Change Fatigue

Mengatasi Change Fatigue atau Perubahan dalam Pengelolaan Kinerja

Dinamika dunia menuntut pemilik bisnis harus siap dengan berbagai kondisi. Terkadang, kondisi tersebut membentuk dampak perubahan yang tidak bisa dihindari. Contohnya, perkembangan teknologi yang membuat karyawan harus menjadi tech savvy dan merebaknya pandemi COVID-19 di seluruh dunia yang merubah pola kerja karyawan. Perubahan yang cepat ini bisa mempengaruhi karyawan mengalami change fatigue. 

Dalam ruang lingkup HRD,  change fatigue merujuk kepada kondisi di mana karyawan merasa lelah dan kewalahan akibat terlalu banyak perubahan cepat yang terjadi dalam perusahaan. Akibatnya, kinerja karyawan akan ikut menurun. Adapun tanda lain jika karyawan mengalami change fatigue adalah: 

  1. Banyak karyawan memberi keluhan atas perusahaan mengenai kinerja dan pengelolaan karyawan
  2. Karyawan mengalami stress dan burnout secara berkepanjangan
  3. Menurunnya tingkat keterikatan atau engagement karyawan
  4. Skeptisme terhadap kebijakan perusahaan mulai muncul

 

Apakah Karyawan Bisa Melalui Perubahan? 

Walau sulit, sebenarnya karyawan bisa melalui perubahan yang ada. Menurut informasi yang dihimpun Gartner, ada 2 hal yang perlu diperhatikan supaya karyawan dapat menyerap perubahan dengan mudah:

 

Kepercayaan 

Kepercayaan karyawan dan perusahaan sangat penting untuk membangun suatu bisnis. Karyawan memiliki rasa kepercayaan tinggi kepada perusahaan mampu menghadapi perubahan 2,6 kali lebih besar daripada karyawan yang memiliki kepercayaan rendah. Ini juga yang menjadi perhatian lebih bagi HRD untuk meyakinkan dan memenuhi segala hak karyawan agar tidak terjadi kesalahpahaman. 

 

Keeratan Tim Kerja

Selain saling percaya, keeratan dalam tim kerja juga dinilai ampuh untuk membantu karyawan melalui perubahan. Karyawan sama-sama merasa terikat, terkoneksi, mempunyai tujuan dan sense of belonging dalam sebuah tim. Karyawan yang berada dalam tim kerja yang erat bisa melalui perubahan 1.8 kali lebih baik dibandingkan dengan karyawan yang berada dalam tim kerja yang tidak erat. 

HRD ada baiknya memastikan bahwa relasi tiap karyawan dalam suatu tim berjalan lancar. Jika ditemui suatu masalah dalam tim, HRD harus mengatasi dengan cepat dan akurat sebelum akhirnya mempengaruhi dan menghambat kinerja. 

Cara yang bisa HRD lakukan untuk mempererat hubungan kerja dalam tim adalah melalui acara gathering hingga lomba game virtual sesama karyawan. Cara tersebut cukup sederhana tetapi bisa mempererat hubungan karyawan.

 

Baca Juga: Memahami Hak Paten Agar Produk Tak Gampang Ditiru

 

Cara Menanggulangi Change Fatigue

Perubahan adalah hal yang pasti dan tidak bisa dihindari begitu saja. Dalam hal ini, HRD mempunyai peranan dalam membantu karyawan melalui masa sulit. 

Sehingga kinerja karyawan tetap berjalan stabil meskipun terdapat perubahan. Dibawah ini adalah beberapa cara untuk mengantisipasi dan mengurangi change fatigue. 

 

1. Perluas Perspektif

Saat Anda mengambil pandangan  dari semua perubahan yang terjadi dalam organisasi, akan lebih mudah untuk melihat bagaimana reaksi individu atau departemen tertentu terhadap perubahan. Melihat berbagai melalui perspektif yang luas akan membantu manajemen perubahan dengan menyesuaikan langkah-langkah sesuai kebutuhan tiap divisi. 

 

2. Prioritaskan yang Paling Penting

Mungkin perusahaan ingin segera menyelesaikan segala problema yang ada. Namun, menyelesaikan semuanya secara sekaligus tidaklah mudah.. Oleh karena itu, Anda memprioritaskan hal mana dulu yang harus diselesaikan Prioritas dalam manajemen perubahan bisa berdasarkan anggaran, masalah personel, atau alasan lain.

 

3. Buat Strategi untuk Perubahan 

Merencanakan perubahan secara logis berdasarkan prioritas yang baik akan membantu memastikan perubahan mendapatkan hasil yang Anda inginkan. Seiring dengan pembuatan prioritas, berlangsung proses pembuatan peta atau strategi untuk perubahan dalam jangka panjang. 

Strategi ini bisa berubah di tengah proses. Penting untuk mengkomunikasikan strategi untuk mengatasi perubahan kepada karyawan sehingga karyawan dapat bekerja lebih baik sesuai perencanaan yang ada. 

 

Baca Juga: Cara Membuat Sustainability Report

 

4. Memperkuat Budaya Organisasi

Budaya organisasi adalah hal krusial yang mempengaruhi segala urusan kinerja dan karyawan di perusahaan Anda. Budaya organisasi tidak memiliki titik akhir dan akan selalu berubah seiring pencapaian atau perubahan yang dilalui perusahaan.. Budaya yang kuat  penting untuk inovasi bisnis serta membantu karyawan untuk lebih siap dan terbuka dalam perubahan. 

 

5. Jaga Jalur Komunikasi Terbuka

Salah satu hal yang memicu change fatigue adalah mendorong perubahan kepada karyawan tanpa memberi tahu dan melibatkan karyawan dalam proses perubahan. Karyawan tidak dapat menghadapi perubahan jika karyawan tidak mengetahui dan memahaminya. HRD dan perusahaan perlu memberi tahu soal perubahan akan datang. Sehingga karyawan dapat menyiapkan diri untuk menghadapi perubahan.

Change fatigue dalam perusahaan akan berakibat fatal bagi perkembangan dan kinerja karyawan. Alhasil, perubahan akan mempengaruhi kinerja. Perubahan tidak mungkin bisa dihindari. Tetapi, dampak dari perubahan dapat diminimalisir atau dikurangi. Ulasan di atas dapat Anda gunakan untuk menghadapi segala perubahan yang ada di tengah bisnis.