macam macam pekerjaan

Macam-macam Pekerjaan: Kerah Putih, Kerah Biru, dan Kerah Merah

Ada banyak macam-macam pekerjaan di dunia. Jika melihat dari istilah warna kerah, ada yang dikenal dengan sebutan pekerja kerah biru, kerah putih, dan kerah merah. Istilah pekerja kerah biru mulai diperkenalkan oleh seorang novelis Upton Sinclair pada tahun 1920 dan mulai sering digunakan pada tahun 1923. Sementara pekerja kerah putih juga diperkenalkan oleh orang yang sama, yaitu Upton Sinclair. Namun, istilah kerah putih mulai populer digunakan sejak 1935. 

Berbeda dengan kerah merah, istilah pekerja kerah merah berasal dari Tiongkok dan tidak begitu jelas siapa yang pertama kali mencetuskannya.  Akan tetapi, istilah kerah merah muncul karena sistem gaji yang diberikan kepada para pekerja di Tiongkok pada masa lampau. 

Semua istilah ini mempunyai label dan ciri khas yang melekat hingga kini. Contohnya adalah stigma bahwa pekerja kerah putih berada kelas sosial yang lebih tinggi dibandingkan yang lain. 

Apakah hal ini benar adanya? Bagaimana seharusnya perusahaan memandang istilah-istilah dalam pekerjaan ini?  

 

Pekerja Kerah Biru

Pekerjaan kerah biru cukup umum didengar dari macam-macam pekerjaan. Pekerja kerah biru adalah tenaga kerja yang melakukan pekerjaan bersifat teknis dan melibatkan kerja fisik. Dulu, pekerja kerah biru sering mengenakan seragam berwarna biru agar tidak cepat kotor, mengingat pekerjaan mereka sering berada di lapangan. 

Pekerja kerah biru harus memiliki keterampilan dan bahkan sertifikasi di bidang khusus.  Pekerjaan yang melibatkan kerah biru antara lain pekerjaan tidak tetap, pertambangan, konstruksi, manufaktur, dan lain-lain. Gaji yang diberikan kepada pekerja kerah biru berdasarkan upah per jam atau upah harian. Ada berbagai stereotipe tentang pekerjaan kerah biru.  Labeling yang paling melekat dengan pekerja kerah biru adalah pekerja kelas rendah dan sering dipandang sebelah mata. 

Padahal, bagaimanapun juga pekerja kerah biru mengambil peran yang sangat besar dalam operasional perusahaan. Sebab, operasional perusahaan tak akan berjalan lancar tanpa adanya bantuan dari para pekerja kerah biru di lapangan. Pekerja kerah birulah yang terampil dalam menggunakan berbagai alat berat, mesin, dan alat-alat lainnya. Apalagi mengingat risiko yang dihadapi oleh para pekerja kerah biru cukup besar, perusahaan harus menyediakan fasilitas kesehatan dan keamanan kerja atau lebih sering disebut K3 untuk menjamin keselamatan pekerja di lingkungan kerja. 

software hris

Pekerja Kerah Putih

Pekerja kerah putih adalah satu dari sekian banyak macam-macam pekerjaan. Jika pekerja kerah biru identik dengan pekerja lapangan, maka pekerja kerah putih sebaliknya. Istilah pekerja kerah putih mengacu pada pekerjaan administratif dalam level staf, manajerial, atau profesional. Para pekerja kerah putih biasa bekerja di lingkungan perkantoran dan harus mengenakan pakaian formal seperti kemeja, celana panjang, dan dasi, Sementara dari segi pemberian gaji, para pekerja kerah putih biasa menerima gaji bulanan. 

Para pekerja kerah putih harus memiliki latar belakang pendidikan tinggi, analisis tajam, wawasan yang luas di bidang keahlian tertentu. Pekerja kerah putih sering dinilai lebih unggul dibandingkan pekerja kerah biru. Paradigma tersebut terbentuk karena pekerja kerah putih menerima gaji bulanan dan bekerja di lingkungan kerja yang jauh lebih tenang. Walau bagaimanapun juga, kedua jenis pekerjaan ini sama-sama penting dan tidak bisa dipandang sebelah mata. Keduanya memiliki peranan masing-masing dalam keberlangsungan bisnis perusahaan sesuai kemampuan dan keterampilan yang dimiliki. 

 

Pekerja Kerah Merah

JIka ada yang disebut dengan kerah biru dan kerah putih, ada pula yang disebut dengan kerah merah. Mungkin tidak banyak orang mengetahui istilah pekerja kerah merah dalam istilah macam-macam pekerjaan. Karena istilah ini cukup jarang digunakan dalam bahasa sehari-hari. Pekerja kerah merah adalah pegawai pemerintah. Istilah pekerja kerah merah berasal dari Tiongkok dan digunakan karena para pegawai ini menerima gaji melalui suatu sistem yang disebut dengan anggaran tinta merah. Namun, istilah ini sangat jarang digunakan khususnya di Indonesia. 

 

Baca Juga: Mengenal Jenis Golongan dan Pangkat PNS

 

Mengelola Segala Jenis Pekerjaan Dengan LinovHR

Pada dasarnya, semua pekerjaan menyumbang kontribusi yang berbeda sesuai porsinya untuk perkembangan perusahaan. Ini menjadi catatan penting bagi perusahaan untuk mampu mengelola semua karyawan dengan adil dan optimal tak membedakan jenis atau macam-macam pekerjaan yang ada. Ketika perusahaan berhasil mengelola semua karyawan dengan adil dan optimal, maka loyalitas dan produktivitas karyawan akan terbentuk menghasilkan kinerja yang berkualitas.

Salah satu cara yang paling tepat untuk mengelola karyawan dari berbagai macam-macam pekerjaan adalah menggunakan Software HRD dari LinovHR. Dengan Software HRD dari LinovHR, semua pengelolaan karyawan dari segala jenis pekerjaan bisa berjalan lancar. Contoh fitur unggulan Software HRD dari LinovHR adalah Schedule Exception yang berfungsi untuk mengatur jadwal kerja shift. Karyawan bisa dengan mudah mengajukan penggantian jadwal dengan karyawan lain. Fitur ini sangat cocok digunakan bagi perusahaan manufaktur yang memiliki jam produksi tinggi. Ingin mencoba Software HRD dari LinovHR? Hubungi LinovHR sekarang juga! LinovHR.COM/Contact-Us/