personal day

Karyawan Mengajukan Personal Day, Bolehkah Perusahaan Menolaknya?

Jam-jam produktif karyawan sepenuhnya dihabiskan di kantor. Lalu, bagaimana bila mereka mempunyai keperluan penting di jam-jam kantor tersebut? Nah, ternyata perusahaan bisa memberikan personal day.

Ini adalah salah satu jenis cuti yang diberikan khusus kepada karyawan untuk mengizinkan mereka mengurus segala keperluan-keperluannya yang bersifat personal di hari atau jam kerja.

Lantas, apakah perbedaan cuti ini dengan PTO dan bagaimana mengajukannya? Mari temukan jawaban lengkapnya di LinovHR!

 

Apa Itu Personal Day?

Personal day adalah salah satu jenis cuti yang ditawarkan perusahaan untuk karyawan yang memungkinkan mereka untuk mengurusan urusan personal mereka pada hari-hari kerja. Jenis cuti ini berbeda dari izin sakit dan cuti keluarga dan merupakan suatu bentuk tunjangan untuk karyawan, di mana karyawan bisa menggunakannya tanpa harus takut gajinya terpotong. 

Karyawan bisa mengajukan cuti personal ini untuk keperluan pribadi, keperluan keluarga, berkonsultasi dengan dokter dan lain sebagainya. Jumlah hari personal day biasanya didasari dengan jumlah tahun bekerja karyawan.

 

Perbedaan Personal Day dengan Paid Time Off

Perbedaan yang paling mencolok antara personal day dengan paid time off (PTO) atau cuti berbayar adalah dilihat dari kepentingannya.

PTO biasanya diajukan dari beberapa minggu sebelumnya untuk keperluan liburan atau cuti sakit. Sedangkan personal day dapat diajukan secara mendadak karena sifatnya personal.

Personal day bisa diajukan secara mendadak karena kebutuhannya yang mendesak, seperti keperluan keluarga, sakit, berkonsultasi dengan dokter, dan lain sebagainya.

Selain itu, PTO sifatnya wajib diberikan oleh perusahaan sesuai dengan UU Ketenagakerjaan. Untuk cuti personal sendiri sifatnya tidak harus tergantung dari kebijakan perusahaan.

 

Alasan Karyawan Membutuhkan Personal Day

Jika suatu perusahaan memfasilitasi personal day bagi karyawan-karyawannya, dianjurkan untuk digunakan dengan sebaik mungkin. Hal tersebut bisa membantu karyawan dalam mengurus keperluan lain diluar pekerjaan.

Berikut adalah beberapa alasan utama karyawan membutuhkan personal day, antara lain:

 

1. Keperluan Pindah Rumah

Jika Anda sedang membutuhkan waktu untuk pindah rumah, mengajukan personal day adalah cara yang tepat. Pindah rumah tentunya membutuhkan waktu yang cukup banyak, seperti untuk memindahkan barang-barang rumah tangga, mengurus administrasi dan lain sebagainya.

 

2. Memiliki Jadwal Konsultasi dengan Dokter

Biasanya berkonsultasi dengan dokter cukup sulit, karena dokter memiliki jadwal yang padat. Oleh sebab itu, jika dokter menjanjikan jadwal konsultasi di hari kerja, maka Anda bisa mengajukan personal day ke perusahaan untuk hal tersebut. 

 

3. Keperluan Keluarga yang Mendesak

Terkadang keperluan keluarga terjadi secara mendadak. Hal tersebut membuat karyawan harus meninggalkan pekerjaannya sementara waktu demi mengurus keperluan keluarga. Jika keperluan keluarga terjadi secara mendadak, maka disarankan untuk mengajukan cuti personal ke perusahaan.

 

Baca Juga: Apakah Manfaat Volunteer Time Off?

 

Bolehkah Perusahaan Menolak Pengajuan Personal Day Karyawan?

Jawabannya boleh, perusahaan berhak untuk menolak pengajuan personal day karyawan. Alasannya penolakannya adalah ketika karyawan tidak dapat memberikan bukti alasan atau informasi yang jelas dalam pengajuannya.

 

Contohnya, jika Anda mengajukan personal day untuk keperluan berkonsultasi dengan dokter. Anda tentunya perlu memberikan surat keterangan berkonsultasi dengan dokter pada hari yang telah ditentukan. 

Hal tersebut untuk memberikan bukti otentik kepada perusahaan sehingga perusahaan mengetahui informasi yang ril mengenai Anda. Selain itu, perusahaan juga membutuhkan bukti untuk proses administratif agar nantinya karyawan bisa tetap dibayar walaupun mengajukan cuti.

Karyawan Bisa Izin Personal Day dengan Aplikasi Absensi LinovHR 

 

aplikasi absen online
Aplikasi Absensi

 

Personal day adalah salah satu benefit yang bisa diberikan perusahaan kepada karyawan dalam rangka memfasilitasi mereka untuk mengurus hal personal mereka pada hari-hari kerja.

Ketika memberikan karyawan cuti personal, tentunya perusahaan harus membuat regulasi yang jelas mengenai apa yang boleh dan tidak boleh. Sehingga tidak ada kesewenang-wenangan dalam pengaplikasiannya.

Selain membuat regulasi, perusahaan juga perlu membuat proses pengajuan yang rapi dan terkoordinir dengan mudah. Hal ini supaya memberikan kemudahan kepada perusahaan dalam mengelola kuota cuti dan karyawan dalam mengajukannya.

Cara terbaik untuk mempermudah pengajuan dan pengelolaan cuti adalah dengan aplikasi absensi LinovHR. Ya, aplikasi absensi LinovHR bukan hanya dapat digunakan untuk melakukan absensi saja tapi juga pengajuan cuti. Ini karena di aplikasi absen LinovHR sudah dilengkapi dengan fitur Request.

Fitur Request ini memungkinkan karyawan untuk mengajukan cuti, izin, bahkan reimburse secara mandiri. Lengkap dengan form yang berisikan jenis cuti/izin, lampiran yang diperlukan, durasi cuti.

Dengan begini tidak ada lagi proses panjang dan memakan waktu hanya untuk mengajukan cuti.

Setelah karyawan mengajukan cuti, HR atau manajerial perusahaan pun bisa dengan mudah melakukan approval cuti, lalu dengan otomatis sisa cuti karyawan akan ter-rekap. Ini akan memudahkan HR dalam melihat apakah karyawan yang bersangkutan berhak mengajukan cuti atau tidak.

 

Tunggu apa lagi? Gunakan Aplikasi Absensi dari LinovHR sekarang!