code of conduct

Pentingnya dan Cara Membuat Code of Conduct Perusahaan

Setiap perusahaan harus memiliki kode etik untuk menunjang bagaimana perilaku karyawannya. Kode etik tersebut dicantumkan dalam code of conduct.  Pimpinan perusahaan perlu mempertimbangkan beberapa hal sebelum menuliskan ini agar kedua belah pihak sama-sama nyaman dengan regulasi yang ada.

Sebenarnya, bagaimana membuat code of conduct yang baik bagi perusahaan? Mari kita simak bersama! 

 

Apa Itu Code of Conduct?

Code of conduct adalah seperangkat aturan seputar perilaku yang harus diikuti oleh karyawan dalam suatu perusahaan. Kode etik tersebut bertindak sebagai standar yang harus dipenuhi oleh karyawan sehingga karyawan dapat mengetahui apa yang diharapkan dari pimpinan untuk menghasilkan bisnis yang lebih efektif dan efisien.

Kode etik dan etika adalah dua hal yang berbeda. Kode etik mengacu secara khusus pada perilaku, sementara etika memberikan panduan tentang keterampilan pengambilan keputusan yang dibutuhkan karyawan saat bekerja.

Terdapat beberapa kode etik yang dapat Anda cantumkan dalam pembuatannya agar hal ini terus dapat dilindungi seperti nilai perusahaan, perilaku karyawan, aturan berbusana, ketidakhadiran, kebijakan cuti, komunikasi, penindasan, aktivitas ilegal, diskriminasi, kerahasiaan perusahaan, penggunaan properti perusahaan, plagiasi, dan lain sebagainya.

 

Baca Juga: Seberapa Penting Perencanaan Kinerja dalam Manajemen SDM?

 

Alasan Mengapa Code of Conduct Penting di Perusahaan

Code of conduct berfungsi bukan hanya sebagai pedoman internal yang harus diikuti oleh karyawan, tetapi juga sebagai pernyataan eksternal tentang nilai dan komitmen perusahaan.

Selain itu, code of conduct perusahaan juga memiliki peran penting, seperti :

 

Menunjukkan Nilai Perusahaan

Ketika sebuah perusahaan memiliki kode etik dan ditunjukkan pada publik, membuat orang-orang yang tertarik dengan perusahaan, seperti calon karyawan potensial, client atau calon konsumen, dapat mempelajari lebih lanjut tentang etika serta nilai perusahaan.

 

Memberikan Pedoman Perilaku Dasar Bagi Karyawan

Serangkaian aturan dan harapan yang jelas dapat membantu karyawan mengetahui perilaku apa yang sesuai untuk pekerjaannya. Dengan cara ini, para karyawan dapat menciptakan hubungan yang lebih baik dengan sesama rekan kerja.

 

Menciptakan Lingkungan Kerja Aman dan Nyaman

Karyawan merasa lebih aman ketika ada kode etik tertulis yang merujuk pada pelecehan di tempat kerja dan dengan jelas menyatakan bahwa itu dilarang di tempat kerja. Sehingga tidak perlu khawatir bahwa pimpinan akan meminta bantuan kepada pihak berwajib atau kinerja karyawan tersebut akan dinilai dari seberapa mendapat ejekan dari rekan kerjanya.

Lingkungan yang aman memungkinkan setiap orang menjadi paling produktif. Kode etik yang tertulis dengan jelas juga menghilangkan segala ambiguitas yang mungkin dimiliki beberapa karyawan tentang larangan.

 

Membentuk Sikap Positif 

Ketika karyawan memperlakukan satu sama lain secara setara dan dengan hormat, setiap orang cenderung merasa lebih puas dengan tempat kerja mereka. Ini dapat membantu pimpinan mempertahankan dan menarik lebih banyak karyawan.

 

Sebagai Alat Ukur Keberhasilan

Pimpinan dapat lebih mengukur keberhasilan karyawan mereka ketika mereka memiliki kode etik. Dalam kebijakan mereka, pimpinan harus mendiskusikan semua aturan di tempat kerja. Jika melihat seorang karyawan tidak mengikuti aturan, pimpinan dapat menunjukkan dengan tepat apa yang perlu ditingkatkan dalam manajemen atau bahkan memberikan punishment atau sanksi bagi karyawan.

Dengan ini membuat karyawan merasa diperlakukan dengan adil, kinerja karyawan juga meningkat, client yang bekerjasama juga akan merasa aman akan kejelasan bisnis perusahaan dan performa perusahaan juga akan meningkat.

 

Cara Membuat Code of Conduct

Dalam membuat code of conduct, terdapat 6 cakupan yang wajib Anda masukkan.

 

1. Value

Anda dapat memasukkan beberapa pernyataan yang menjelaskan nilai-nilai perusahaan yang perlu dipahami oleh seluruh karyawan tanpa terkecuali.

 

2. Expectations

Bagian ini menjelaskan tentang visi dan misi yang telah dibentuk perusahaan. Selain itu, memberikan gambaran dari pimpinan terhadap ekspektasi karyawan selama bekerja. 

 

3. Applications

Menjelaskan bahwa kode etik ini dibentuk untuk diberlakukan kepada perusahaan, karyawan, hingga client. Misalnya jika Anda perusahaan yang bergerak dalam bidang kontraktor, kode etik ini apakah tetap akan diberlakukan pada sesama rekan surveyor lain atau tidak. Hal ini dapat bersifat tentatif.

 

4. Links

Anda dapat memberikan referensi kebijakan dalam pembentukan kode etik ini. Misalnya saja seperti UU Ketenagakerjaan

 

5. Consequences

Dengan penerapan kode etik ini, Anda dapat menjabarkan apa saja konsekuensi yang diterima bila melanggar salah satu kode etik ini. Bukan hanya semata hukuman saja yang dapat dijelaskan, namun kinerja karyawan ataupun kontrak yang telah ditandatangani karyawan.

 

6. Next Steps

Hal ini merupakan aspek terakhir yang cukup penting, yaitu menguraikan langkah selanjutnya jika kode etik ini dilanggar atau jika kode etik ini dipatuhi oleh karyawan.

 

Baca Juga: Cara Mudah untuk Meningkatkan Fokus

 

Contoh Code of Conduct

Dengan ragamnya regulasi yang harus ditetapkan demi kepentingan bersama, Anda dapat melihat contoh code of conduct perusahaan yang dapat menjadi referensi bagi perusahaan Anda.

 

Contoh dalam Plagiasi

“Di perusahaan kami, kami menghargai orisinalitas. Saat menggunakan sumber referensi lain, karyawan harus menggunakan kutipan yang tepat untuk memberikan kredit. Perusahaan kami mengikuti Panduan Gaya AP untuk kutipan dalam teks. Silakan merujuk ke AP Style Guide Handbook di situs web perusahaan jika Anda memiliki pertanyaan.”

 

Contoh dalam Etika Berbusana

“Kode berpakaian perusahaan kami hampir setiap hari santai. Karyawan bebas mengenakan jeans, t-shirt, kaus, dan legging yang tidak tembus pandang. Tentu saja, jika karyawan ingin mengenakan pakaian bisnis kasual, mereka dianjurkan untuk melakukannya. Harap kenakan pakaian yang pantas, bebas dari sumpah serapah, pernyataan kasar, dan referensi untuk zat ilegal. Juga, hindari pakaian yang sobek, sobek, atau berlubang. Saat klien atau investor mengunjungi kantor, karyawan akan diberitahu tentang perubahan aturan berpakaian sebelumnya. . Biasanya, dalam hal ini, kami meminta karyawan mengenakan pakaian kasual bisnis. Ini termasuk celana panjang yang bagus, celana khaki, rok dan gaun formal, kemeja berkancing, blus yang bagus, dan sepatu tertutup.”

 

Contoh Ketika Karyawan Tidak Mengikuti Aturan

“Karyawan dapat mengambil makan siang 30 menit berbayar setiap shift. Karyawan dapat memilih untuk memperpanjang istirahat makan siang mereka menjadi satu jam, tetapi mereka harus keluar untuk setengah jam kedua. Karyawan yang bekerja dengan shift lebih dari delapan jam atau lebih juga menerima dua kali istirahat 15 menit. Karyawan harus mengambil satu istirahat 15 menit beberapa jam sebelum istirahat makan siang mereka dan yang lainnya harus diambil beberapa jam setelah makan siang. Kami meminta karyawan berkomunikasi satu sama lain tentang kapan mereka istirahat, jadi selalu ada seseorang yang tersedia untuk pelanggan. Karyawan bebas untuk beristirahat di ruang makan siang atau di luar tempat. Jika karyawan merasa perlu istirahat tambahan, mereka harus mengkomunikasikannya kepada manajer mereka.”

 

Itulah beberapa uraian singkat mengenai apa itu code of conduct dan bagaimana cara mengembangkannya. Diharapkan cara ini dapat membantu perusahaan untuk membentuk regulasi yang saling menguntungkan antara karyawan dan perusahaan, sehingga situasi kerja yang kondusif akan tercipta.