Pahami Anggota Tim Anda yang Introvert

Seberapa pentingkah seorang berbicara dalam suatu pertemuan?

Bagi sebagian orang membutuhkan usaha dan kepercayaan diri yang lebih besar untuk menyuarakan pendapat mereka dalam suatu pertemuan. Walaupun orang lain beranggapan bahwa berbicara menyuarakan pendapat mereka dalam suatu pertemuan adalah hal yang mudah dan biasa saja.

Dahulu saat di sekolah, mungkin Anda teringat ada penilaian yang dihitung berdasarkan tingkat partisipasi atau seberapa aktifkah Anda menunjuk tangan, bersuara menyatakan pendapat Anda di hadapan teman-teman sekelas. Hal ini membuat anak-anak dengan kepribadian introvert sulit mendapatkan nilai maksimal.

Untungnya, penilaian seperti itu mulai hilang di kehidupan dewasa, kan? Kenyataannya tidak juga. Beberapa manajer di dunia kerja sering bertindak seperti guru di masa sekolah dulu ketika mengevaluasi anggota timnya. Orang yang berbicara paling sering dalam pertemuan harusnya adalah orang dengan ide-ide terbaik, kan? Hal itu tidak sepenuhnya benar. Orang yang berbicara dalam pertemuan mungkin hanya mengulangi apa yang orang lain katakan sebelumnya, atau mungkin hanya mengoceh tentang topik yang dibahas.

Sebuah penelitian baru menemukan bahwa perusahaan yang dipimpin oleh orang introvert sebenarnya menampilkan performa lebih baik daripada perusahaan yang dipimpin oleh ekstrovert.

Lalu, bagaimana Anda sebagai seorang manajer dapat melakukan penilaian kinerja tim Anda, benar-benar berdasarkan kinerja mereka bukan kepribadian? Berikut tipsnya:

  • Apakah pekerjaan tersebut benar-benar membutuhkan seorang dengan kepribadian yang mudah bergaul atau ekstrovert?

Kebanyakan orang akan berpendapat bahwa kemampuan dalam bersosialisasi dan bernegosiasi dengan klien membutuhkan seseorang dengan kepribadian ekstrovert. Hal itu mungkin ada benarnya, tetapi apakah Anda yakin seseorang dengan kepribadian ekstrovert cocok untuk semua klien Anda? Ini mungkin mengejutkan Anda, tetapi tidak semua klien Anda ingin pergi makan bersama atau menonton tim olahraga favorit. Klien introvert justru dapat merespon lebih baik dengan tim sales Anda yang introvert juga.

  • Apakah berbicara dalam suatu pertemuan sesuai dengan kinerja aktual mereka?

Seringkali, pertemuan diadakan untuk mengumpulkan ide-ide dari anggota tim, sehingga masuk akal jika orang-orang yang menyampaikan ide adalah orang-orang memenuhi kebutuhan departemen tersebut. Namun, apakah Anda tidak pernah mendapatkan tindak lanjut dari ide tersebut dari tim Anda yang introvert? Siapa yang melakukan pekerjaan sebenarnya? Apakah ide-ide yang disampaikan benar-benar milik mereka sendiri, atau mereka mengatakan hal-hal yang telah disampaikan sebelumnya pada kegiatan sehari-hari.

  • Apakah Anda membutuhkan banyak pertemuan?

Introvert lebih senang dan produktif ketika mereka bekerja sendiri. Apakah suatu pertemuan benar-benar menyelesaikan pekerjaan, atau mereka hanya kegiatan rutin karena sudah terbiasa saja? Atau pertemuan diadakan sebagai tempat di mana anggot tim Anda yang ekstrovert merasa nyaman?

Pada dasarnya tidak ada yang salah dengan menjadi seorang ekstrovert ataupun menjadi seorang introvert. Tetapi, satu kepribadian dan yang kepribadian lain tidak harus dihargai berdasarkan kepribadian itu sendiri. Selalu melihat produk kerja yang dihasilkan, dan pastikan bahwa Anda sebagai seorang manajer, dapat menemukan cara dalam memenuhi kebutuhan semua anggota tim Anda. Semua orang tentu akan tampil maksimal saat situasi di mana mereka merasa nyaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use theseHTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>