Jam kerja tetap vs Jam kerja Fleksibel

Ada beberapa keuntungan bagi perusahaan maupun karyawan ketika perusahaan mengijinkan karyawan bekerja dengan waktu yang fleksibel. Jadwal fleksibel termasuk mengkompress hari kerja, jam kerja harian yang fleksibel, atau bekerja dari rumah, mempunyai tantangan tersendiri bagi perusahaan maupun karyawan. Mari kita lihat beberapa keuntungannya.

Keuntungan jam kerja fleksibel bagi karyawan

Work Life Balance merupakan hal yang penting untuk untuk meningkatkan kerja, salah satu perusahaan job seeker online The Muse mengabarkan bahwa sudah banyak perusahaan besar di dunia yang menerapkan jam kerja fleksibel seperti CaseNEX, LivingSocial, Upwork, Rocket Games dan lain sebagainya.

Jadwal kerja yang fleksibel mengijinkan karyawan untuk mengurus kebutuhan rumah tangga, pribadi, dan tanggung jawab lainnya dengan lebih mudah. Jika Anda mempunyai jadwal yang fleksibel, Anda bisa menghadiri seminar orang tua dengan guru di siang hari, mengikuti kelas yoga, atau berada di rumah ketika tukang mesin cuci datang.

Mengurangi waktu perjalanan kerja dan biaya transport. Di beberapa daerah, perjalanan dari rumah ke kantor bisa memakan waktu lebih dari satu jam, belum termasuk waktu pulang kerja. Jika karyawan diijinkan bekerja dari rumah, ini bisa menghemat waktu dua jam, bahan bakar, dan kerusakan kendaraan di jalan. Belum lagi jika lebih sedikit orang yang berada di jalan raya, maka akan memudahkan orang-orang yang memang harus bepergian.

Menghindari kemacetan dan stres dalam perjalanan selama jam sibuk. Anda akan terkejut jika menyadari lebih cepat sampai ke kantor jam 10 daripada jam 8 pagi.

Perasaan bisa mengontrol diri atas jadwal dan lingkungan kerja. Satu alasan mengapa seseorang suka bekerja untuk diri sendiri adalah karena masalah kontrol ini. Dengan mengijinkan karyawan menentukan jadwal sendiri dan lingkungan kerja mereka, Anda meniru jiwa wirausaha, yang bisa jadi baik untuk karyawan.

Mengurangi kelelahan karyawan karena terlalu banyak pekerjaan (overload). Menjadi fleksibel artinya karyawan bisa beristirahat ketika diperlukan tanpa dimarahi oleh atasan.

Mengijinkan karyawan untuk bekerja ketika mereka paling produktif, dalam keadaan paling segar, dan menikmati pekerjaan, misalnya orang yang suka bekerja pagi vs orang yang suka bekerja malam. Banyak manajer merasa bahwa karyawan pagi adalah pekerja keras dan karyawan yang suka bekerja malam adalah pemalas dan penunda. Tidak ada bukti yang mendukung pernyataan tersebut, ini hanyalah masalah kebiasaan.

Bisa mengurangi biaya jasa penitipan anak, tergantung dari fleksibilitas jam kerja yang dipilih. Perlu diketahui bahwa walaupun bekerja dari rumah, beberapa jenis pekerjaan tetap harus melakukan perawatan anak. Namun, jika pasangan yang bekerja keduanya memiliki jam kerja fleksibel, sang ibu bisa pergi ke kantor lebih awal dan sang ayah bisa menyiapkan anak ke sekolah. Ibu bisa menjemput ke sekolah ketika ayah masih bekerja. Hasilnya adalah dua pekerjaan penuh waktu dan dua penghasilan tanpa biaya penitipan anak.

Baca Juga: Dampak Positif Jam Kerja Yang Fleksibel Pada Perusahaan

Kerugian jam kerja fleksibel bagi karyawan

Karyawan yang terbiasa bekerja di kantor bisa mengalami kesulitan ketika teman kerjanya berbeda jadwal. Ini sebabnya banyak perusahaan memerlukan hari dan jam tertentu di mana semua karyawan ada di kantor.

Bekerja dari rumah bisa membuat tetangga dan teman berpikir Anda tidak bekerja. Teman bisa marah ketika Anda tidak bisa menerima titipan anak mereka, sedangkan Anda di rumah sepanjang hari.

Tidak ada garis yang jelas antara bekerja dan di rumah. Jam kerja fleksibel kadang berarti bekerja sepanjang waktu. Jika atasan mengijinkan Anda ikut seminar di sekolah anak, kemungkinan atasan tidak merasa bersalah ketika menelpon Anda jam 9 malam.

Keuntungan jam kerja tetap bagi perusahaan

  • Meningkatnya moral karyawan, interaksi, dan komitmen kepada perusahaan.

  • Mengurangi bolos dan keterlambatan.

  • Mampu merekrut karyawan yang hebat

  • Mengurangi keluarnya karyawan yang baik

  • Mengijinkan karyawan untuk bekerja ketika mereka paling produktif, dalam keadaan paling segar, dan menikmati pekerjaan, misalnya orang yang suka bekerja pagi vs orang yang suka bekerja malam.

  • Jam kerja yang lebih panjang untuk departemen seperti customer service.

  • Membuat citra yang baik sebagai perusahaan yang mendukung keluarga dan jam kerja fleksibel.

Kerugian jam kerja tetap bagi perusahaan

Departemen yang membutuhkan kerja sama intensif biasanya tetap harus sering bertemu, jadi dibutuhkan peraturan untuk itu.

Beberapa orang mengambil kesempatan untuk bekerja di rumah namun bisa saja menonton televisi sambil membuka email.

Beberapa manajer mengalami kesulitan dengan sistem baru ini karena jarang bertemu dengan karyawan.

Karyawan yang terbiasa bekerja di kantor menilai rekan kerja yang bekerja di rumah sebagai pemalas karena tidak bisa melihat produktivitas mereka secara kasat mata.

Pekerjaan yang membutuhkan tatap muka dengan pelanggan tidak bisa selalu bekerja dari rumah. Contoh lainnya adalah pekerjaan di pabrik dan perawatan kesehatan.

Akan ada beberapa tantangan dalam perusahaan untuk membuat jam kerja fleksibel, namun secara keseluruhan, jam kerja fleksibel memiliki lebih banyak sisi positifnya, asalkan sesuai dengan kepentingan perusahaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use theseHTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>