manajemen kinerja

Fungsi Manajemen Kinerja Pada Perusahaan

Setiap Perusahaan yang didirikan memiliki tujuan yang baik. Dan untuk mencapai tujuan perusahaan itu maka diperlukan kinerja yang bagus. Prestasi dalam sebuah perusahaan ditentukan dari kinerja para karyawan yang tergabung dalam manajemen perusahaan tersebut, mulai dari pengelolaan sumber daya manusia, proses pelaksanaan kerja, bahkan aktivitas harian terkecil yang mendukung kinerja perusahaan juga patut diperhatikan.

Untuk menjamin seluruh proses berjalan baik diperlukan usaha dari manajemen dalam mengatur dan melaksanakan aktivitas harian ini. Manajemen kinerja perusahaan adalah sarana yang ada dalam perusahaan untuk mengelola kinerja yang telah ditentukan dan disepakati bersama. Manajemen kinerja harus mampu membawa perusahaan menjadi satu kesatuan tim untuk mencapai hasil yang baik.

Kinerja itu sendiri bukan berarti hanya sekedar bekerja dan bekerja, tapi juga mencakup bagaimana mengatur strategi, mengatur jalannya proses kerja, dan memberikan kepuasan tersendiri bagi konsumen yang dilayani perusahaan.

Usaha ini dapat dilakukan dengan memperbaiki cara kerja karyawan yang telah ada bekerja di perusahaan. Dipimpin oleh seorang manajer, maka manajemen kinerja dapat memberikan dorongan dan hasil yang baik bagi perusahaan dalam usaha mencapai potensinya. Manajemen kinerja yang akan memberikan manfaat bukan hanya kepada pihak perusahaan saja, namun berguna juga bagi seluruh anggota perusahaan termasuk karyawan yang bekerja dan manajer yang memimpin. Dalam penerapannya sehari-hari manajemen kerja menghargai kejujuran, saling memberikan pelayanan terbaik baik ke dalam maupun keluar perusahaan, memiliki rasa tanggung jawab, sehingga dalam bekerja setiap anggota tim merasa nyaman, terjadi komunikasi yang baik antara tim.

Berikut beberapa contoh manfaat manajemen kerja bagi Perusahaan dalam penerapannya sehari-hari.

1. Menjadi suatu indikator kinerja (key performance indicator/KPI)

KPI  mengukur secara kinerja secara kuantitatif dan jelas, serta waktu untuk mencapainya. Tentu saja ukuran ini harus menjawab tantangan yang dihadapi oleh perusahaan tersebut. Dalam bisnis atau perusahaan komersial, maka indikator kinerjanya adalah berbagai aspek finansial seperti laba, pertumbuhan penjualan, lalu indikator pemasaran seperti jumlah pelanggan. Pemerintahan pun sekarang menggunakan KPI.

 

2. Mencapai tujuan perusahaan

Manajemen kinerja berfungsi dalam membantu mencapai tujuan dari perusahaan. Keberadaannya membuat tujuan perusahaan bisa dimonitor dan dikalibrasi ulang jika dibutuhkan, ibarat sebuah kompas yang membantu untuk mengembalikan perusahaan ke jalurnya yang benar.

 

3. Memperbaiki sistem kerja

Perubahan merupakan satu-satunya yang konstan di dunia ini. Meskipun sebuah perusahaan yang terlihat hebat dan megah, terkadang belum tentu memiliki manajemen kerja yang solid. Untuk itulah fungsi manajemen kerja perusahaan dibentuk. Perbaikan dan penyempurnaan sistem yang sudah ada akan membawa dampak positif baik kepada karyawan dan perusahaan.

 

Baca Juga : Optimalkan Sistem Payroll Perusahaan Dengan Software Ini

 

4. Menciptakan apresiasi

Penilaian kinerja dalam perusahaan yang objektif sangat penting, di mana penilaian kinerja dilakukan oleh atasan, rekan sekerja, pengguna jasa (klien) serta bawahan. Pada prinsipnya manusia itu berpikir secara subyektif, memilih apa yang dianggap disukai, tetapi menilai secara bersama mampu mengubah sikap subyektif itu menjadi sangat mendekati obyektif. Dengan demikian, ternyata berpikir bersama jauh lebih holistik daripada berpikir sendiri-sendiri. Ini dapat memberi semangat kerja bagi semua karyawan. Mereka akan bekerja keras karena merasa dihargai.

 

Manajemen kinerja bukan hanya memberi manfaat kepada organisasi saja tetapi juga kepada manajer dan individu. Bagi organisasi, manfaat manajemen kinerja adalah menyesuaikan tujuan organisasi dengan tujuan tim dan individu, memperbaiki kinerja , memotivasi pekerja, meningkatkan komitmen, mendukung nilai-nilai inti, memperbaiki proses pelatihan dan pengembangan, meningkatkan dasar ketrampilan, mengusahakan perbaikan dan pengembangan berkelanjutan, mengusahakan basis perencanaan karier, membantu menahan pekerja terampil agar tidak pindah, mendukung inisiatif kualitas total dan pelayanan pelanggan, serta mendukung program perubahan budaya.