Analisis Pekerjaan: Pengertian, Manfaat dan Jenis-Jenisnya

.

Newslater

Newsletter

Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini :

analisis pekerjaan
Isi Artikel

Salah satu aspek penting dalam perusahaan adalah analisis pekerjaan. Analisis kerja dilakukan dengan mencari informasi-informasi vital terkait suatu pekerjaan. Misalnya kualifikasi, skill, tanggung jawab, standar kinerja, gaji, peralatan yang dibutuhkan, dan sebagainya.

Untuk mengenal lebih dalam tentang analisis ini, Anda bisa membaca artikel LinovHR di bawah ini.

Silakan membaca sampai tuntas agar Anda semakin paham tentang analisis kerja!

 

Apa yang Dimaksud Analisis Pekerjaan

Analisis pekerjaan adalah proses menganalisis suatu pekerjaan untuk menentukan aktivitas dan tanggung jawab dalam pekerjaan tersebut beserta kualifikasi yang dibutuhkan serta hubungannya dengan pekerjaan lain. Selain itu, analisis ini juga bermanfaat untuk menganalisis kapan pekerjaan tersebut dibutuhkan.

Hal-hal penting yang mencakup analisis pekerjaan adalah menganalisis jenis pekerjaan, kualifikasi pekerjaan, perhitungan beban kerja, hingga analisis dalam menentukan standar kualitas suatu pekerjaan. Jadi, yang dianalisis yaitu pekerjaannya, bukan orang yang melakukan pekerjaan tersebut.

Analisis kerja SDM juga merupakan suatu proses pengumpulan informasi-informasi tentang kriteria yang membedakan profesi. Contoh informasi tersebut yaitu:

  • Skill dan pengetahuan yang dibutuhkan.
  • Interaksi pekerjaan dengan pekerjaan lainnya.
  • Standar performa.
  • Aktivitas dan perilaku kerja.
  • Mesin dan peralatan yang digunakan.
  • Kondisi kerja.
  • Pengawasan yang harus diberikan dan diterima.
  • Anggaran keuangan dan dampaknya.

 

Baca juga: Tips Jitu Membangun Manajemen SDM Berbasis Kompetensi

 

Pentingnya Melakukan Analisis Pekerjaan dalam SDM

Analisis pekerjaan sangat penting dalam pengelolaan Sumber Daya Manusia. Ini karena analisis tersebut digunakan dalam banyak aktivitas perusahaan yang berkaitan dengan karyawan.

Analisis kerja SDM dipakai dalam proses rekrutmen karyawan, perencanaan angkatan kerja (workforce planning), perencanaan suksesi, pelatihan karyawan, manajemen performa, manajemen risiko, administrasi kompensasi karyawan, hubungan karyawan dengan karyawan lain, serta keamanan dan keselamatan kerja.

 

Manfaat Analisis Pekerjaan

Analisis kerja memiliki beberapa manfaat yaitu sebagai berikut:

 

Menentukan Kompensasi Karyawan

Analisis kerja bermanfaat dalam penentuan kompensasi karyawan. Dalam pembuatan analisis ini, umumnya nilai dari suatu profesi dan besar gaji pasaran akan diketahui. Dari situ, perusahaan bisa memperkirakan berapa besaran gaji yang bisa diterima karyawan.

 

Menentukan Kriteria Rekrutmen

HR menggunakan analisis pekerjaan dalam proses rekrutmen. Hasil dari analisis ini biasanya dipakai sebagai dasar ketika merekrut kandidat. Apakah kandidat memenuhi kriteria pekerjaan? Apakah kandidat bisa mengerjakan tugasnya? Dasar inilah yang dijadikan penentuan dalam rekrutmen.

Umumnya analisis ini dipakai dalam proses asesmen. HR bisa melihat apakah kandidat mampu memenuhi tugas dari pekerjaan yang ada lewat contoh pekerjaan yang dihasilkan dari asesmen.

 

Membuat Spesifikasi dan Job Desc

Manfaat selanjutnya adalah untuk membuat job description dan spesifikasi yang dibutuhkan dalam pekerjaan tersebut. Job description berisi tugas harian yang akan dilakukan oleh pekerja.

 

Merencanakan Pelatihan Karyawan

Dari analisis kerja, perusahaan bisa mengetahui skill dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan tersebut. Hal ini tentu memudahkan HR dalam mengadakan pelatihan untuk karyawan.

 

Evaluasi Kinerja Karyawan

Dasar dari evaluasi kinerja karyawan adalah standar performa yang dihasilkan dari analisis kinerja. Evaluasi kinerja umumnya digunakan untuk mengetahui sejauh mana pekerjaan karyawan dalam mencapai tujuan perusahaan. Selain itu, fungsi lain dari evaluasi kinerja adalah menentukan nilai dari suatu profesi untuk kebutuhan pemberian gaji.

 

Jenis Analisis Pekerjaan

Ada dua jenis dari analisis ini. Yaitu analisis pekerjaan tradisional dan berorientasi hasil. Inilah penjelasan kedua jenis tersebut.

 

Analisis Pekerjaan Tradisional

Analisis kerja tradisional merupakan jenis analisis yang mencari informasi tentang kualifikasi minimum dalam pekerjaan, kewajiban pekerjaan yang harus dilakukan, kendala dalam pelaksanaan pekerjaan, dan tanggung jawab unit organisasi yang membawahi pekerjaan.

 

Analisis Pekerjaan Berorientasi Hasil

Analisis kerja yang berorientasi hasil disebut juga dengan output oriented job description. Analisis ini fokus pada peningkatan produktivitas melalui uraian pekerjaan yang memuat tujuan perusahaan dan harapan terhadap karyawan.

 

Baca juga: Mengenal Job Evaluation, Metode Analisis Bobot Pekerjaan Karyawan

 

Software HRIS Linovhr untuk Menganalisis SDM Perusahaan

Berdasarkan uraian sebelumnya, Anda sudah mengetahui manfaat dan pentingnya analisis pekerjaan dalam pengelolaan SDM di perusahaan. Jika perusahaan tidak menerapkan analisis data, tentu akan jadi kerugian tersendiri.

Jika Anda mencari cara mudah dalam melakukan analisis ini, Anda bisa menggunakan Software HRIS LinovHR. Software ini bisa menjawab tantangan HR dan manajemen perusahaan dalam mengelola analisis kerja yang rumit.

Software HR LinovHR memiliki beberapa modul andalan, salah satunya adalah Organization Management. Melalui modul tersebut, Anda dapat mengatur tanggung jawab dari setiap posisi di perusahaan dengan fitur Job Role.

Di modul yang sama, Anda juga dapat mengelompokkan berbagai posisi ke dalam kategori tertentu lewat fitur Job Family. Pengelompokkan ini akan memudahkan Anda untuk mengetahui kebutuhan SDM perusahaan dan spesialisasi setiap posisi.

 

software hris

 

Tanggung jawab yang diberikan untuk setiap posisi memiliki target tertentu yang disebut dengan KPI. KPI merupakan standar performa yang menjadi bagian dari analisis pekerjaan. Anda dapat mengelola KPI dengan mudah lewat fitur Goals & KPI pada modul Performance Management.

Selain untuk mengelola KPI, modul Performance Management juga bisa melakukan penilaian kinerja karyawan. Anda dapat melakukannya melalui fitur Performance Review.

Bukan hanya modul Organization Management dan Performance Review saja, modul lain yang bermanfaat dalam analisis pekerjaan misalnya Competency Management, Learning and Development, dan Recruitment.

Modul Competency Management bermanfaat untuk mengetahui kompetensi dan keahlian yang harus dikuasai karyawan dalam melakukan pekerjaannya.

Hal ini kemudian akan direalisasikan melalui pelatihan yang dikelola dengan modul Learning and Development. Tak ketinggalan, ada pula modul Recruitment yang bisa melakukan manpower planning sesuai kebutuhan perusahaan.

Tak perlu ragu lagi, serangkaian modul yang dimiliki LinovHR terbukti dapat membantu perusahaan dalam melakukan analisis kerja.

Yuk, hubungi kami untuk mendapatkan jadwal demo gratis!

Tentang Penulis

Picture of Meirza Anggakara
Meirza Anggakara

Memiliki minat dalam pemasaran digital serta senang memberikan pengetahuan terkait dunia kerja di LinovHR dengan penerapan SEO yang baik dan sesuai kaidah mesin pencari
Follow them on Linkedin

Bagikan Artikel Ini :

Related Articles

Newslater

Newsletter

Tentang Penulis

Picture of Meirza Anggakara
Meirza Anggakara

Memiliki minat dalam pemasaran digital serta senang memberikan pengetahuan terkait dunia kerja di LinovHR dengan penerapan SEO yang baik dan sesuai kaidah mesin pencari
Follow them on Linkedin

Artikel Terbaru

Telusuri informasi dan solusi HR di sini!

Subscribe newsletter LinovHR sekarang, ikuti perkembangan tren HR dan dunia kerja terkini agar jadi yang terdepan di industri

Newsletter