toxic positivity

Toxic Positivity: Saat Hal Positif Memberi Efek Negatif

Banyak sekali cara yang bisa dilakukan oleh manusia untuk melewati masa-masa sulit sebagai bentuk dari pertahanan diri. Salah satu cara yang bisa dilakukan yaitu dengan melakukan dan memikirkan hal-hal yang positif.

Namun, apa jadinya bila hal-hal positif yang tadinya bertujuan untuk membuat Anda lebih baik, malah menjadi senjata yang berbahaya bagi anda sendiri?  Itulah yang disebut dengan istilah toxic positivity.

Mungkin anda bertanya-tanya mengapa hal tersebut bisa terjadi, dan apa yang menjadi pemicunya. Oleh sebab itu, kali ini kita akan membahas secara lengkap mengenai apa itu toxic positivity mulai dari pengertian hingga cara mencegahnya.

Simak ulasan lengkapnya di sini!

 

Baca juga: Beberapa Tanda Toxic Leadership

 

Apa Itu Toxic Positivity?

Gambaran mudah dari toxic positivity artinya Anda selalu mensugesti dan menanamkan pikiran yang positif terlepas apapun keadaan yang Anda alami saat ini. Perlu diketahui bahwa tidak semua situasi bisa ditanggapi dengan hal-hal yang positif saja.

Pada dasarnya manusia memiliki emosi dan sangat perlu untuk mengeluarkan emosi tersebut. Dengan melakukan toxic positivity, emosi yang Anda miliki ditekan dengan pikiran-pikiran positif sehingga membuatnya tidak bisa keluar dan menumpuk di dalam diri dalam jangka waktu yang lama.

Hal tersebut tentunya bukan hal yang baik, dan jika dibiarkan berlarut-larut bisa memberikan dampak yang berbahaya bagi diri anda sendiri, karena tidak semua orang merasa lega ketika diberikan masukan positif ketika sedang merasakan emosi yang bergejolak, seperti sedih, cemas, khawatir, bahkan frustasi.

 

Baca juga: Cara Mengatasi Budaya Kerja Toxic

 

Tanda-tanda dari Toxic Positivity

Terdapat tanda-tanda dari orang yang melakukan hal ini kepada diri sendiri maupun orang lain, kenali tanda-tanda berikut, agar bisa mencegah atau keluar dari toxic positivity.

 

1. Menyembunyikan emosi yang dimiliki

Orang yang melakukan toxic positivity cenderung untuk menyembunyikan, bahkan menekan emosinya agar tidak keluar. Hal ini tentunya bertujuan untuk tetap mempertahankan diri untuk tetap positif dengan menekan emosi-emosi negatif untuk dikeluarkan.

Sebagai manusia, mengeluarkan dan mengungkapkan emosi merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Selain membuat rileks, dengan mengeluarkan emosi dapat membuat diri menjadi lebih tenang dan lega.

 

2. Menjauhi Masalah

Tanda yang kedua yaitu menjauhi masalah, orang-orang dengan tipe toxic satu ini cenderung untuk menjauhi atau bahkan mencegah suatu masalah untuk terjadi bukan menyelesaikannya. Hal ini tentunya bukanlah pilihan yang tepat, karena dengan menghindari masalah hanya akan menjebak kita pada masalah yang lebih rumit lagi ke depannya.

 

3. Mindset Positif yang Berlebihan

Terlalu positif bisa menjadi salah satu tandanya. Sesuatu yang berlebihan bukanlah hal yang baik, termasuk pikiran yang terlalu positif. Dengan membuat pikiran harus selalu berpikir positif, maka nantinya akan membuat Anda tidak memiliki emosi sama sekali, dan menganggap segala sesuatu yang terjadi merupakan hal wajar yang seharusnya mesti terjadi.

Padahal tidak selalu situasi bisa ditanggapi dengan hal dan pikiran positif, ada kalanya kita perlu untuk merasa sedih, cemas dan khawatir, agar bisa meringankan beban hati dan pikiran kita.

 

Baca juga: Jangan Minder, 8 Cara Ini Bantu Membangun Positive Thinking dalam Lingkungan Kerja

 

Contoh Tindakan yang Memicu Toxic Positivity

Ada contoh-contoh tindakan yang menggambarkan seseorang memiliki toxic positivity.

 

1. Selalu membanding-bandingkan

Mungkin contoh satu ini sudah sering dialami atau bahkan dilakukan oleh banyak orang. Misalnya ada yang bilang “jangan suka mengeluh, masih banyak orang yang lebih susah dibandingkan kamu”. Kalimat di atas merupakan contoh nyata yang sering dialami orang-orang ketika sedang meluapkan emosinya ke teman maupun keluarga.

 

2. Selalu Menyalahkan Diri Sendiri

Menyalahkan diri sendiri atas keadaan yang terjadi merupakan termasuk hal yang toxic. Sebagai manusia kita tidak bisa mengontrol hal ataupun keadaan yang akan menimpa kita. Dengan menyalahkan diri sendiri, itu akan membuat kira merasa kecewa, lemah, dan tidak berguna atas apa yang terjadi kepada diri sendiri.

 

3. Melihat Sesuatu dari Sisi Positif Saja

Contoh yang terakhir yaitu hanya selalu berfokus pada hal-hal yang positif saja. Berfokus pada hal yang positif memang merupakan hal yang penting, tetapi hal tersebut akan mempersempit pandangan dan pikiran Anda terhadap kehidupan yang dijalani saat ini.

 

Risiko Toxic Positivity untuk Produktivitas Kerja

Selain membahayakan diri anda sendiri, toxic positivity juga bisa menghambat produktivitas kerja anda, diantaranya:

 

1. Hubungan Menjadi Tidak Harmonis

Salah satu ciri dari melakukan toxic ini yaitu menghakimi orang dengan motivasi-motivasi yang positif, meskipun orang tersebut tidak meminta saran atau sebagainya. Ini akan berdampak pada hubungan dengan orang tersebut menjadi tidak harmonis dan bisa menimbulkan berbagai konflik hingga pada perpecahan.

Karena tidak semua orang ingin diberikan semangat, dan sebagian hanya ingin ceritanya untuk didengarkan tanpa adanya kata-kata motivasi maupun penghakiman yang positif. Hubungan yang renggang akan berpengaruh pada produktivitas kerja, terutama dengan teman-teman kantor atau satu divisi.

 

2. Menjadi Stress

Risiko yang kedua yaitu pikiran dan hati menjadi gelisah, sehingga membuat diri Anda menjadi stres yang berkepanjangan. Stres ini akan mempengaruhi produktivitas dalam bekerja dan bisa menjadi distraksi dalam menyelesaikan pekerjaan. 

Stres pula dapat mengakibatkan Anda tidak mampu untuk menyelesaikan tugas tepat pada waktunya, atau melakukan kesalahan-kesalahan yang merugikan diri sendiri dan juga perusahaan.

 

3. Tidak Percaya Pada Diri Sendiri

Ketika melakukan toxic positivity maka kepercayaan diri bisa menurun. Hal ini karena Anda selalu berusaha untuk menutupi emosi-emosi negatif yang anda miliki dengan hal dan pikiran positif yang anda berikan.

Sampai pada satu titik dimana emosi tersebut tidak bisa ditahan lagi dan akhirnya meluap, hal tersebut nantinya akan membuat Anda merasa malu jika ada orang lain yang mengetahui emosi negatif tersebut. Dampaknya akan membuat kepercayaan terhadap diri anda sendiri menjadi berkurang.

Kejadian tersebut akan berdampak pada produktivitas dalam bekerja, Anda akan merasa tidak nyaman dan percaya diri dengan apa yang sudah dilakukan, yang pada akhirnya akan menurunkan produktivitas kerja Anda.

 

Cara Mengatasi Toxic Positivity

Tidak perlu khawatir, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi toxic ini di dalam diri Anda, caranya adalah sebagai berikut:

 

1. Ekspresikan Segala Emosi Anda

Sebagai seorang manusia, sangat penting bagi kita untuk mengekspresikan emosi diri kita sendiri. Perlu diingat bahwa mengeluh dan meluapkan emosi sesekali bukanlah hal yang buruk.

Meluapkan emosi yang kita rasakan penting untuk menjaga kesehatan mental kita ke depannya. Mengekspresikan emosi dengan cara yang baik dan benar akan membantu kita untuk menjalani hidup lebih baik lagi di hari-hari berikutnya.

 

2. Mencari dan Menjadi Orang yang Pengertian

Cara yang kedua yaitu dengan menjadi dan mencari orang yang pengertian dan bisa menjadi pendegar yang baik bagi orang lain.

Dengan mencari dan menjadi orang yang pengertian, Anda jadi bisa lebih bijak lagi dalam menanggapi sesuatu. Sehingga diri Anda dan juga orang lain merasa dihargai dan didengarkan omongannya. Tentunya itu akan membantu Anda dan juga orang lain merasa lebih lega dan bahagia.

 

3. Menjauh dari Orang Toxic

Salah satu cara terbaik yang bisa dilakukan yaitu menjauh dari sumber toxic itu sendiri, terlepas apapun tipe toxic yang dimiliki.

Menjauh dari orang-orang ‘beracun’ tersebut akan memungkinkan bagi Anda untuk menjalani hidup yang lebih sehat dan lebih baik lagi, ketimbang bersama dengan orang-orang tersebut. Ketahuilah mana orang-orang yang wajib kamu hindari dan mana yang tidak.

 

Kesimpulan

Setelah mengetahui pengertian, dampak, risiko dan juga cara mencegah toxic positivity, dapat disimpulkan bahwa menjadi pribadi yang positif merupakan hal yang baik dan penting untuk dilakukan. Namun, ada kalanya sebagai manusia kita patut untuk merasa sedih, cemas, khawatir dan juga gelisah ketika mengalami situasi yang tidak baik.

Penting untuk menyikapi keadaan tersebut dengan sewajarnya dan ekspresikan emosi Anda secara tepat dan benar, agar bisa membuat diri anda merasa lebih baik dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

 

Itulah pembahasan mengenai arti toxic positivity secara menyeluruh dan mendalam. Semoga dengan membaca artikel ini, Anda bisa lebih bijak lagi dalam menyikapi keadaan dan juga masalah yang sedang dihadapi orang lain.

Semoga bermanfaat!