Nudge theory

Apa itu Nudge Theory? ini Pengertian dan Cara Memberikan Perubahan Ditempat Kerja

Membuat perubahan ke arah yang lebih baik merupakan hal yang tidak mudah. Apalagi, hal tersebut dilakukan pada tingkat organisasi atau perusahaan. Namun, dengan nudge theory, perubahan itu sangat  mungkin untuk dilakukan.

Ada kalanya ketika perusahaan membawa sebuah perubahan baru seperti menggunakan teknologi baru, mengenalkan sistem baru, atau aturan-aturan baru yang terkadang sulit untuk diikuti oleh setiap karyawan di tempat kerja. 

Oleh karena itu, Anda perlu mengetahui bagaimana sistem yang tepat untuk dapat mengubah perilaku seseorang ke arah yang lebih baik.

Agar Anda menemukan kesuksesan cara tersebut, kali ini LinovHR akan membahas nudge theory jauh lebih dalam!

 

Apa Itu Nudge Theory? 

nudge theory
nudge theory

 

Pada dasarnya, nudge theory adalah suatu cara untuk mengubah perilaku seseorang dengan menggunakan dorongan-dorongan halus yang mempengaruhinya.

Teori dorongan tersebut dalam beberapa hal lebih baik digunakan dibandingkan aturan-aturan yang mengikat pola perilaku seseorang.

Nudge Theory dikembangkan oleh ahli ekonomi dari Amerika Serikat bernama Richard Thaler dan seorang Profesor Hukum dari Universitas Harvard Cass Sunstein.

Kemudian, teori dorongan ini telah diterapkan oleh Pemerintah Inggris untuk mempengaruhi perilaku warganya untuk melakukan beberapa hal seperti mengikuti pemilu, melakukan donor, dan beramal yang terbukti berhasil.

Dengan begitu, teori dorongan sangat baik untuk dipertimbangkan pula untuk diterapkan dalam lingkungan tempat kerja dimana sangat membutuhkan perubahan-perubahan yang efektif.

 

Baca Juga: Mengelola Fast Paced Environment Menggunakan HRIS Software

 

Bagaimana Nudge Teori Bekerja? 

Teori nudge dapat dikatakan pula sebagai ‘arsitektur pilihan’ dimana seseorang sebenarnya dihadapkan pada beberapa pilihan yang mendorongnya untuk melakukan hal positif.

Pengambilan keputusan ini seringkali dinilai oleh para peneliti sebagai keputusan yang tidak disadari.

Oleh sebab itu, menerapkan teori dorongan ini bukan merupakan hal yang sederhana. Anda perlu mengamati terlebih dahulu pola perilaku orang-orang yang ada di tempat kerja Anda sebelum menetapkan suatu strategi yang komprehensif.

Dengan begitu, Anda dapat merancang suatu rencana yang dapat mendorong karyawan-karyawan di tempat kerja Anda melakukan perubahan perilaku yang positif. Keberhasilan dari menerapkan nudge theory seringkali bergantung pada ketepatan strategi yang dijalankan.

Anda juga perlu melihat dan mengetahui apa saja hal yang dapat menghentikan seseorang dalam membuat keputusannya. Dengan begitu, Anda dapat memberikan solusi atau kemudahan yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan yang positif di tempat kerja Anda.

 

Contoh Nudge Theory di Tempat Kerja

Menurut penelitian yang dilakukan oleh CIPD Universitas Bath, sebanyak 70 persen perusahaan selalu mengalami kegagalan ketika mencoba membuat perubahan di tempat kerja mereka. Hal ini menandakan bahwa perubahan di tempat kerja cukup sulit untuk dilakukan.

Tentunya membutuhkan strategi tertentu yang dapat mendorong karyawan melakukan perubahan positif tanpa memaksanya.

Berikut beberapa contoh teori nudge yang umumnya diterapkan di tempat kerja.

 

Dorongan Persepsi

Perubahan perilaku tidak hanya dipengaruhi oleh aturan-aturan yang melekat pada diri seseorang. Namun, dapat juga dengan cara mengubah persepsinya ke arah yang lebih baik.

Hal ini karena setiap informasi yang diberikan memiliki persepsi yang berbeda-beda tergantung bagaimana cara seseorang memandangnya. Dengan begitu, Anda dapat mengubahnya dengan memberikan dorongan persepsi yang positif pada karyawan seperti contoh berikut ini.

Contoh: Ketika Anda sedang mengadakan evaluasi tahunan yang dilaksanakan pada akhir tahun. Anda dapat menyampaikan beberapa umpan balik yang dapat Anda bingkai dalam dua cara.

 

  • Pertama, Anda dapat mengatakan bahwa 85% rencana tahunan perusahaan berhasil dilaksanakan dengan baik.
  • Kedua, Anda dapat mengatakan bahwa 15% rencana tahunan perusahaan tidak berjalan dengan optimal.

 

Maka tentu jika Anda memilih untuk menggunakan cara kedua akan menurunkan moral dan semangat karyawan. Meskipun sebagian besar rencana tahunan perusahaan telah berjalan dengan maksimal.

 

Dorongan Motivasi

Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menerapkan teori nudge yaitu dengan cara memotivasi. Dorongan motivasi menjadi hal yang cenderung efektif dilakukan di tempat kerja.

Adanya persaingan dalam tempat kerja dapat dijadikan momentum untuk memberikan motivasi kerja kepada karyawan-karyawan agar tetap melakukan hal yang positif.

Contoh: Anda dapat memberikan bonus yang cukup besar kepada karyawan terbaik yang terpilih setiap tahunnya.

Dengan cara demikian, setiap karyawan tentunya akan memiliki dorongan motivasi yang kuat untuk mendapatkan posisi tersebut.

Dengan begitu, baik perusahaan maupun karyawan akan mendapatkan serta mencapai tujuannya masing-masing tanpa ada unsur paksaan.

 

Dorongan untuk Meningkatkan Kemampuan Karyawan

Ada kalanya karyawan memiliki beberapa hambatan yang dapat menghentikannya dalam melakukan pengambilan keputusan. Oleh karena itu, bisa jadi mereka tidak akan pernah mencobanya sama sekali.

Dalam kasus seperti demikian, Anda dapat menggunakan nudge theory dengan memberikan dorongan yang dapat meningkatkan kemampuan mereka. Memberikan apa yang mereka butuhkan tentunya menjadi hal yang baik agar produktivitas kerja perusahaan semakin meningkat.

Contoh: Ketika Anda ingin mengadakan pertemuan atau rapat berkala, ada saatnya dimana karyawan merasa bosan dengan rutinitas tersebut.

Oleh sebabnya, Anda dapat menawarkan kebebasan yang lebih kepada mereka dengan memberikan opsi untuk memilih tempat di mana rapat akan diadakan.

Dengan begitu, maka dorongan untuk melakukan hal yang positif akan jauh lebih efektif di tempat kerja Anda.

 

Baca Juga: Manfaat dan Peranan Psikologi Industri dalam Perusahaaan

 

Bagaimana Cara Menggunakan Teori Nudge dalam Strategi Perubahan Organisasi? 

Mungkin perusahaan Anda menginginkan suatu perubahan yang sederhana, namun seringkali karyawan perusahaan menganggap hal itu membingungkan, berlebihan, atau bahkan membuat mereka tidak nyaman.

Oleh sebab itu, HRD perusahaan harus mengembangkan strategi atau rencana perubahan yang jelas sehingga diterima oleh seluruh karyawan perusahaan.

Berikut beberapa cara yang dapat Anda gunakan dalam melakukan nudge theory.

 

1. Membuat Tujuan yang Jelas

Mengetahui dengan jelas maksud dan arah perubahan sangat diperlukan untuk mengatasi berbagai hambatan yang mungkin saja terjadi. Anda dapat menelaah beberapa hal seperti tujuan, dampak, serta perubahan apa yang dapat Anda hindari.

 

2. Ketahui Dampaknya

Setelah Anda mengetahui arah perubahan yang akan dibuat, saatnya Anda juga mengetahui bagaimana dampak atas perubahan yang nantinya akan terjadi. Hal ini tentunya perlu dibicarakan oleh pimpinan tim Anda.

Analisis juga bagaimana dampak perubahan tersebut terhadap departemen, tim, hingga individu sehingga Anda dapat memberikan panduan serta jaminan yang jelas.

 

3. Buat Timeline

Timeline atau linimasa menjadi hal yang sangat penting dalam memandu suatu perubahan dalam perusahaan.

Dengan begitu Anda akan mengetahui perubahan-perubahan yang telah terjadi dan yang belum terimplementasi dengan baik.

 

4. Tentukan Strategi Anda

Seperti yang sebelumnya dijelaskan bahwa terdapat beberapa contoh penerapan nudge theory yang dapat diterapkan. Anda dapat menentukan rencana atau strategi mana yang paling memungkinkan untuk diterapkan dalam perusahaan Anda.

 

5. Mulai Mengumpulkan Feedback

Setelah Anda telah matang dan siap untuk menerapkan nudge theory, maka lakukanlah dengan baik. Mulailah dengan mengumpulkan umpan balik atau feedback untuk menyesuaikan keefektifan strategi yang Anda lakukan.

 

Salah satu caranya dengan melibatkan karyawan untuk mengelola data pribadinya melalui sebuah aplikasi Employee Self Service (ESS) yang berbasis online dari LinovHR.

Dengan aplikasi ini, karyawan dapat mengakses serta mengelola data human resource mereka sendiri dengan menggunakan aplikasi yang praktis.

Selain itu, Anda juga dapat memanfaatkan modul Payroll pada software LinovHR yang memungkinkan Anda untuk mengatur berbagai hal yang bersifat administratif seperti penghitungan gaji, BPJS, PPh 21, dan slip gaji dengan mudah dan akurat.

Sehingga Anda dapat mendaftarkan karyawan Anda secara otomatis ke berbagai skema tanpa memberikan mereka pilihan-pilihan tertentu.

Semakin karyawan diberikan suatu kemudahan, maka semakin besar kemungkinannya mereka akan melakukan perubahan-perubahan yang positif.

Jadi, tunggu apalagi? Segera beralih ke Software HRIS LinovHR untuk mendapatkan berbagai kemudahan dalam mengelola karyawan perusahaan Anda.

 

Referensi:

https://www.personio.com/hr-lexicon/nudge-theory-hr-guide/