 

Apa Itu Fair Chance Hiring?

Fair chance hiring adalah sebuah sistem rekrutmen yang menjamin setiap orang memiliki kesempatan yang sama, apa pun latar belakangnya. Latar belakang yang dimaksud termasuk juga latar belakang kriminal.

Fair chance hiring muncul di Amerika Serikat untuk memberikan kesempatan bagi individu yang memiliki latar belakang kriminal untuk menebus kesalahannya dan kembali bekerja di masyarakat. Hal ini menjadi sangat penting karena di negara tersebut. Setidaknya 70 hingga 100 juta orang Amerika memiliki catatan kriminal dari kecil hingga besar.

Belum lagi, banyak individu di Amerika Serikat memiliki catatan kriminal karena mengalami bias. Misalnya bias pada orang-orang kulit hitam, orang-orang Hispanik, dan orang-orang asli Indian yang lebih sering dipenjara daripada orang-orang kulit putih.

 

Keuntungan Menerapkan Fair Chance Hiring

Ternyata, menerapkan fair chance hiring justru tidak berakibat buruk bagi perusahaan. Sebaliknya, rekrutmen yang dilakukan secara adil tersebut bisa memberi keuntungan bagi organisasi, diantaranya adalah berikut.

 

1. Mendapat Lebih Banyak Kandidat

Tak hanya calon pekerja yang sulit mencari kerja. Perusahaan pun sering kali dihadapkan dengan kesulitan dalam merekrut kandidat terbaik. Biasanya ini disebabkan karena sedikitnya calon pekerja yang melamar kerja.

Akan tetapi, Anda akan menerima lebih banyak kandidat apabila menerapkan sistem rekrutmen yang adil. Hal ini tentu akan memberi Anda lebih banyak pilihan.

 

2. Menurunkan Turnover Karyawan

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Checkr, karyawan yang direkrut melalui fair chance hiring jauh lebih loyal terhadap perusahaan daripada karyawan lainnya. Selain itu, mereka juga lebih dekat dengan nilai-nilai perusahaan, bahkan dengan semua staf dan manajer.

Jika karyawan setia kepada perusahaan, maka tidak akan banyak karyawan yang mengundurkan diri. Artinya, turnover karyawan pun akan menurun. Perusahaan pun tidak perlu kehilangan biaya yang dikeluarkan ketika karyawan resign.

 

3. Meningkatkan Keberagaman

Kini, keberagaman karyawan merupakan salah satu KPI HR yang perlu dicapai. Nah, perusahaan bisa mencapai hal tersebut dengan menerapkan fair chance hiring. Melalui perekrutan karyawan dengan fair chance hiring, perusahaan akan mendapatkan karyawan dengan berbagai latar belakang.

 

Baca Juga: Seperti Apa Itu Culture Add di Perusahaan?

 

Cara Menerapkan Fair Chance Hiring dalam Setiap Proses Rekrutmen

Jika Anda ingin memperoleh keuntungan dari fair chance hiring, Anda bisa mengimplementasikannya di perusahaan. Berikut ini adalah cara yang bisa Anda lakukan agar setiap proses rekrutmen memegang prinsip fair chance hiring.

 

1. Membuat Pernyataan Anti Diskriminasi

Pertama, Anda perlu menunjukkan pada jobseeker bahwa perusahaan Anda tidak akan mendiskriminasi kandidat. Anda dapat melakukannya dengan memberi pernyataan pada situs karier atau lowongan kerja yang akan dipublikasikan.

Selain mempublikasikannya dalam lowongan kerja, Anda juga bisa mengunggah video testimoni dari karyawan yang diperoleh melalui fair chance hiring. Hal tersebut akan membuat kandidat tahu bahwa perusahaan Anda adalah perusahaan inklusif yang layak dipertimbangkan.

 

2. Mengedukasi Karyawan

Menerapkan fair chance hiring membutuhkan pemahaman dari segenap karyawan. Oleh karena itu, Anda harus memastikan setiap karyawan telah memperoleh pemahaman yang sama akan tujuan dan penerapan sistem ini di kantor.

Mengedukasi karyawan tentang rekrutmen yang adil dapat dilakukan melalui pelatihan dan memberikan prosedur yang jelas agar HR yang merekrut tidak kebingungan.

 

3. Memasukkan Elemen Fair Chance Hiring dalam Metrik Rekrutmen

Supaya fair chance hiring dapat terlaksana dengan baik, Anda perlu memasukkannya sebagai salah satu metrik rekrutmen. Jadikan pelaksanaan sistem rekrutmen ini sebagai salah satu keberhasilan rekrutmen di perusahaan.

Contohnya, Anda bisa membuat target untuk merekrut 10 orang karyawan melalui program fair chance hiring pada akhir 2022. Dengan menetapkan target ini, pelaksanaan rekrutmen yang adil akan semakin terarah dan lebih mudah dilakukan.

 

4. Fokus pada Potensi Kandidat

Satu hal yang perlu difokuskan ketika merekrut kandidat adalah potensinya, bukan hanya latar belakangnya. Oleh karena itu, Anda perlu memastikan HR untuk fokus pada potensi kandidat yang ditunjukkan dalam CV.

Jika potensi dalam CV menjanjikan, maka Anda harus mengundang kandidat tersebut untuk wawancara.

 

5. Mengevaluasi Kandidat Setelah Wawancara

Keputusan apakah Anda akan merekrut kandidat dengan catatan kriminal seharusnya dilakukan setelah wawancara. Hal ini dilakukan untuk menghindari bias dan mengutamakan potensi kandidat, terlepas latar belakangnya.

Dalam mengevaluasi kandidat, Anda perlu memutuskan apakah catatan kriminal yang dimiliki kandidat berpengaruh terhadap pekerjaannya kelak atau tidak.

Selain itu, cari tahu juga apakah kandidat yang bersangkutan benar-benar bersalah dan berhak menerima catatan kriminalnya. Sebab, bisa jadi semuanya adalah bias semata.

 

LinovHR Bantu Pengelolaan Rekrutmen yang Adil di Perusahaan

Melakukan proses rekrutmen yang adil akan sangat menguntungkan bagi perusahaan. Dengan cara ini, artinya perusahaan memberikan kesempatan yang sama bagi semua orang, terlepas dari latar belakangnya. Tentu hal ini akan berpengaruh kepada citra perusahaan di mata masyarakat.

Namun, untuk melakukannya tentu bukan perkara yang mudah, perusahaan harus benar-benar merencanakan proses rekrutmen dengan matang. Mulai dari perencanaan posisi, kualifikasi apa yang dibutuhkan, sampai seperti apa nanti onboarding karyawan nantinya.

 

Aplikasi Absensi Online
Software Rekrutmen LinovHR

 

Untuk memudahkan Anda menghadirkan rekrutmen yang adil di perusahaan, Anda bisa menggunakan Software Rekrutmen LinovHR. Software ini  dapat digunakan untuk mengelola setiap proses rekrutmen agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan. 

Software tersebut memiliki fitur Vacancy yang berfungsi untuk membuat detail lowongan pekerjaan. Untuk menciptakan rekrutmen yang adil, Anda dapat membuat deskripsi lowongan kerja yang anti diskriminasi. Anda juga dapat menghilangkan syarat-syarat diskriminatif seperti usia, jenis kelamin, penampilan, atau almamater tertentu.

Lowongan kerja tersebut kemudian dapat Anda unggah melalui fitur Career Website. Melalui fitur ini, lowongan kerja akan otomatis terunggah ke situs perusahaan. Dengan demikian, kandidat akan tahu bahwa perusahaan Anda adalah perusahaan yang inklusif.

Mari terapkan rekrutmen yang adil untuk kebaikan kandidat dan perusahaan. Gunakanlah Software Rekrutmen LinovHR untuk mewujudkannya!

Bagikan Artikel Ini :

Tentang Penulis

Meirza Anggakara
Meirza Anggakara

Memiliki minat dalam pemasaran digital serta senang memberikan pengetahuan terkait dunia kerja di LinovHR dengan penerapan SEO yang baik dan sesuai kaidah mesin pencari
Follow them on Linkedin

Related Articles

.

Newslater

Newsletter

Artikel Terbaru