kewajiban karyawan

Apa Saja Kewajiban Karyawan Terhadap Perusahaan?

Pada artikel sebelumnya, telah dibahas mengenai kewajiban perusahaan kepada karyawan. Pada dasarnya setiap pihak dalam dunia kerja memiliki hak dan kewajiban yang harus dipenuhi. Jika tidak dipenuhi, maka akan berpotensi menimbulkan konflik dan perselisihan. 

Namun, bagaimana dengan kewajiban karyawan? Simak ulasan berikut!

 

Mengenal Kewajiban Karyawan Pada Perusahaan

Selain bekerja dengan optimal dan maksimal, karyawan juga memiliki kewajiban lain yang perlu dipenuhi terhadap perusahaan. Pada dasarnya, terdapat beberapa kewajiban utama karyawan kepada perusahaan. Berikut rincian penjelasannya.

 

1. Taat Pada Perusahaan

Pada saat seseorang bergabung dan menjadi karyawan perusahaan, maka diwajibkan untuk mematuhi dan mentaati segala perintah atasan. Hal tersebut terjadi lantaran sudah terikat hukum dengan kontrak dan perjanjian kerja.

Akan tetapi, ada beberapa perintah atasan yang boleh ditentang oleh karyawan bawahan. Pada hal ini, karyawan diperbolehkan untuk menolak perintah atasan untuk menjalankan sesuatu tindakan yang tidak bermoral.

Contoh kasus tersebut di antaranya:

  1. Apabila atasan memerintahkan bawahan untuk melakukan aksi pembunuhan.
  2. Atasan menyuruh seorang bawahannya untuk melakukan tindakan penipuan.
  3. Menyuruh untuk melakukan tindakan asusila kepada pihak lain. 

Untuk menghindari penyelewengan wewenang atasan, sebaiknya pihak perusahaan memberikan job desc kepada karyawan secara jelas dan tepat. Hal ini bertujuan untuk melindungi seluruh pegawai dari sikap eksploitasi kerja dari atasannya.

 

2. Menjaga Rahasia 

Karyawan berkewajiban untuk menjaga segala hal rahasia perusahaan. Hal tersebut berdasarkan pada asas konfidensial. Beberapa hal yang harus dijaga, biasanya berupa sistem kerja, hak-hak intelektual, keuangan, dan lainnya.

Umumnya, perusahaan akan mengadakan sebuah perjanjian kerja pada saat penandatanganan kontrak karyawan baru. Melalui perjanjian ini, maka karyawan akan menyetujui untuk menyimpan rahasia perusahaan dan tidak menyebarluaskan kepada khalayak umum. 

Jika melanggar, perusahaan dapat menuntut ke meja hijau. Dengan demikian, segala informasi rahasia perusahaan dapat terus terjaga dari waktu ke waktu.

Contohnya, terdapat PT Minuman Abadi memproduksi suatu produk makanan kaleng. Produk tersebut sangat laris dipasaran. Para kompetitor perusahaan tersebut pun berusaha untuk menyainginya. 

Apabila  terdapat karyawan dari PT Minuman Abadi yang membocorkan resep rahasia produk ke kompetitor lain, tentu akan ditiru proses pembuatannya. Alhasil, kompetitor mampu menghasilkan produk serupa dan mampu menarik konsumen dari PT Minuman Abadi.

Untuk mencegah hal demikian, maka PT Minuman Abadi menerapkan kewajiban konfidensial pada seluruh karyawannya.

 

payroll

3. Setia dan Loyal

Karyawan juga memiliki kewajiban untuk loyal terhadap perusahaannya bekerja. Mengapa demikian? Hal tersebut dikarenakan pada saat menandatangani perjanjian kerja, karyawan telah setuju untuk tunduk dan setia mengikuti semua visi dan misi perusahaan.

Loyalitas perusahaan dapat berupa suatu penerimaan imbalan, hibah, atau komisi dari pihak lain. Apabila karyawan memperoleh pendapatan dari sumber lain, perlu diketahui apakah hal tersebut merugikan perusahaan. 

Jika karyawan diketahui telah menerima imbalan setelah bekerja untuk kompetitor perusahaan. Maka, pihak perusahaan dapat memberikan tindakan berupa sanksi atau Surat Peringatan (SP).

Biasanya, untuk mencegah hal tersebut terjadi, perusahaan memberikan insentif lebih kepada karyawan yang mampu bekerja dengan baik, serta memenuhi target. Dengan begitu, karyawan akan lebih setia untuk bekerja secara penuh untuk perusahaan.

 

4. Melaporkan Kesalahan Perusahaan

Menjaga kerahasiaan memang menjadi kewajiban karyawan kepada perusahaan. Namun, apabila suatu perusahan melakukan kesalahan dan pelanggaran yang bertentangan pada kode etik bisnis dan hukum yang berlaku, karyawan yang bekerja di sana dapat melaporkan tindakan tersebut pada pihak berwenang. Istilah ini dikenal sebagai whistleblower. 

Berikut contoh pelanggaran berat yang dimaksud.

  • Perusahaan merugikan pihak ketiga baik dalam bentuk moral maupun material.
  • Terjadi pelanggaran hak-hak manusia saat perusahaan beroperasi.
  • Terdapat penyimpangan tujuan perusahaan ke arah negatif

Namun, perlu diketahui dalam melakukan pelaporan pada pihak berwenang, karyawan wajib menyertakan bukti yang kuat. Sebab, perkara yang akan diangkat oleh karyawan kepada pihak berwajib bukanlah perkara sederhana yang bisa diselesikan secara internal. 

 

Baca Juga: 7 Keterampilan Dasar yang Wajib Dikuasai Setiap Karyawan

 

Sekian penjelasan tentang kewajiban karyawan terhadap perusahaan. Diharapkan perusahaan Anda dapat saling memenuhi hak dan kewajiban satu sama lain. Dengan demikian, keberlangsungan perusahaan dapat terus terjaga dari masa ke masa.

 

Kelola Karyawan dengan Software HRD dari LinovHR!

Untuk mengelola karyawan dengan segala kewajiban dan haknya lebih optimal, Anda dapat mulai menggunakan software LinovHR. Dengan didukung oleh berbagai modul dan fitur terbaik, perusahaan Anda dapat mengelola semua karyawan dengan lebih mudah.

 

Apa saja sih yang ditawarkan oleh Software HRD dari LinovHR? 

 

  • Payroll system 
  • Organization management
  • Personnel administration
  • Recruitment
  • Competency management
  • Performance management
  • Time management
  • Reimbursement
  • Succession management
  • Learning and development 

 

 

LinovHR menjamin kerahasiaan dan keamanan semua data dan informasi karyawan yang akan digunakan dalam pengelolaan sumber daya manusia. Tertarik untuk tahu kelebihan lainnya dari software HRD LinovHR? Segeralah beralih menggunakan LinovHR demi pengelolaan karyawan yang lebih efektif dan efisien. Untuk informasi lebih lengkap, hubungi kami dengan klik tautan berikut ini!  LinovHR/Contact/