Membuang waktu di kantor

Jika melihat model organisasi standar, hal pertama yang Anda perhatikan adalah sebuah piramida. Bentuknya menyempit di bagian atas daripada di bagian bawah. Ada banyak pekerja di bagian bawah piramida, itu sebabnya dasar piramida lebih luas daripada bagian puncak piramida. Hanya ada sedikit manajer dibandingkan karyawan dan ada jumlah yang sangat kecil dari eksekutif di bagian atas organisasi.

Sejak tipe organisasi memiliki banyak karyawan non-manajemen dan jumlah pemimpin tingkat senior yang sedikit, maka bisa dipastikan bahwa setiap menit dari hari yang sangat-penting memiliki dampak yang besar. Keputusan pemimpin level kategori rendah memiliki konsekuensi besar pada segala sesuatu mulai dari harga saham perusahaan esok hari untuk eksistensi perusahaan atau tidaknya lima tahun dari sekarang.

Itulah mengapa sangat aneh jika kita repot dan terobsesi mengenai karyawan tingkat rendah di setiap gerakan dan di setiap detiknya sementara petinggi-petinggi melakukan cukup banyak apa yang mereka inginkan. Tidak ada yang memberitahu mereka untuk bergerak lebih cepat. Tidak ada yang mengatur waktu kegiatan mereka, cara yang kita lakukan untukrank-and fileskaryawan.

Ketika para petinggi sedang duduk di ruang rapat memasukkan ide bisnis dengan candaan ramah tentang olahraga dan peristiwa terkini tidak ada yang mengatakan, “Dengar, kalian membuang-buang waktu.”

Kita bodoh dan tertipu mengenai waktu di tempat kerja. Kita mengukur berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melakukan setiap menit tugas, sampai pengukuran itu sendiri menjadi lebih penting daripada tugas.

Kita tidak akan membangun sebuah perusahaan besar dengan menyimpan setiap detiknya dalam durasi setiap panggilan layanan pelanggan atau dengan menggandakan jumlah faktur orang A atau B dapat dibayar dalam satu jam. Mengapa kita masih bodoh mengurangi pengetahuan kerja yang kompleks untuk pekerjaan yang dibayar menurut hasil pekerjaan kasar oleh waktu di setiap kegiatan, bahkan projek kreatif yang tidak bisa dan tidak boleh diatur waktunya?

Apa yang membuat orang bekerja secara efektif? Otak mereka terhubung ke hati mereka yang membuat mereka efektif. Kecepatan, gairah, kreativitas dan ketekunan semua berasal dari tempat yang sama, hubungan dari orang yang bekerja ke sumber energinya. Hubungan yang penting seperti ini adalah hal yang paling vital yang kita ukur.

Siapakah yang dapat terhubung ke tempat yang lebih tinggi ketika ia sedang diburu untuk menghasilkan lebih banyak, bekerja lebih cepat dengan hiruk pikuk yang ada? Apa tenaga yang memberikan kekuatan untuk upaya kita di tempat kerja? Tenaga kreatif kita adalah sebuah tenaga bersama dengan kegembiraan mengenai pekerjaan dan energi yang baik pada tim. Para pemimpin dan HR harus memperkuat dan meninggikan karyawannya, bukan melemahkannya dengan pengukuran sia-sia yang hanya bertujuan untuk mendorong orang bekerja lebih keras dan lebih cepat.

Kita perlu kehilangan pola pikir mengenai produksi untuk tumbuh subur di abad ke-21. Ini adalah waktu untuk bangun dan melihat apa yang benar-benar membedakan organisasi yang biasa-biasa saja dengan organisasi yang besar. Dalam organisasi besar, kita berasumsi bahwa orang yang kita pekerjaan mampu melakukan pekerjaan mereka sendiri, dan jauh lebih baik daripada yang kita bisa melakukannya.

Cara apa yang merenggut kegembiraan tim Anda dan membunuh dorongan alami mereka untuk sukses? Menonton mereka seperti elang dan memperlakukan mereka seperti penjahat merupakan caranya. Terlalu banyak bekerja dapat menimbulkan reaksi ketakutan. Dan perusahaan juga perlu waspada bahwa karyawan sendiri mungkin mengulur-ulur waktu atau menghancurkan perusahaan dengan reaksi ketakutan tersebut. Mereka tidak akan melakukan hal tersebut jika mereka dibayar dengan baik dan dihargai. (/DN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use theseHTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>