Kinerja Karyawan Turun

5 Hal Baik yang Malah Menurunkan Kinerja Karyawan

Saat ini perusahaan berlomba-lomba memanjakan pelanggan mereka. Mereka pun tidak melupakan karyawan yang menjadi tulang punggung pelayanan. Berbagai macam insentif dan fasilitas disediakan untuk menyenangkan karyawan agar kinerja karyawan meningkat dan bertambah produktif serta mendapatkan hasil lebih baik untuk perusahaan.

Namun ada beberapa dari hal ini yang justru bisa menurunkan kinerja karyawan.

 

Pengertian Kinerja Karyawan Menurut Pakar SDM

Sebelum lanjut ke pembahasan lebih lanjut, ada baiknya menyimak pengertian dari beberapa ahli SDM.  Menurut Bernardin dan  Russel, kinerja adalah rekam jejak dari hasil sebuah pekerjaan atau fungsi yang dilakukan dalam satu periode tertentu.

Sedangkan menurut Gibson, dkk (2003: 355), kinerja karyawan adalah hasil dari pekerjaan yang berhubungan dengan tujuan perusahaan dan berkaitan dengan kinerja lainnya. 

Berdasarkan penjelasan beberapa ahli di atas, dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa kinerja karyawan adalah sebuah hasil dari pekerjaan tim dan individu dalam perusahaan yang akan mempengaruhi perkembangan perusahaan secara keseluruhan. 

 

Jadi Apa Saja hal-hal Baik yang Malah Menurunkan Kinerja Karyawan?

Ada beberapa hal yang dianggap baik, tetapi sayangnya karena implementasi yang kurang tepat justru akan menurunkan kinerja karyawan. Lima hal baik ini bisa menjadi penurunan kinerja jika tidak diterapkan dengan bijaksana.

Simaklah, mungkin saja ada salah satu di antaranya pernah terjadi di perusahaan Anda.

 

Penilaian Kinerja

Karyawan perlu dinilai pekerjaannya untuk keperluan promosi, kenaikan gaji, dan lain sebagainya. Namun hal ini bisa memberikan konotasi negatif karena secara mental penilaian kinerja dinilai oleh otak manusia sebagai tekanan dan pembuktian kesalahan.

Hal ini bisa dihindari dengan cara menempatkan karyawan sesuai dengan profil kepribadian mereka dalam departemen yang tepat.

Selain itu, perlu disosialisasikan bahwa ini adalah sesuatu yang sudah biasa. Para manajer juga perlu lebih sering memberikan masukan positif kepada karyawan yang berbuat kesalahan, sehingga mereka belajar bahwa penilaian ini bertujuan membuat mereka lebih baik dalam pekerjaan selanjutnya.

 

Baca Juga: Penilaian Kinerja Anggota Tim atau Karyawan Introvert

 

Membatasi Pergaulan Antar Departemen

Membatasi pergaulan antar karyawan di departemen berbeda tidak selalu berhasil. Tujuan untuk membatasi akses data dan meningkatkan keamanan informasi justru mengganggu harmoni.

Bagaimanakah sesama karyawan bisa bekerja sama untuk melayani pelanggan jika mereka tidak saling mengetahui kesulitan atau situasi pekerjaan di departemen lain?

Bayangkan jika bagian penjualan memberikan janji kepada pelanggan berdasarkan asumsi saja tanpa komunikasi jelas dengan akunting dan gudang. Pelayanan menjadi tidak sesuai yang diharapkan pelanggan oleh karena miskomunikasi internal.

Sebaiknya pembatasan ini dilakukan dalam lingkup yang sekecil-kecilnya dan di mana memang ada kerahasiaan penuh yang harus dijaga.

 

Promosi

Tidak semua orang ingin mendapatkan promosi dan kenaikan gaji jika disertai tanggung jawab tambahan yang menurut mereka berlebihan. Ada yang merasa kesulitan mengatur waktu, kelelahan dan stres, dan juga merasa tidak mampu untuk jabatan tersebut.

Pastikan Anda memakai fitur ini dengan tepat. Orang yang dipromosikan seharusnya sudah dipersiapkan untuk itu beserta sistem pendukungnya seperti tambahan bawahan untuk pendelegasian.

Seimbangkan antara kebutuhan perusahaan dengan kesiapan personel yang ada. Mungkin saja Anda perlu merekrut orang baru daripada menaikkan jabatan karyawan yang sudah ada.

 

Baca Juga :  Promosi Jabatan Tak Kunjung Tiba ? ini Alasannya

 

Fasilitas Kantor & Lingkungan Kerja

Karyawan bisa menjadi malas atau lambat untuk melakukan tugas lapangan hanya karena lebih nyaman di kantor yang sejuk ber-AC daripada harus keluar menemui pelanggan.

Kebalikannya pun bisa terjadi, perusahaan kurang memperhatikan lingkungan kerja yang kotor atau kurang layak hanya karena kekurangan budget atau menganggap mereka karyawan “rendahan”. Produktivitas seseorang akan turun jika merasa kurang dihargai dan diperhatikan kebutuhannya.

 

Untuk memudahkan perusahaan anda dalam menilai dan mengukur kinerja karyawan, Sistem Aplikasi HR LinovHR dapat membantu anda dengan berbagai fitur yang dimilikinya.

Berbagai pengelolaan karyawan seperti approval cuti, izin sakit, reimbursement, manajemen talenta, dan sebagainya dapat dilakukan sistematis dan lebih terarah. Sehingga penilaian kinerja karyawan berjalan efektif dan tepat sasaran. 

performance review

 

Membawa Anak Ke Tempat Kerja

Beberapa perusahaan membolehkan karyawan membawa anak ke tempat kerja. Hal ini diperbolehkan karena tidak bisa menitipkan anak pada keluarga lain yang tidak bekerja atau sulit untuk mencari pengasuh yang bisa dipercaya.

Kelonggaran ini bisa saja diberikan sebagai upaya untuk menjaga keluarga karyawan tersebut. Namun jika karyawan tersebut langsung berhadapan dengan pelanggan, hal ini sebaiknya dilakukan tanpa terlihat karena bisa memberikan impresi tidak profesional.

Selain itu membawa anak ke tempat kerja bisa mengganggu konsentrasi orang tuanya dan fokus dari rekan kerja yang lain.

Jika anda merasakan bahwa kebiasaan maupun aturan yang dapat menurunkan kinerja karyawan seperti di atas sedang dialami oleh perusahaan anda, maka anda perlu merevisi kebijakan dan sistem yang anda miliki. 

 

Itulah 5 Hal yang sebenarnya baik tetapi justru akan berakibat buruk jika tidak diimplementasikan dengan baik. Selain itu untuk mempermudah Tim HR dalam melakukan penilaian kinerja karyawan, dapat menggunakan Software Performance Appraisal dari LinovHR. 

Dengan LinovHR Penilaian Kinerja Karyawan akan menjadi lebih mudah, cepat dan juga tepat. ada banyak fitur dalam software LinovHR yang dapat anda manfaatkan untuk menilai kinerja karyawan. Undang Kami untuk melakukan Demo Software Langsung dihadapan anda Gratis, melalui tautan berikut ini.

LinovHR.com/Free-Demo-Software