Program absensi sidik jari

6 Perbandingan Program Absensi Sidik Jari dan Absensi Online

Absensi kehadiran karyawan merupakan hal yang perlu dicatat oleh setiap perusahaan. Hal ini merupakan sebagai tanda bahwa karyawan tersebut telah hadir di kantor dan siap bekerja. Salah satu caranya dengan program absensi sidik jari yang efisien.

Sidik jari yang unik yang dimiliki setiap manusia, menjadikan cara ini cukup efektif dan efisien diterapkan pada pencatatan kehadiran.

Namun, seiring berkembangnya teknologi, terdapat cara lain dalam melakukan pencatatan absensi. Cara tersebut dikenal dengan istilah absensi onlineKedua cara tersebut memang terbukti lebih baik jika dibandingkan dengan metode pencatatan kehadiran yang manual, namun terdapat beberapa perbedaan atas keduanya.

LinovHR akan membahas lebih jauh mengenai program absensi sidik jari dan absensi online.

 

Perbandingan Program Absensi Sidik Jari dan Absensi Online

Baik absensi sidik jari maupun absensi online merupakan cara pencatatan kehadiran karyawan yang efektif yang perlu diterapkan di perusahaan Anda. Keduanya memiliki kelebihan serta kelemahannya masing-masing.

Program absensi sidik jari merupakan salah satu cara mencatat kehadiran karyawan menggunakan data yang unik yaitu sidik jari para karyawan. Perusahaan tentunya akan menyediakan sebuah mesin yang telah diprogram untuk mengenali setiap sidik jari karyawan yang telah didaftarkan.

Namun sayangnya, jika perusahaan memiliki banyak karyawan yang perlu melakukan dinas di lapangan, akan semakin sulit untuk melakukan absen. Dimana karyawan harus datang terlebih dahulu ke kantor untuk melakukan absen sebelum berangkat ke lapangan.

Oleh karena itu dibuatlah suatu metode baru yang lebih dapat diandalkan melalui jaringan internet, yaitu absensi online. Absensi ini tentu sudah terintegrasi dengan jaringan internet dan perangkat keras yang digunakan oleh karyawan.

Meskipun demikian, Anda perlu mengetahui apa saja perbedaan antara program absensi sidik jari dengan sistem absensi karyawan secara online.

 

1. Pembiayaan Maintenance

Tentunya kedua metode tersebut memiliki biaya pemeliharaannya masing-masing. Bagi absensi dengan sidik jari, umumnya biaya yang perlu Anda keluarkan untuk keperluan maintenance relatif mahal.

Bagian scanner yang digunakan untuk membaca sidik jari harus selalu dirawat. Jika tidak, maka mesin akan sulit membaca sidik jari karyawan yang sedang melakukan absensi. Hal ini tentunya memerlukan jasa teknisi dari vendor mesin tersebut yang relatif mahal.

Berbeda dengan itu, pembiayaan maintenance untuk absensi online jauh lebih murah. Hal ini karena karyawan dapat dengan mudah mengunduh aplikasi absensi secara praktis melalui smartphonenya masing-masing. Pemeliharaannya pun hanya dengan melakukan pembaruan sistem secara berkala.

 

2. Tingkat Fleksibilitas

Sudah tentu bahwa absensi online jauh lebih fleksibel dalam penggunaannya. Karyawan yang memiliki jadwal untuk bekerja dari rumah (WFH) dengan mudah melakukan absensi dari rumah sesuai jam yang telah ditentukan.

Sementara itu, absensi dengan sidik jari memerlukan mesin yang hanya dapat diakses ketika karyawan datang ke kantor. Hal ini tentu tidak cukup praktis lantaran semua karyawan yang ingin melakukan absensi harus datang terlebih dahulu ke kantor.

 

Baca Juga: HRD Wajib Waspada! Inilah Cara Karyawan Nakal Akali Absensi! 

 

3. Tingkat Keakuratan

Program absensi sidik jari memiliki kemampuan unik yang dapat dimanfaat karena dapat digunakan untuk meminimalkan tindak kecurangan. Hanya karyawan yang memiliki sidik jari terkait dan terdaftar yang dapat melakukan absensi. Oleh karena itu, sulit untuk dimanipulasi.

Begitu pula dengan sistem absensi online yang digunakan. Memiliki tingkat keakuratan yang tinggi yang bahkan dapat mencatat lokasi serta waktu ketika karyawan melakukan clock in atau clock out yang sulit dimanipulasi. Namun perlu diperhatikan bahwa tidak semua aplikasi absensi memiliki fitur anti fake gps.

 

4. Integrasi Data

Selain memiliki tingkat keakuratan yang tinggi, sistem absensi online memungkinkan integrasi data ke dalam Human Resource Information System (HRIS). Hal ini membantu pekerjaan HRD dimana tidak perlu lagi memindahkan data yang dilakukan secara manual.

Semua rekaman data karyawan seperti pencatatan kehadiran, request overtime, dan lain-lain sudah terintegrasi ke dalam sistem tunggal.

Berbeda dengan hal itu, sistem absensi sidik jari masih memerlukan pemindahan data secara manual dan perlu dilakukan secara berkala.

 

5. Sistem Penunjang

Dua cara pencatatan kehadiran karyawan ini memiliki sistem penunjang yang berbeda. Dimana program absensi sidik jari memerlukan listrik yang dibutuhkan di setiap mesin. Sementara itu, absensi online membutuhkan sinyal internet.

Jika karyawan sedang berada di tempat yang minim sinyal, maka proses absensi online akan sulit untuk dilakukan. Dengan begitu, biasanya perusahaan menggabungkan absensi sidik jari dengan absensi online.

 

6. Kepraktisan

Sebenarnya tingkat kemudahan menggunakan sistem absensi sidik jari dan absensi online tidak jauh berbeda. Ketika karyawan sudah sampai di kantor, mereka hanya perlu menempelkan sidik jarinya beberapa detik ke mesin absensi.

Begitu pula dengan absensi online. Hanya memerlukan mengklik clock-in dan clock-out di waktu yang telah ditentukan.

 

Kesimpulan

Perkembangan teknologi saat ini memberikan kemudahan bagi Anda dalam mengelola data kehadiran karyawan dengan dua cara yang umum. Program absensi sidik jari dan absensi online. Dimana keduanya memiliki kelebihan serta kelemahannya masing-masing yang dapat Anda pertimbangkan.

 

mobile ess

 

Dibandingkan bertahan dengan program absensi sidik jari, Anda perlu memilih aplikasi absensi online yang berkualitas tinggi seperti aplikasi absensi online LinovHR.

Aplikasi absensi online LinovHR dapat mudah Anda unduh melalui smartphone.

Aplikasi ini memiliki tingkat keamanan tinggi, user friendly, serta praktis untuk digunakan.