manajemen aset

Manajemen Aset: Siklus dan Manfaat untuk Perusahaan

Sebuah aset adalah hal penting bagi perusahaan yang harus dikelola sebaik mungkin. Aset perusahaan dapat berupa peralatan dan perlengkapan, warehouse, dan lainnya. Untuk menjaga aset dengan baik, diperlukan sebuah metode bernama manajemen aset. Melalui manajemen aset yang baik dan maksimal, perusahaan akan lebih cepat untuk mencapai tujuan dan mendapatkan keuntungan. 

Pengertian Manajemen Aset 

Manajemen aset adalah proses sistematis untuk mempertahankan, memperbaharui, menghemat segala aset yang dimiliki oleh perusahaan agar mencapai bisnis yang efektif dan efisien. Sehingga, dapat disimpulkan hal ini sangat penting bagi perusahaan. 

Tujuan Manajemen Aset

Tujuan utama dari manajemen aset suatu perusahaan adalah demi mengelola aset lebih efektif dan efisien agar pengambilan keputusan lebih cepat dan tepat. Adapun beberapa tujuan lain untuk perusahaan adalah :

  1. Memastikan status kepemilikan suatu aset
  2. Menginventarisasi kekayaan dan masa pakai aset yang dimiliki
  3. Melindungi nilai aset agar lebih awet
  4. Meminimalisasi biaya selama umur suatu aset.
  5. Memastikan suatu aset dapat menghasilkan keuntungan yang maksimum
  6. Menggunakan dan memanfaatkan aset secara optimal
  7. Acuan menyusun neraca dalam akuntansi

 

Baca Juga: Tips Pengelolaan Aset Perusahaan Yang Dipinjamkan Karyawan

 

Siklus Manajemen Aset

Dalam melakukan manajemen aset, perusahaan harus melalui beberapa tahapan yang akan membentuk kesatuan siklus. Siklus ini harus dilalui dengan baik agar proses akhir manajemen berfungsi dengan maksimal. Siklus apa yang harus dilalui oleh perusahaan? 

Perencanaan Kebutuhan Aset

Perencanaan kebutuhan adalah langkah pertama yang mesti dilalui. Perusahaan akan menganalisis dan mengurutkan kebutuhan apa yang diperlukan dalam mengelola aset perusahaan. Misal; perawatan, pengadaan, dan sebagainya. 

 

Pengadaan Aset

Di tahap ini perusahaan akan melakukan kegiatan pengadaan aset. Biaya pengadaan aset dapat berasal dari internal maupun pinjaman pihak eksternal perusahan. 

 

Inventarisasi Aset

Setelah aset yang dibutuhkan telah ada, perusahaan akan mengidentifikasi kualitas dan kuantitas aset dari segi fisik maupun non fisik. Tiap aset akan diberi kode khusus agar mudah dikenali di dalam tempat penyimpanan.

 

Legal Audit Aset

Kemudian perusahaan akan melakukan audit mengenai status aset, sistem dan prosedur pengadaan, sistem dan alur pengalihan. Selain itu,  perusahaan juga akan melakukan identifikasi masalah legalitas aset yang bisa saja muncul beserta cara mengatasinya.

 

Pengoperasian dan Pemeliharaan Aset

Perusahaan menggunakan aset yang dimiliki untuk proses bisnis dengan masing-masing fungsionalitas yang berbeda. Pengoperasian diikuti juga dengan pemeliharaan aset supaya aset lebih awet, efekti dan efisien penggunaannya.  

 

Penilaian Aset

Perusahaan akan menentukan nilai aset yang dimiliki sehingga nilai kekayaan yang dimiliki lebih terlihat. Dari hal ini, perusahaan akan menilai apakah aset dengan nilai tertentu akan dialihkan atau dihapuskan.  

 

Penghapusan dan Pengalihan Aset

JIka aset dinilai tidak begitu menguntungkan, perusahaan akan memutuskan untuk dibuang atau dihancurkan. Namun jika dinilai masih menguntungkan, perusahaan akan mengalihkan aset untuk penggunaan lain dengan pemindahan wewenang dan tanggung jawab terhadap aset kepada divisi lain. 

 

Pembaharuan Aset

Beberapa kasus aset yang dinilai tak berfungsi dengan baik dapat dikembalikan nilai gunanya dengan pembaharuan. Pembaharuan dilakukan perbaikan atau penggantian suku cadang sehingga aset dapat bekerja berfungsi sedia kala hingga masa nilainya telah berakhir.

 

Baca Juga: Manfaat Manajemen Keuangan dalam Perusahaan

 

Manfaat Manajemen Aset

Implementasi manajemen aset yang holistik dalam seluruh divisi atau departemen perusahaan akan membuat perusahaan mampu menekan pengeluaran dan memaksimalkan pemasukan. Apa manfaat lain dari manajemen aset bagi perusahaan? 

Menjaga Nilai Aset

Semua aset berisiko mengalami pengurangan nilai seperti kerusakan atau kerugian. Perusahaan dalam hal ini menggunakan manajemen aset  untuk mempertahankan nilai aset agar tetap tinggi.  Penggunaan manajemen aset dapat meminimalisir pengurangan nilai aset sehingga usia aset lebih lama.

Meningkatkan Keamanan

Aset dalam jumlah yang cukup besar untuk sebuah perusahaan tentu tidak bisa dikontrol secara individual dan aman. Dengan menerapkan manajemen aset, perusahaan dapat mengurangi kemungkinan kehilangan atau kerusakan aset. Dengan demikian, aset-aset ini akan disimpan dengan benar, terjamin dan dilindungi.

Memantau  Penyusutan Aset

Penyusutan aset merupakan salah satu yang perusahaan perlu waspadai. Penyusutan aset dapat mengurangi nilai aset dari segi fungsi dan nilai aset itu sendiri. Manajemen aset sangat diperlukan untuk memudahkan memantau penyusutan aset. Laporan penyusutan aset wajib dicantumkan dalam laporan keuangan karena berhubungan dengan keuangan perusahaan.

Menghindari Pembelian Berlebih

Manajemen aset dapat mengontrol pembelian aset perusahaan. Dengan demikian, perusahaan lebih cerdas dalam menyusun anggaran pembelian aset dengan menentukan prioritas tertinggi serta menghemat biaya pengeluaran.

Mempermudah Penyusunan Anggaran

Penyusunan anggaran berupa konstruksi, pembelian barang, pemeliharaan barang berkaitan dengan pendanaan jauh lebih fleksibel dengan manajemen aset. Kondisi ini juga membuat perusahaan mengetahui mana aset yang masih butuh pemeliharaan atau pembaharuan, mana yang tidak dapat diperbaharui sama sekali.

Membuat Manajemen Risiko

Manajemen aset tidak mampu mempertimbangkan kemungkinan ancaman dimasa yang akan datang dari aset perusahaan. Maka dari karena itu, setiap perusahaan telah melakukan manajemen aset, pasti akan diikuti dengan pembuatan manajemen risiko untuk melengkapinya. Menerapkan manajemen risiko setelah manajemen aset akan membantu perusahaan dalam mengelola ketidakpastian dari aset yang bisa saja terjadi di masa yang akan datang. 

Manajemen risiko adalah hal yang berbeda dengan manajemen aset. Manajemen risiko merupakan metode menganalisis, meminimalisir dan menghapuskan risiko pada perusahaan. Ketika perusahaan sudah menerapkan manajemen aset, perusahaan juga akan membuat manajemen risiko. 

Demikianlah penjelasan mengenai siklus manajemen aset beserta manfaatnya. Semoga dapat membantu dan menambah wawasan.