Balanced Scorecard

Balanced Scorecard: Pengertian, Tujuan & Contohnya

Perusahaan memerlukan beberapa strategi demi keberlangsungan dengan dunia bisnis. Balanced Scorecard adalah salah satu dari sekian banyak strategi bisnis yang digunakan. Apa yang dimaksud dengan Balance Scorecard dan mengapa perusahaan memerlukannya? Simak pembahasannya di bawah ini! 

 

Karakteristik Balanced Scorecard

Balanced Scorecard memiliki misi untuk menjabarkan strategi perusahaan ke dalam tujuan operasional perusahaan dan parameter kinerja. Balanced Scorecard memiliki empat karakteristik, yaitu sebagai berikut :

 

Komprehensif

Balanced Scorecard memperluas perspektif yang terdapat pada pengukuran kinerja. Dari awalnya hanya terdiri dari perspektif pelanggan, proses bisnis perusahaan, serta  pembelajaran dan pertumbuhan melahirkan perspektif lain, yaitu data keuangan. Data keuangan menghasilkan manfaat dan mempersiapkan perusahaan untuk memasuki lingkungan perusahaan yang penuh rintangan. 

 

Koheren 

Balanced Scorecard harus menghubungkan setiap perspektif untuk membangun relasi yang merupakan  sebab akibat diantara berbagai sasaran strategis yang dihasilkan dalam perencanaan strategis. Setiap sasaran yang ditetapkan dalam perspektif bukan data keuangan harus memiliki hubungan sistematis dengan data keuangan, baik secara langsung maupun tidak langsung. 

 

Seimbang

Proses keseimbangan antara perspektif dalam Balanced Scorecard yang dihasilkan oleh sistem perencanaan strategis, yang harus menghasilkan menghasilkan kinerja data keuangan yang bersifat jangka panjang. 

 

Terukur

Balanced Scorecard mengukur sasaran strategis yang cukup rumit untuk diukur. Sasaran strategi di perspektif pelanggan, proses bisnis perusahaan, serta pembelajaran dan perkembangan merupakan sasaran yang tidak mudah terukur.  Namun, dalam Balanced Scorecard ketiga perspektif non keuangan tersebut telah ditentukan ukurannya sehingga dapat digunakan sebagai tolak ukur kinerja perusahaan.

 

Pengertian Balanced Scorecard

Balanced Scorecard merupakan strategi manajemen untuk meningkatkan, mengidentifikasi, dan mengukur beberapa fungsi internal bisnis dan bagaimana hasil eksternal dari bisnis tersebut. Data yang digunakan dalam Balance Scorecard sangat penting untuk mendukung hasil kuantitatif untuk dipertimbangkan oleh manajerial perusahaan sebagai bahan penentuan keputusan..

Scorecard mempunyai makna lain berupa kartu skor. Kartu skor yang dimaksud yaitu kartu yang digunakan dalam merencanakan strategi berdasarkan skor yang diwujudkan pada masa yang akan datang. Sedangkan Balanced memiliki makna seimbang, mengukur kinerja seseorang secara seimbang dari sisi keuangan dan non keuangan, jangka panjang dan jangka pendek, internal dan eksternal.

 

Perspektif Balanced Scorecard

Menyusun Balance Scorecard memerlukkan beberapa perspektif. Perspektif tersebut saling mempengaruhi satu sama lain dan melalui tahapan panjang dalam menghasilkan suatu keputusan strategis. Ada beberapa perspektif yang dijadikan acuan untuk membuat Balanced Scorecard 

 

Pembelajaran dan Pertumbuhan 

Elemen yang digunakan untuk menganalisis aspek pembelajaran dan pertumbuhan adalah sumber daya manusia, yaitu seberapa baik informasi ditangkap dan seberapa efektif karyawan menggunakan informasi untuk mengubahnya menjadi kemampuan kompetitif atas perusahaan.Kemampuan kompetitif tersebut dipengaruhi oleh kepuasan kerja, retensi pekerja, produktivitas pekerja. 

 

Baca juga : Pemberdayaan Karyawan untuk Perusahaan

 

Proses Bisnis Perusahaan

Perusahaan harus mengevaluasi dan menyelidiki seberapa baik produk diproduksi. Sisi manajemen yang digunakan dalam evaluasi ini adalah manajemen operasional untuk melacak keterlambatan, kekurangan, dan fraud dalam produksi produk atau layanan perusahaan. Ada beberapa pedoman dalam proses bisnis perusahaan yaitu; inovasi, operasi, dan purna jual. 

 

Pelanggan

Suatu perusahaan perlu mengukur mengukur kepuasan pelanggan dengan kualitas, harga, dan ketersediaan produk atau layanan. Perusahaan harus memahami terlebih dahulu bagaimana segmentasi perusahaan mereka, kemudian merancang bagaimana cara untuk mengambil data kepuasan pelanggan. Pelanggan memberikan umpan balik tentang kepuasan mereka dengan produk  atau layanan saat ini melalui survey yang dilakukan oleh perusahaan.

 

Data keuangan

Data keuangan yang digunakan untuk analisis Balanced Scorecard antara lain; penjualan, pengeluaran, dan pendapatan. Data-data tersebut digunakan untuk memahami kinerja keuangan suatu perusahaan meliputi Return of Investation dan laba bersih. 

Data keuangan memiliki peran penting yang mempengaruhi perspektif Balanced Scorecard lainnya. Semua perspektif bergantung pada pengukuran data keuangan yang menunjukan implementasi dari strategi dan memberi dorongan kepada perspektif lainnya mengenai target wajib perusahaan.

 

Tujuan Balanced Scorecard

Metode yang digunakan dalam Balanced Scorecard cukup panjang dan memerlukan beberapa tahapan analisis yang tidak bisa dilewati. Namun, hal tersebut sangat berguna untuk merancang strategi dan keputusan bisnis yang akan dilakukan oleh perusahaan. Adapun tujuan penggunaan Balanced Scorecard bagi perusahaan, yaitu :

  1. Untuk Mengkomunikasikan Target Perusahaan 

  2. Menyusun Job Desk Karyawan yang Sesuai dengan Strategi

  3. Menentukan Prioritas Proyek, Produk, dan Layanan

  4. Mengukur dan Memantau Perkembangan Perusahaan Menuju Target 

 

 

Baca juga : Sistem Reward dan Punishment Efektif dari HRD 

 

 

Contoh Balanced Scorecard

Setelah penjelasan singkat mengenai Balanced Scorecard di atas, di bawah ini salah satu contoh Balanced Scorecard pada perusahaan

 

4 (Empat) Perspektif Balanced Scorecard serta ukuran kinerja

Standar

Realisasi

Perspektif Pelanggan

a) Indeks Kepuasan Pelanggan

Min. IKC dapat dikategorikan puas atau berada dalam interval antara 1285,2 sampa dengan 1587,6 point.i

 

Indeks 1324 point atau dikategorikan puas.

 

b) Indeks Citra Perusahaan

 

Min. IKC dapat dikategorikan baik atau berada dalam interval antara 428,8 sampai

dengan 529,2 points.

 

 

 

Indeks 449 point atau dikategorikan baik.

Proses Bisnis Internal

a). Peningkatan Inovasi

 

 

 

 

b). Pelayanan Penggunaan Sistem Informasi

 

Min. IKC dapat dikategorikan baik atau berada dalam interval antara 428,8 sampai

dengan 529,2 point.

 

 

Penerapan Sistem Informasi di perusahaan

 

Indeks 443 point atau dikategorikan baik.

 

 

 

Telah Diterapkan AMS (Automatic Management System)

Perspektif Pembelajaran dan Perkembangan

a). Employee Satisfaction Index

 

 

 

 

b). Learning Index

 

 

Min. IKK dapat dikategorikan puas atau berada dalam interval antara 2.856 – 3.528 point.

 

≥ 52,17%

 

 

IKK adalah 2. 564 point atau

dikategorikan cukup.

 

 

≥ 59,7%

Perspektif Data Keuangan

 

 

Profit

≥ Rp.48.510.240.512

Rp. 124.610.091.888

Total Cost

≤ Rp. 3.604.257.996

Rp. 3.771.321.307

Return On Asset (ROA)

≥ 62,35 %

70,26%

Return On Equity (ROE)

≥ 45,46%

78,40%

Total Asset Turnover (TATO)

≥ 0,6 x

1,1 x

Revenue Growth (RG)

≥ 21,12%

155,7 %

 

Dapat dilihat melalui tabel bahwa terdapat total 12 ukuran kinerja.  10 tolak ukur yang sesuai standar atau target yang ditetapkan, sedangkan 2 lainya tidak memenuhi.Untuk menghitung total persentase kerja, digunakan rumus jumlah standar yang dicapai / jumlah ukuran kinerja x 100%

 

Maka, 10/12 x 100% = 83,33%. Dengan demikian, 83,33% dapat dikatakan perusahaan secara keseluruhan mempunyai kinerja sangat baik. Untuk runtutan pembuatan perancangan Balanced Scorecard di atas, dapat dilihat di sini

 

Menggunakan balanced scorecard dalam organisasi dan perusahaan pada akhirnya akan membuat tim manajemen menghasilkan strategi untuk merefleksikan hubungan antara tujuan strategis, inisiatif dan langkah-langkah untuk membantu keberhasilan, serta menentukan keberhasilan jangka panjang. Perusahaan dan tim manajemen harus mengetahui dan memahami dengan benar apa yang dibutuhkan untuk mengukur kinerja perusahaan. 

 

Sudah memahami Balanced Scorecard? Tidak ada salahnya untuk kembali memeriksa apakah perusahaan berkembang dengan baik atau tidak. Mudah-mudahan penjelasan singkat mengenai Balanced Scorecard di atas mampu dijadikan contoh dan inspirasi bagi perusahaan untuk melakukan Balanced Scorecard demi perkembangan perusahaan.