Pajak langsung

Pajak Langsung dan Tidak Langsung, Apa Bedanya?

Agar bisa membantu meningkatkan pembangunan nasional perekenomian kebangsaan, pemerintah harus bisa memberlakukan sistem pajak untuk rakyatnya. Artinya pajak yang akan diambil nantinya buka untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk nasional. Sementara itu, pajak sendiri dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu pajak langsung dan tidak langsung. Lantas, apa perbedaan keduanya?

Pajak Langsung

Sebagai wajib pajak, kita tentunya harus mengetahui pajak yang diberlakukan oleh pemerintah. Jangan asal saja membayar tanpa tau tujuan. Pajak langsung sendiri merupakan pajak yang akan dibayarkan oleh wajib pajak dan tidak boleh dibebankan pada orang lain. Bila melihat pada cara pembayarannya, pajak ini mempunyai sifat yang teratur. Misalnya saja setiap tahun seseorang harus membayar pajak sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan.

Sementar itu, di Indonesia jenis pajak langsung dibedakan menjadi 4 jenis:

1. Pajak penghasilan atau PPh

Merupakan pajak yang akan diwajibkan pada individu ataupun badan yang nantinya akan saling berkaitan. Nantinya gaji yang akan diterima oleh pegawai setiap bulannya akan dipotong untuk kebutuhan pajak. Sehingga Anda tidak perlu membayarnya sendiri.

Baca Juga: Apa Saja yang Menjadi Objek PPh 21 untuk Karyawan?

2. Pajak Bumi dan Bangunan atau PBB

Ada juga PBB yang akan dikenakan pada individu dan badan. Mereka yang dikenakan pajak yang dikenakan pajak nantinya akan mendapatkan SPPt yang berisi informasi mengenai besaran pajak yang harus dibayar, bagaimana cara pembayarannya serta berapa lama harus membayarnya. Sementara untuk besarannya akan ditentukan berdasarkan penyesuaian dengan Nilai Jual Objek Pajak atau NJOP.

3. Pajak Penerangan Jalan

Pajak ini akan dikenakan untuk mereka yang menjadi pengguna listrik. Artinya siapa saja yang mendapatkan manfaat dari penerangan pada wilayah tertentu akan dikenakan pajak.

4. Pajak Kendaraan Bermotor

Selanjutnya adalah pajak kendaraan bermotor yang akan dibebankan pada wajib pajak individu atau badan yang mempunyai kendaraan.

Pajak Tidak Langsung

Selain pajak langsung, ada juga pajak tidak langsung yang perlu Anda ketahui. Ini merupakan pajak yang pembayarannya akan dibebankan pada pihak lain. Pajak ini juga akan dibebankan saat terjadinya peristiwa yang akan mengakibatkan seseorang baik individu atau badan harus membayar sejumlah pajak.

Beberapa contoh yang berkaitan dengan pajak tidak langsung, misalnya pajak ekspor, bea cukai, pajak tontonan, pajak penjualan, pajak pertumbuhan nilai dan juga pajak impor. Sehingga dari penjelasan dan contohnya bisa kita simpulkan bahwa pajak ini nantinya tidak akan menentu.

Artinya, pemungutannya tidak akan dilakukan secara rutin atau berkala seperti halnya pajak langsung yang memang harus dibayarkan. Melainkan pihak individu atau badan akan membayar sesuai dengan peristiwanya.

Salah satu contoh lain yang sering dikenakan pajak dan merupakan aktivitas umum adalah saat sedang makan di sebuah restoran yang akan mewajibkan pembeli untuk membayar pajak pertumbuhan nilai atau PPN. Sementara untuk besarannya, sekitar 10%. Sehingga nantinya secara praktis ketika Anda makan di restoran tertentu, Anda akan langsung dikenakan pajak.

Antara pajak langsung dan tidak langsung, keduanya mempunyai definisi dan cara yang berbeda dalam pengambilan pajaknya. Namun kedua jenis pajak tersebut sama-sama akan memberikan manfaat untuk kepentingan nasional. Sehingga sangat disarankan setiap warga negara Indonesia wajib membayarkan pajak yang telah ditentukan. Selain itu, bila Anda belum memiliki NPWP sebagai tanda wajib pajak sebaiknya segeralah membuatnya langsung ke kantor pajak atau bisa juga secara online melalui artikel berikut ini.