Manajemen persediaan

Manajemen Persediaan: Pengertian dan Pendekatannya

Manajemen persediaan mengatur semua barang yang disimpan dalam perusahaan. Pernahkah Anda merasa bahwa produk makanan yang Anda nikmati setiap hari tidak pernah habis? Dalam hal ini, perusahaan menggunakan suatu sistem untuk mengatur persediaan bahan baku yang ada, sehingga perusahaan tidak pernah dalam kondisi kehabisan bahan baku. Penting sekali bukan penerapan manajemen dalam persediaan barang perusahaan? Mari gali lebih dalam tentang hal ini di perusahaan! 

 

Pengertian Manajemen Persediaan

Persediaan sangat berhubungan dengan produksi dan penjualan perusahaan. Jika persediaan terganggu, maka produksi dan penjualan akan ikut terganggu dan mempengaruhi pendapatan perusahaan. Maka, dibutuhkan suatu metode untuk mengontrol dan mengawasi persediaan yang ada.  Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat persediaan dalam perusahaan, yaitu:

  1. Jumlah dana  perusahaan
  2. Waktu tunggu barang 
  3. Frekuensi penggunaan
  4. Daya tahan barang persediaan

Manajemen persediaan adalah metode yang mengatur  persediaan barang yang dimiliki perusahaan atau organisasi. Metode tersebut meliputi cara mendapatkan, penyimpanan barang, bagaimana cara pemanfaatan, dan cara mengeluarkan barang tersebut. 

 

Tujuan Manajemen Persediaan

Tujuan utama manajemen persediaan dalam perusahaan adalah menjaga persediaan barang yang tersimpan cukup stabil sehingga tidak mengganggu proses produksi. Ada beberapa tujuan lain dari metode ini, antara lain:  

  1. Memastikan bahan baku yang tersedia untuk produksi dalam jumlah aman.
  2. Memberi waktu perusahaan untuk mengelola pembelian bahan baku
  3. Mengantisipasi perubahan permintaan dan penawaran barang produksi 
  4. Mengurangi resiko bahan baku datang terlambat 
  5. Menyesuaikan jadwal produksi barang
  6. Mengantisipasi resiko kenaikan harga bahan baku 

 

Baca Juga: Mengapa Manajemen Operasional Dibutuhkan dalam Perusahaan?

 

Fungsi Manajemen Persediaan

Dalam menjamin persediaan barang, ada fungsi yang berperan aktif dalam menjaga persediaan tetap terjamin. Fungsi yang dimaksud adalah: 

 

Mengantisipasi Kekurangan Persediaan

Ini harus dipertimbangkan terutama bagi perusahaan yang berfokus pada produksi barang. Meskipun Sehari-hari pasokan bahan baku pasti tepat waktu, tindakan pencegahan dan antisipasi selalu penting untuk dilakukan. Jangan sampai bahan baku yang sampai kepada perusahaan terlambat dan mengganggu proses produksi.

 

Mengantisipasi Pesanan Persediaan Ternyata Tidak Sesuai Dengan Kebutuhan

Kondisi yang tak diinginkan seperti pesanan yang tak sesuai mungkin jarang terjadi. Namun, bisa saja kejadian ini terjadi sehingga akan mengganggu produksi perusahaan. Jadi perusahaan harus selalu memiliki antisipasi dan memastikan bahwa bahan baku yang ada tersedia dengan baik dan sesuai pesanan atau kebutuhan perusahaan. 

 

Berjaga-jaga Jika Persediaan Yang Dibutuhkan Ternyata Tidak Ada Di Pasaran

Fungsi utama lainnya adalah untuk memastikan pasokan selalu tersedia dengan aman meskipun bahan baku mendadak langka. Langkah ini digunakan karena pasar bahan baku yang ada sangat dinamis, bisa saja bahan baku yang biasanya selalu tersedia tiba-tiba habis atau mendadak langka di pasaran karena faktor tertentu. 

 

Menjamin Lancarnya Proses Produksi

Bagi perusahaan terutama perusahaan manufaktur, proses produksi barang adalah proses yang cukup krusial. Hal ini berguna agar perusahaan mendapatkan keuntungan yang stabil dan konsumen tetap loyal terhadap perusahaan karena mudah mendapatkan barang yang diminta. Bila konsumen mengalami kesulitan dalam mendapatkan produk, maka akan ada peluang konsumen berpaling ke produk dari kompetitor. 

 

Baca Juga: Siklus dan Manfaat Manajemen Aset untuk Perusahaan

 

Pendekatan Manajemen Persediaan

Mengelola persediaan memerlukan beberapa metode yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Dalam manajemen persediaan, terdapat 5 metode yang paling umum digunakan dalam mengelola persediaan. Berikut uraian masing-masing metode. 

 

1. Metode EOQ (Economic Order Quantity)

Metode ini biasa disebut juga dengan metode kuantitas pesanan ekonomi. Metode yang dijalankan adalah dengan cara membeli persediaan sesuai dengan pesanan yang diterima. Pesanan bahan baku sudah ditentukan dari segi jumlah, jenis, variasi, dan waktu kapan harus tiba di perusahaan. Dengan demikian, perusahaan akan lebih mudah memperhitungkannya. Sudah ditentukan oleh pemesan berapa jumlah pesanan, spesifikasi, serta waktu kapan harus selesai. Dengan begitu perusahaan akan memperhitungkan berbagai hal.

Karena sesuai dengan jumlah pesanan, maka persediaan yang ada tidak akan tersisa karena semua digunakan secara maksimal untuk produksi barang. Cara ini digunakan perusahaan umumnya untuk bahan baku persediaan yang tidak tahan lama. Manfaat dari metode EOQ adalah perusahaan lebih hemat dalam mengeluarkan biaya pemeliharaan dan biaya gudang dari  sisa bahan.

 

2. Metode MRP (Material Requirement Planning)

MRP merupakan metode persediaan yang menjamin bahwa bahan persediaan selalu ada di gudang namun berjumlah sedikit. Mengapa demikian? Jadi perusahaan ingin persediaan agar tak dalam kondisi kosong namun ingin berhemat dari segi biaya. Jika persediaan selalu ada dengan jumlah yang sedikit, maka biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk menjaga persediaan tersebut juga semakin sedikit. 

 

3. Metode JIT (Just In Time)

Metode ini membuat perusahaan memiliki nol persedian alias tidak sama sekali ada persediaan. Perusahaan hanya akan memesan bahan baku ketika bahan baku benar-benar habis atau hampir habis. Hal ini juga dilakukan perusahaan dalam rangka menghemat pengeluaran atau biaya atas pemeliharaan persediaan.  Namun, apakah tidak berbahaya jika persediaan kosong? Apakah hal tersebut akan mengganggu produksi? Untuk mengantisipasinya, perusahaan membina hubungan yang baik dengan distributor. Dengan demikian perusahaan leluasa dan lebih fleksibel dalam melakukan pemesanan kapan pun kepada distributor yang sigap dan terpercaya. 

 

4. Metode Analisa ABC

Metode ABC melibatkan penggolongan persediaan berdasarkan total persediaan sesuai masing-masing kelas. Misalkan, perusahaan furniture memiliki persediaan kayu mahoni, paku, cat, plitur, dan sebagainya. Kayu mahoni akan dilabeli dengan label A karena penanganannya dan tuliskan pula jumlahnya dengan harapan karyawan akan lebih hati-hati dalam menggunakannya. Kemudian paku akan dilabeli X, karena penyimpanan yang relatif mudah dan jumlahnya sangat banyak.

 

5. Metode Periodic Review

Metode ini membuat perusahaan melakukan pemesanan persediaan dalam jarak waktu yang berdekatan. Jadwal pemesanan sudah dijadwalkan secara periodik dan teratur. Manajer keuangan akan lebih mudah untuk memperkirakan biaya yang harus dikeluarkan dalam pembelian persediaan. Metode ini memiliki keunggulan, yaitu perusahaan tidak perlu melalui proses administrasi panjang yang biasa ditemui dalam pemesanan. Hal ini disebabkan karena pembelian sudah dijadwalkan secara rutin. Tetapi, perusahaan harus memperbanyak stok untuk berjaga-jaga jika pesanan produk meningkat dan membutuhkan lebih banyak persediaan. 

 

Ini adalah beberapa penjelasan singkat tentang manajemen persediaan dari definisi, fungsi, hingga metode yang umum digunakan. Semoga dapat membantu!