Tren HR Sosial Media

Trend HR: Menerawang Calon Karyawan Melalui Media Sosial

Ada pepatah, buku adalah jendela dunia. Di zaman yang modern ini, dapat dikatakan media sosial adalah jendela karakter seseorang. Media sosial dibuat untuk menghubungkan diri kita dengan orang lain. Sebetulnya media sosial dapat menjadi media untuk segala macam kebutuhan dasar komunikasi. Ada yang memakai untuk bertukar info, mempromosikan barang dagangan, atau ada yang sekedar memasang foto-foto pribadi mereka. Sekarang ini, banyak perusahaan yang menggunakan media sosial sebagai tempat mempromosikan jasa atau produk mereka. Dengan demikian mereka mudah menemukan konsumen yang langsung membutuhkan jasa atau produk mereka. Selain itu, media sosial dipakai untuk mempertahankan dan meningkatkan brand image perusahaan.

Tapi ada juga perusahaan yang memakai media sosial untuk melihat calon karyawan yang akan mereka rekrut. Karena di media sosial biasanya terpampang jelas kehidupan sehari-hari seseorang. Media sosial boleh dikatakan sebagai buku harian atau diary digital seseorang. Dari media sosial, dapat terbaca karakter dan potensi seseorang. Akan terlihat apakah seorang calon karyawan itu seseorang yang memiliki karakter terorganisir, positif dan optimis ataukah karakternya amburadul dan pesimis.

 

Baca Juga:Strategi Baru Pemasaran & Humas – Penggunaan Media Online (Bag. 1)

 

Untuk itulah maka banyak sekali HRD perusahaan yang sedang melakukan rekrutmen karyawan akan menengok media sosial calon karyawan mereka. Ada beberapa parameter yang bisa dipakai menilai calon karyawan:

 

1. Kalimat Yang Sering Diposting Calon Karyawan

Kalimat atau kata-kata yang dipasang di media sosial seperti facebook atau twitter akan menunjukkan jati diri seseorang. Bahkan sering kali yang terbaca adalah isi pikiran calon karyawan itu. Jika seorang calon karyawan sering memasang kata motivasi, mungkin dia suka memotivasi dan memimpin. Tapi jika yang terbaca sering kata-kata kasar dan mengecam, patutlah diwaspadai karakter kepribadian calon karyawan. Di sini akan terlihat sopan santun seseorang. Seorang yang santun tidak akan memposting kata-kata makian di facebook atau twitternya.

 

2. Banyak Mengeluh Atau Pesimis

Setiap perusahaan ingin merekrut dan mendapatkan karyawan yang positif dan optimis dalam menghadapi tantangan pekerjaan. Jika tim HRD menangkap terlalu banyak kata-kata negatif dan pesimis dalam akun sosial media calon karyawan maka ini akan menjadi masalah bagi calon karyawan. Mungkin beberapa orang menganggap remeh kata-kata negatif yang cenderung pesimistis, tetapi tidak demikian bagi HR. Kalimat galau yang berlebihan akan membuat calon karyawan dinilai kurang memiliki ketahanan dalam bekerja.

 

3. Postingan Foto-Foto

Dari postingan foto yang ada di media sosial, HRD akan melihat apa saja aktivitas harian yang calon pegawai lakukan di luar kantor. Jika terlalu banyak aktivitas di malam hari seperti nonton, pesta atau clubbing bisa saja tim HR menilai calon karyawan terlalu banyak aktivitas malam dan tidak mungkin ke kantor di pagi hari. Aktivitas malam hari yang berlebihan akan dianggap mengganggu efektivitas kerja seseorang di kantor.

 

Baca Juga: Proses Rekrutmen Yang Ideal Untuk Perusahaan

 

Dengan parameter ini, tim HR dapat menebak karakter yang ada di dalam diri seorang calon karyawan. Maka, jika Anda seorang yang mau melamar pekerjaan sebaiknya berhati-hati saat memakai facebook atau twitter atau media sosial lainnya. Walaupun tidak semua hal bisa terbaca dari sosial media, tapi ini bisa saja dilakukan untuk mengecek karakter dan potensi karyawan yang akan direkrut. Tidak ada salahnya jika ini dipakai, mengingat cara ini mudah dan murah bagi perusahaan. Juga memudahkan bagi tim HR untuk melakukan penyeleksian bagi karyawan yang akan direkrut.