infografik adalah

Infografis adalah: Pengertian, Jenis, dan Cara Membuatnya dengan Benar

 

Salah satu cara untuk membuat audiens memahami informasi dengan lebih mudah adalah membuat infografik yang merupakan konten visual yang berisi informasi-informasi penting yang perlu diketahui audiens.

Infografik menjadi konten visual yang disukai banyak karena mampu menampilkan data yang rumit menjadi lebih menarik dan mudah dipahami. Jika Anda tertarik membuatnya, Anda bisa mengikuti cara-cara pada artikel LinovHR ini. Selamat membaca!

 

Apa Itu Infografis?

Infografis adalah bentuk komunikasi visual yang berupa kumpulan dari gambar, grafik, dan teks. Hal ini digunakan untuk memudahkan audiens dalam memahami suatu topik.

Penggunaan infografik mengubah suatu data atau informasi menjadi bentuk visual. Infografik menggunakan gambar yang menarik untuk memberikan informasi dengan lebih singkat, jelas, dan mudah dipahami.

 

Jenis-Jenis Infografik

jenis-jenis infografik
Sumber: Pexels by RODNAE Productions

 

Jenis infografik dibedakan berdasarkan industri dan berdasarkan bentuknya. Berikut ini adalah penjelasannya:

 

Infografik Berdasarkan Industrinya

Infografik bisa digunakan di berbagai industri. Inilah jenis-jenisnya berdasarkan industrinya, menurut Venngage:

 

1. Infografik Marketing

Infografik marketing digunakan untuk membangun brand awareness dan meningkatkan engagement terhadap perusahaan. Kontennya bisa berisi informasi perusahaan atau produk yang ditawarkan.

 

2. Infografik Pendidikan

Infografik pendidikan digunakan untuk membuat konten lebih mudah dipahami bagi murid ataupun karyawan yang sedang mengikuti pelatihan.

 

3. Infografik Pemerintahan

Di pemerintahan, infografik digunakan untuk membagikan statistik dan data sensus. Selain itu, pemerintah juga biasa menggunakannya untuk menyebarkan informasi penting yang perlu dipahami masyarakat.

Contoh infografik pemerintahan yaitu informasi tentang cara menjaga kesehatan di masa pandemi dari Kementerian Kesehatan.

 

4. Infografik Non-profit

NGO menggunakan infografik untuk mempromosikan acara dan menaikkan awareness. Biasanya, tujuan utama organisasi non-profit dalam menggunakannya adalah untuk mendapatkan pendanaan.

 

5. Infografik Konsultan

Konsultan biasanya menggunakan infografik untuk menjelaskan timeline suatu proyek dan mendeskripsikan topik yang sulit kepada klien.

 

6. Infografik Bisnis Kecil dan Wirausaha

Infografik bisnis kecil dan wirausaha dibuat untuk meningkatkan brand awareness dan mendapatkan audiens baru.

 

Infografik Berdasarkan Bentuknya

Dalam membuat infografik, kreator bisa memilih berbagai jenis bentuk infografik seperti berikut:

  1. Infografik Statistik: Digunakan untuk menjelaskan informasi yang berbentuk angka.
  2. Infografik Daftar: Berisi kumpulan hal yang disusun berderet.
  3. Infografik Perbandingan: Membandingkan dua hal dengan visualisasi.
  4. Infografik Geografis: Memiliki gambar peta di dalamnya. Fungsinya untuk menunjukkan informasi yang berhubungan dengan suatu daerah.
  5. Infografik Timeline: Berisi daftar kronologis yang berurutan.
  6. Infografik Flowchart: Berisi pertanyaan-pertanyaan yang jika dirunut akan mengarah pada suatu solusi.

 

Baca Juga: Apa yang Dimaksud dengan Pamflet?

 

Kelebihan dan Kekurangan Infografik

kelebihan dan kekurangan infografik
Sumber: Pexels by RODNAE Productions

 

Infografik juga memiliki kelebihan dan kekurangan, seperti berikut ini:

 

Kelebihan

Kelebihan-kelebihan infografik yaitu:

 

1. Mudah Dipahami

Infografik membuat informasi tampak lebih singkat dalam bentuk visual. Hal ini berakibat informasi jadi lebih mudah untuk dipahami. 

 

2. Menarik Minat Audiens

Informasi yang dihadirkan dalam bentuk teks panjang umumnya tidak menarik. Akan tetapi, apabila informasi tersebut diubah menjadi infografik, audiens akan tertarik membacanya.

 

3. Mudah Dibagikan

Infografik berbentuk gambar mudah dibagikan. Anda bisa membagikannya ke media sosial, website, atau lewat aplikasi chatting.

 

Kekurangan

Sementara itu, infografik juga memiliki kekurangan seperti:

 

1. Pembuatan Rumit

Membuat infografik membutuhkan keterampilan khusus. Salah satunya adalah keterampilan mendesain gambar. Selain itu, waktu proses pembuatannya juga cukup lama.

Hal ini karena pembuatannya harus direncanakan dengan konsep yang matang agar terlihat bagus.

 

2. Informasi Bersifat Statis

Informasi yang telah dicantumkan di dalam infografik bersifat statis alias tidak bisa diubah.

Hal ini berbeda dengan informasi melalui artikel website atau caption media sosial yang bisa disesuaikan dan diedit.

 

Cara Membuat Infografik

cara membuat infografik
Sumber: Pexels by RODNAE Productions

 

Infografik merupakan bentuk komunikasi yang bisa memudahkan pemahaman orang lain. Jika Anda berniat menggunakannya sebagai media informasi, Anda perlu tahu cara membuatnya. 

Berikut ini adalah cara yang bisa Anda lakukan untuk membuatnya:

 

1. Memilih Informasi

Hal yang pertama dilakukan adalah memilih informasi. Rangkumlah informasi yang Anda miliki hingga menjadi poin-poin penting yang perlu diketahui audiens.

 

2. Membuat Outline

Setelah informasi yang ingin ditampilkan siap, Anda bisa membuat outline.

Pada tahap ini, Anda perlu menentukan posisi judul, header, subheader, dan daftar informasi pada infografis. Anda juga perlu menyesuaikan outline dengan informasi yang ingin disampaikan.

Ketika membuat outline, Anda juga perlu memberikan catatan tentang design yang diinginkan.

 

3. Mendesain Infografik 

Tahap terakhir yang perlu Anda lakukan adalah mendesain infografis. Anda bisa menggunakan template atau mendesain sendiri dari awal.

Gunakanlah warna dan jenis tulisan yang menarik agar audiens senang membacanya. Selain itu, Anda juga bisa menyelipkan gambar-gambar agar desain anda semakin menarik.

 

Kesalahan yang Harus Dihindari saat Membuat Infografik

Hati-hati dalam membuat infografik. Jangan sampai kamu membuat kesalahan seperti berikut ini:

 

1. Teks Terlalu Banyak

Infografik berguna untuk memberi pemahaman kepada audiens dengan lebih mudah. Hal ini tidak akan dapat terjadi jika ada terlalu banyak teks dalam satu konten.

Ringkas informasi yang akan ditampilkan ke dalam poin-poin singkat saja. Anda tidak perlu bertele-tele, biarkan gambar mewakili kata-kata.

 

2. Tidak Ada White Space

White space adalah ruang kosong yang memberi jarak antara unsur-unsur dalam infografis. Infografik yang tidak memiliki white space akan dihindari, sementara yang memiliki white space akan membuat audiens tertarik.

 

3. Warna Terlalu Banyak atau Terlalu Sedikit

Warna memainkan peranan penting dalam pembuatan infografik. Agar lebih enak dilihat, warna yang digunakan tidak boleh terlalu banyak atau terlalu sedikit. Idealnya adalah menggunakan 2 atau 3 warna.

 

4. Alur yang Tidak Jelas

Infografik memiliki alur yang harus mudah diikuti dan dipahami. Apabila konten tidak jelas alurnya, pembaca akan kesulitan dalam memahaminya.

 

5. Salah Memilih Gambar

Gambar bisa menjadi nilai tambah dalam infografik. Akan tetapi, gambar yang akan ditampilkan dalam konten harus dipilih dengan baik. Jangan sampai gambar tidak relevan dengan informasi yang ada.

 

Itulah ulasan tentang infografik, mulai dari kelebihan dan kekurangan serta cara membuatnya. Semoga setelah membaca artikel ini Anda dapat membuat infografik yang menarik audiens!