kenaikkan PTKP tahun 2016

PTKP 2021: Besaran dan Cara Hitungnya

Istilah PTKP tidak dapat dipisahkan saat perhitungan pajak penghasilan dari seorang Wajib Pajak. Pemahaman mengenai PTKP sangat dibutuhkan agar perhitungan dan pengelolaan pajak penghasilan menjadi tepat guna dan akurat. 

Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan PTKP dan berapa besarannya? Bagaimana cara hitungnya? Semua akan dibahas dengan lengkap oleh LinovHR! 

 

Mengenal PTKP dalam Penghasilan 

Apa itu PTKP? Penghasilan Tidak Kena Pajak atau lebih dikenal dengan PTKP adalah jumlah penghasilan dari karyawan sebagai Wajib Pajak yang dibebaskan oleh Pajak Penghasilan atau PPh 21. 

PTKP akan digunakan dalam perhitungan PPh21 sebagai pengurangan gaji bersih Wajib Pajak untuk mencari total gaji yang akan dikenai pajak. Bisa dikatakan jika PTKP merupakan dasar hitungan pajak PPh 21.

Hal ini diatur dalam pasal 7 UU Pajak Penghasilan No. 36 Tahun 2008.

Namun, perlu diingat bahwa aturan ini hanya berlaku untuk karyawan dengan total gaji bersih sesuai ketentuan PTKP. Bila total gaji bersih karyawan tidak melebihi ketentuan batas yang paling rendah, maka penghasilan karyawan tersebut tidak wajib dikenakan pajak penghasilan.

 

Daftar Besaran PTKP 2021

Perbedaan besaran gaji dan kondisi kehidupan karyawan akan mempengaruhi pengelompokkan dan besaran PTKP.

Di bawah ini adalah tabel daftar besaran PKTP 2021 untuk setiap golongan. 

 

Wajib Pajak Pria/Wanita Belum Kawin 

Bagi karyawan pria dan wanita yang belum menikah, berikut daftar penghasilan tidak kena pajak yang berlaku. 

 

Keterangan

Golongan

Besaran PTKP

WP lajang tidak ada tanggungan

Tidak Kawin/TK0

Rp54.000.000

WP lajang, punya 1 tanggungan

Tidak Kawin/TK1

Rp58.500.000

WP lajang, punya 2 tanggungan

Tidak Kawin/TK2

Rp63.000.000

WP lajang, punya 3 tanggungan

Tidak Kawin/TK3

Rp67.500.000

 

Wajib Pajak Pria Kawin

Jika karyawan pria sudah menikah dan istri memutuskan berhenti bekerja untuk fokus mengurus rumah tangga, maka pajak penghasilan hanya dikenakan pada penghasilan suami.

Berikut adalah daftar besaran penghasilan tidak kena pajak karyawan pria yang sudah menikah. 

 

Keterangan

Golongan

Besaran PTKP

WP Kawin tanpa tanggungan

Kawin/K0

Rp58.500.000

WP Kawin, punya 1 tanggungan

Kawin/K1

Rp63.000.000

WP Kawin, punya 2 tanggungan

Kawin/K2

Rp67.000.000

WP Kawin, punya 3 tanggungan

Kawin/K3

Rp72.000.000

 

Baca juga: Pajak Online: Kenali Layanannya yang Ada di Indonesia

 

Wajib Pajak Kawin dan Penghasilan Suami Istri digabung 

Ada kalanya ketika suami istri memutuskan untuk sama-sama bekerja dalam suatu rumah tangga dan menggabungkan penghasilan yang mereka peroleh.

Untuk itu, penetapan penghasilan tidak kena pajaknya pun juga akan berbeda.

Berikut ini adalah daftar PTKP khusus untuk suami istri yang sama-sama bekerja.

 

Keterangan

Golongan

Besaran PTKP

WP Kawin dan Penghasilan Suami Istri digabung tanpa tanggungan

Kawin/K/I/0

Rp112.500.000

WP Kawin dan Penghasilan Suami Istri digabung, memiliki 1 tanggungan

Kawin/K/I/1

Rp117.000.000

WP Kawin dan Penghasilan Suami Istri digabung, memiliki 2 tanggungan

Kawin/K/I/2

Rp121.500.000

WP Kawin dan Penghasilan Suami Istri digabung, memiliki 3 tanggungan

Kawin/K/I/3

Rp126.000.000

 

Cara Hitung PTKP 2021

Agar semakin memahami perhitungan penghasilan tidak kena pajak untuk setiap golongan, mari simak contoh berikut ini!

 

Contoh 1

Anwar adalah fresh graduate yang baru saja bekerja dengan penghasilan Rp5.000.000 per bulan. Saat ini Anwar belum menikah dan tidak mempunyai tanggungan selain dirinya sendiri.

 

12 bulan x Rp5.000.000 = Rp60.000.000 per tahun

 

Dari perhitungan di atas, dapat dilihat jika total gaji Anwar dalam setahun adalah  Rp60.000.000. Karena Anwar belum menikah dan belum mempunyai tanggungan, Anwar masuk ke golongan Tidak Kawin/TK0 sebagai Wajib Pajak tidak kawin. 

 

Maka, penghasilan tidak kena pajak yang ditetapkan untuk Anwar adalah Rp54.000.000. 

Sementara itu, penghasilan yang dikenakan pajak dalam setahun adalah: 

Rp60.000.000 –  Rp54.000.000 = Rp6.000.000

 

Contoh 2

Anton adalah karyawan yang sudah 3 tahun bekerja dan baru saja menikah. Istri Anton baru saja memiliki anak dan memutuskan berhenti bekerja untuk fokus mengurus anak yang baru saja lahir. Penghasilan bulanan Anton adalah Rp10.000.000 per bulan. 

 

12 bulan x Rp10.000.000 = Rp120.000.000 per tahun

 

Jika dilihat dari tabel sebelumnya, kondisi Anton dapat masuk ke golongan Kawin/K1 sebagai Wajib Pajak Kawin. 

Jadi, besaran PTKP yang ditetapkan untuk Anton adalah Rp63.000.000. 

Sedangkan untuk penghasilan Anton yang akan dikenakan pajak adalah: Rp120.000.000 – Rp63.000.000 = Rp48.000.000 per bulan. 

 

Contoh 3 

Bu Sophi dan Pak Rafa adalah pasangan suami istri yang sudah 6 tahun menikah. Mereka dikaruniai 1 orang anak yang berusia 4 tahun. Pak Rafa bekerja di perusahaan swasta dengan penghasilan Rp9.000.000 per bulan dan Bu Sophi memutuskan tetap bekerja untuk membantu ekonomi keluarga dengan penghasilan Rp6.000.000 setiap bulannya.

 

Penghasilan tahunan Pak Rafa adalah: 12 bulan x Rp9.000.000 = Rp108.000.000

Penghasilan tahunan Bu Sophi adalah: 12 bulan x Rp6.000.000 = Rp72.000.000

Total penghasilan tahunan Pak Rafa dan Bu Sophi adalah Rp180.000.000.

 

Dilihat dari kondisi Pak Rafa dan Bu Sophi, maka penghasilan keduanya masuk ke golongan Kawin/K/I/1. Sehingga besaran PTKP yang dikenakan adalah Rp117.000.000. 

 

Demikianlah penjelasan mengenai tarif PTKP 2021 terbaru berikut cara hitungnya. Mudahkan semua progress pengelolaan pajak penghasilan perusahaan Anda dengan menggunakan Payroll Software dari LinovHR!

Payroll Software dari LinovHR dapat menghitung estimasi pajak selama setahun menggunakan fitur tax calculator. Sehingga Anda lebih mudah dalam memproses penggajian dan memotong pajak penghasilan tiap bulan. Semoga informasi di atas dapat membantu!