Employee Life Cycle

Employee Life Cycle Management yang Perlu HRD Ketahui

Karyawan adalah sumber daya penting bagi kemajuan perusahaan. Oleh sebab itu, sudah menjadi salah satu keharusan HR untuk melakukan pengelolaan yang baik dan benar.

Semua ini tentu agar perusahaan bisa mendapatkan banyak dampak positif dari kehadiran karyawan. Untuk itulah penting sekali bagi perusahaan untuk melakukan manajemen employee life cycle.

 

 

Melakukan employee life cycle akan sangat bermanfaat bagi perusahaan mulai dari meningkatkan produktivitas pekerjaan sampai dengan loyalitas.

Dalam kesempatan ini, LinovHR sudah merangkum beberapa poin penting yang harus diketahui oleh HRD seputar employee life cycle management di perusahaan.

Mari kita cari tahu bersama-sama!

 

Apa Itu Employee Life Cycle?

 

Apa Itu Employee Life Cycle?
Apa Itu Employee Life Cycle?

 

Employee life cycle adalah sebuah metode yang digunakan oleh perusahaan untuk memvisualisasikan bagaimana cara seorang karyawan terlibat dengan perusahaan tempat mereka bekerja saat ini. 

Setidaknya ada 6 tahapan utama yang ada pada metode satu ini, yaitu:

  1. Attraction.
  2. Recruitment.
  3. Onboarding.
  4. Development.
  5. Retention.
  6. Separation.

 

Hal terpenting yang harus diperhatikan adalah bagaimana manajer mendorong dan mendukung karyawan dalam melalui setiap tahapan, dan bagaimana karyawan benar-benar mengalami tahapan-tahapan ini.

Employee life cycle management yang baik, dapat meningkatkan performa perusahaan, memperpanjang masa kerja karyawan dan mempersiapkan perusahaan akan pergantian karyawan yang tak dapat dihindari.

 

Keuntungan Menerapkan Employee Life Cycle

Lantas, apa keuntungan yang didapatkan perusahaan dalam menerapkan employee life cycle?

Pertanyaan di atas mungkin muncul di benak Anda saat ini. Setidaknya, terdapat 2 keuntungan utama yang akan didapatkan perusahaan dalam menerapkan strategi employee life cycle, yaitu:

 

1. Retensi Karyawan yang Lebih Baik

Keuntungan yang pertama ini berkaitan erat dengan kemampuan perusahaan dalam mengalokasikan sumber daya dan tenaga secara efektif untuk mengurangi permasalahan terkait turnover pegawai atau karyawan, baik dari sisi waktu maupun biaya yang diakibatkan dari turnover yang terjadi.

 

2. Meningkatkan Reputasi Perusahaan

Keuntungan yang lain yaitu dapat meningkatkan reputasi perusahaan di mata publik.

Reputasi yang baik, tentunya dapat memberikan banyak keuntungan bagi perusahaan, seperti meningkatkan kesempatan perusahaan untuk merekrut talenta-talenta potensial yang baru.

Hal ini tentunya dapat menambah daya saing perusahaan dengan kompetitor bisnisnya.

 

Tahapan dalam Employee Life Cycle Management

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, employee life cycle setidaknya memiliki 6 tahapan utama.

Berikut ini penjelasan mengenai masing-masing tahapnya:

 

 

1. Attraction

Attraction atau employee attraction merupakan tahap pertama yang cukup penting dan krusial bagi perusahaan.

Terlepas dari seberapa bagus bagus dan uniknya produk dan layanan perusahaan, tanpa adanya daya tarik terhadap kandidat berkualitas, maka perusahaan tetap akan mengalami kegagalan nantinya.

Tahap ini merupakan satu-satunya tahap yang terjadi, bahkan sebelum perusahaan membuka lowongan pekerjaan. Tahap ini dikenal juga dengan sebutan employer branding, artinya apakah perusahaan Anda memiliki citra yang baik sebagai tempat kerja atau malah sebaliknya.

Berikut beberapa tips untuk meningkatkan employer brand perusahaan:

  • Meningkatkan brand awareness
  • Ciptakan budaya kerja yang baik
  • Menawarkan benefit dan kompensasi yang menarik

 

3. Recruitment

Tahap yang kedua yaitu rekrutmen, yang merupakan tahap dimana perusahaan mencari dan merekrut karyawan potensial untuk dapat bergabung ke dalam perusahaan.

Perlu diingat, bahwa jenis rekrutmen yang baik harus mampu memberikan pengalaman kandidat yang optimal, mendukung collaborative hiring, dan menyediakan data yang berguna untuk meningkatkan sistem perekrutan perusahaan dari waktu ke waktu.

Berikut ini tips-tips yang bisa gunakan untuk membantu perusahaan merekrut kandidat yang tepat:

  • Meminta rekomendasi dari tim atau karyawan
  • Menggunakan platform rekrutmen yang beragam
  • Spesifik dengan apa yang perusahaan cari
  • Jika memungkinkan, ikut sertakan karyawan dalam proses ini

 

Menggunakan Software Rekrutmen LinovHR merupakan salah satu cara untuk memaksimalkan rekrutmen karyawan.

Ada berbagai fitur dari System Recruitment LinovHR yang sangat bermanfaat untuk HR Recruiter.

 

4. Onboarding 

Tahap selanjutnya yaitu tahap onboarding atau orientasi, yang dimana tahap ini terjadi, ketika perusahaan sudah berhasil merekrut karyawan yang dibutuhkan.

Tahap onboarding merupakan salah satu tahap yang penting. Sebab, di dalam tahap ini, HR perlu membuat karyawan baru tersebut untuk beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan perusahaan secepat dan sehalus mungkin.

Berikut beberapa tips agar tahap onboarding dapat berjalan dengan optimal:

  • Tuliskan job deskripsi dengan singkat, padat, dan jelas
  • Komunikasikan nilai dan visi perusahaan kepada karyawan baru tersebut
  • Jabarkan ekspektasi Anda terhadap karyawan baru tersebut dengan jelas
  • Lakukan pemantauan secara berkala

 

 

5. Development

Tahap yang keempat yaitu development atau pengembangan karyawan. Pada tahap ini, perusahaan akan secara konsisten mendorong pengembangan profesional karyawan.

Selain dapat mengembangkan keterampilan dan kemampuan yang dimiliki karyawan. Tahap development juga berguna untuk meningkatkan jenjang karir yang dimiliki oleh setiap karyawan.

Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan untuk meningkatkan tahap development pada perusahaan:

  • Mendorong pembelajaran secara eksternal
  • Memberikan penilaian keterampilan dan pengetahuan bersama dengan karyawan yang bersangkutan
  • Mendorong karyawan untuk terus maju dan berkembang
  • Berikan reward atau apresiasi terhadap karyawan yang belajar dengan waktu yang mereka miliki sendiri

 

Baca Juga: Memahami Prinsip Dasar dari Employee Satisfaction

 

6. Retention

Tahap yang kelima yaitu tahap retensi, yang merupakan tahap dimana karyawan akan dikelola supaya dapat bertahan di perusahaan. 

Di sini, perusahaan akan menyusun berbagai macam strategi untuk meningkatkan employee satisfaction dan employee engagement, sehingga loyalitas karyawan terhadap perusahaan dapat meningkat.

Beberapa tips yang bisa dilakukan, yakni:

  • Memberikan gaji/upah yang adil
  • Memberikan kompensasi atau tunjangan, seperti THR, bonus, cuti, jam kerja fleksibel, dan sejenisnya
  • Menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan positif
  • Meningkatkan komunikasi secara optimal
  • Mengapresiasi karyawan, atas kerja keras dan loyalitas yang mereka lakukan
  • Fokus terhadap kesejahteraan karyawan di perusahaan

 

7. Separation

Tahap yang terakhir yaitu tahap separation atau perpisahan. Bagi kebanyakan karyawan, akan ada satu momen dimana siklus hidup dari pekerjaan mereka akan sampai pada titik akhir, baik karena pensiun, pekerjaan yang baru, maupun alasan personal.

Sebagai HR, Anda bertanggung jawab untuk memastikan bahwa saat ada karyawan yang memutuskan untuk keluar dari perusahaan, hal tersebut dapat berjalan dengan lancar, tanpa menimbulkan kendala yang berarti.

Namun, jika Anda menghadapi situasi dimana karyawan terbaik Anda mengajukan resign, maka ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan:

  • Tetap positif dan jangan panik
  • Meminta feedback yang jujur kepada karyawan bersangkutan
  • Dorong dan motivasi tim untuk tetap maju dan berkembang
  • Ketahui dan pahami alasan dari resignnya karyawan tersebut

 

Baca Juga: Performance Management Cycle: Pengertian, Tahapan, Manfaat & Contoh

 

Terapkan Strategi Employee Life Cycle dengan Lebih Mudah dengan Software HRIS

 

software hris

 

Penerapan employee life cycle sangat bagus untuk perusahaan, karena layaknya mesin yang dilumasi penerapan employee life cycle akan membuat perusahaan beroperasi dengan sempurna.  

Tidak hanya sekadar mampu beroperasi atau para karyawan mampu menyelesaikan tugas dengan baik. Tapi ini juga berhubungan dengan siklus hidup bagaimana karyawan dapat terlibat dengan peluang pengembangan dan bagaimana pengakuan yang diberikan perusahaan sesuai dengan pencapaian karyawan. 

Hal yang terpenting adalah bagaimana perusahaan dapat mendukung karyawan di setiap siklus dan bagaimana karyawan benar-benar mengalami siklus tersebut. 

Dengan employee life cycle management, perusahaan dapat merasakan dampak peningkatan kinerja perusahaan, memperpanjang masa kerja karyawan dan mempersiapkan diri dengan lebih baik untuk penggantian karyawan yang tidak dapat dihindari.

Beruntungnya, sekarang untuk melakukan manajemen siklus hidup karyawan bisa dilakukan lebih  mudah menggunakan Software HRIS LinovHR.

Software HRIS satu ini menawarkan berbagai fitur yang dapat membantu perusahaan dalam menerapkan tahapan-tahapan pada employee life cycle, mulai dari rekrutmen, orientasi, pengembangan, hingga penilaian kinerja secara cepat, tepat, dan akurat.

Semua hanya butuh satu software saja yang sudah berbasis cloud, pastinya lebih hemat biaya dan hemat tenaga! Anda dapat mengajukan demo gratis untuk tahu lebih banyak mengenai fitur dan keunggulannya.