presentasi

Tips Presentasi Efektif di Lingkungan Kerja

Grogi saat presentasi merupakan hal yang sering dialami beberapa karyawan, khususnya karyawan baru. Ketidakmampuan audience untuk memahami konteks pesan atau informasi yang disampaikan saat presentasi akan menghasilkan miskomunikasi yang menghambat kinerja. Waduh, penting juga ya ternyata presentasi! Bingung bagaimana cara melakukan presentasi yang efektif? Di bawah ini LinovHR membagikan tips presentasi yang bisa Anda lakukan di lingkungan kerja. 

 

Pengertian Presentasi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), presentasi adalah kegiatan pengucapan pidato, penjelasan, kepada orang-orang yang diundang. Dapat disimpulkan bahwa presentasi dalam perusahaan adalah kegiatan berbicara di depan banyak orang banyak untuk pengajuan suatu topik, pendapat, dan informasi kepada karyawan lain. 

 

Tips Presentasi yang Efektif

Grogi dan gugup saat presentasi membuat pesan yang hendak disampaikan tidak langsung sampai dan mampu diproses oleh karyawan lain maupun atasan sebagai audience. Padahal, tujuan utama dari presentasi dalam perusahaan adalah menyampaikan pesan maupun informasi mengenai perkembangan maupun kegiatan bisnis. 

Presentasi yang efektif membuat audience lebih cepat memproses makna dan inti pesan maupun informasi yang disampaikan. Di bawah ini adalah tips presentasi untuk Anda praktekkan di lingkungan kerja: 

 

Pahami Siapa Audience

Karyawan lain dan atasan adalah audience Anda ketika melakukan presentasi di lingkungan kantor. Diksi atau pemilihan kata yang digunakan saat presentasi tentunya berbeda saat berbicara dengan divisi lain. Misalkan Anda adalah seorang staf Finance yang hendak menjelaskan mengenai regulasi penerimaan invoice dari pihak eksternal perusahaan kepada tim Public Relation. Tentunya Anda harus menggunakan bahasa dan istilah yang mudah dipahami oleh orang non-finance. Mengetahui siapa audience juga membuat Anda lebih siap dalam mempersiapkan presentasi dan selalu mengingat apa yang dibutuhkan atau yang harus diketahui oleh audience.  

 

Baca Juga: Etika Bisnis yang Harus Dimiliki Perusahaan

 

Tunjukkan Antusiasme

Anda juga diharuskan fokus kepada respon dari audience. Antusiasme yang Anda tunjukkan akan memancing reaksi positif dan antusiasme. Interaksi 2 arah antara pembicara dan audience yang saling antusias satu sama lain memudahkan penyerapan inti pesan. 

 

Fokus Kepada Inti Pesan

Penjelasan yang terlalu melebar dari inti pesan akan memakan waktu presentasi yang terlalu lama dan membuat audience cepat bosan. Mengingat inti pesan yang Anda ingin sampaikan membuat Anda menjelaskan dengan detail dan tidak melebar kemana-mana

 

Eye Contact dan Gesture

Eye contact (tatapan mata) dan gesture yang  Anda tunjukkan merefleksikan sikap ramah dan membangun relasi dengan audience.  Hal ini juga membantu Anda merasa rileks dalam berbicara, karena Anda berbicara dengan rekan kerja sendiri sebagai individu bukan kepada orang asing yang menyeramkan. Buat gerakan secara terbuka dan percaya diri secara alami di depan audience. Bahasa tubuh atau gesture juga tak boleh diabaikan. Pastikan bahwa Anda memberikan pesan yang tepat. Gesture yang harus dihindari adalah lengan menyilang di depan dan tangan digenggam dan dimasukkan dalam saku. 

 

Gunakan Pedoman 10-20-30

Guy Kawasaki adalah seorang businessman ternama asal Amerika yang mengelola sebuah podcast bertajuk Remarkable People dengan tema sosial. Beliau telah membuat pedoman 10-20-30 untuk presentasi. Pedoman ini diambil dari pengalamannya ketika mengalami kesulitan dalam presentasi. Dalam pedoman 10-20-30, beliau menyebutkan bahwa sebuah presentasi yang baik hendaknya memenuhi beberapa syarat, yaitu:

  1. Tidak boleh lebih dari 10 slide,
  2. Durasi tak lebih dari 20 menit, 
  3. Ukuran font dalam slide presentasi tidak lebih dari 30 point. 

Dengan pedoman di atas, slide untuk presentasi menjadi informatif, padat, dan diungkapkan lebih sederhana. Jangan lupa gunakan ilustrasi yang menarik dan relevan dengan pesan di dalam slide. Sisanya tergantung bagaimana cara penyampaian Anda. 

 

Gunakan Desain Slide yang Menarik

Tampilan slide yang menarik akan menyedot perhatian audience kedepan. Informasi yang ditampilkan pada slide pun menjadi lebih estetik. Bagaimana jika Anda tidak mempunyai kemampuan desain? Jangan khawatir, Anda dapat menggunakan tools dan website yang menyediakan desain slide gratis dengan berbagai macam tampilan seperti Canva dan Visme. 

 

Ceritakan dengan Santai

Manusia diprogram untuk merespons cerita yang diceritakan dengan santai. Cerita membantu kita untuk memperhatikan dan  mengingat berbagai hal. Jika Anda santai bercerita dalam presentasi. Audience cenderung terlibat langsung dan mengingat poin-poin pesan setelah presentasi selesai. Jadi, sampaikan pesan dalam presentasi seolah-olah Anda sedang bercerita dengan santai.

 

Baca Juga: Tips Menjadi Desain Grafis Profesional

 

Nikmati Penampilan

Jika sebelum Anda presentasi saja sudah merasa takut dan grogi, maka presentasi tak akan berjalan lancar.  Salah satu pilihan yang menarik Anda coba adalah menikmati penampilan di depan banyak orang. Anda akan terlihat lebih nyaman dan menikmati diri sendiri. Audience  juga akan menanggapinya dengan baik. Menikmati tampil di depan banyak orang juga membantu untuk mengasah kepercayaan diri di lingkungan kerja.

 

Sudah paham bagaimana melakukan sebuah presentasi yang efektif? Komunikasi yang lancar dalam perusahaan sangat berguna untuk proses bisnis yang harmonis, stabil, dan berkelanjutan untuk kepentingan bersama. Untuk menguasai suatu hal diperlukan pembiasaan dan latihan yang kontinu. Jadi, jangan lelah untuk berlatih dan melakukan presentasi meskipun masih merasa kurang handal, ya! Sekian tips presentasi dari LinovHR. Semoga dapat membantu!