Form Cuti Karyawan

Cara Membuat Form Cuti Karyawan

Menyiapkan form cuti karyawan akan mempengaruhi keputusan perusahaan untuk menyetujuinya. Cuti merupakan salah satu jenis hak yang sepatutnya diberikan kepada karyawan. Perusahaan harus mempertimbangkan sejumlah hal, termasuk masa kerja karyawan. Sebagian besar institusi kerja baru menurunkan jatah cuti kepada karyawan yang sudah bekerja minimal satu tahun.

 

Aturan cuti karyawan di Indonesia

Mengambil cuti bukan berarti Anda malas atau menghindari kewajiban selama memenuhi kriteria yang diberlakukan. Dikutip dari artikel LinovHR lainnya mengenai jenis cuti di Indonesia, ada enam hak cuti yang telah dtetapkan Departemen Tenaga Kerja (Depnaker) Indonesia yang diatur dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 13 tahun 2003 seputar Ketenagakerjaan, antara lain:

 

1. Cuti tahunan

 Menyiapkan form cuti karyawan tahunan tak terlalu sulit karena terbilang umum. Cuti tahunan sendiri diatur dalam UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan pasal 79 ayat 2 yang menyebutkan karyawan berhak mendapatkan jatah cuti sebanyak 12 hari kerja setelah bekerja selama 12 bulan atau satu tahun berturut-turut. Ada juga cuti besar yang bisa diambil bagi para karyawan yang telah bekerja selama 6 tahun sebagai penghargaan loyalitas mereka.

 

2. Cuti haid dan hamil

Ya, faktanya karyawan perempuan bisa mengambil jeda saat menstruasi dan hamil. Aturannya telah termaktub dalam pasal 81 ayat 1 yang menjelaskan karyawan perempuan tak wajib bekerja di dua hari pertama masa awal haid. Sementara aturan untuk form cuti karyawan untuk masa kehamilan terdapat pada pasal 82 dengan periode 1,5 bulan sebelum melahirkan dan 1,5 bulan setelahnya untuk beristirahat.

 

Baca Juga: Cuti Melahirkan Bagi Laki-laki dan Peraturannya di Indonesia

 

3. Cuti penting

Jenis cuti ini dijelaskan pada pasal 93 ayat 2 poin (c), lalu dijabarkan lagi pada pasal 4. Alasan-alasan yang dapat melatarbelakangi pengajuan cuti penting adalah menikah (3 hari); menikahkan anak (2 hari); mengkhitankan anak (2 hari); membaptiskan anak (2 hari); istri melahirkan atau keguguran (2 hari); anggota keluarga meninggal (2 hari); kerabat keluarga meninggal (1 hari);

 

4. Cuti sakit

Kemudian, form cuti karyawan juga sering kali dibuat untuk mengajukan cuti sakit. Dalam hal ini, lamanya periode cuti ditentukan perusahaan yang bersangkutan. Karyawan juga diminta melampirkan Surat Izin Dokter sebagai bukti mereka harus mengambil waktu istirahat untuk memulihkan kondisinya. Akan tetapi, kalau Anda tak menyertakan surat tersebut, maka cuti akan diambil dari jatah cuti tahunan;

 

5. Cuti bersama

Berbeda dari jenis-jenis cuti sebelumnya, cuti bersama umumnya ditentukan pemerintah berdasarkan kalender. Misalnya, cuti bersama Idulfitri yang berlangsung selama tujuh hari. Namun dalam beberapa situasi, perusahaan akan mengatur cuti bersama agar karyawan tetap bisa menikmati waktunya bersama keluarga. Selain itu, karyawan yang akan mengirim form cuti karyawan harus memeriksa juga jatah cuti tahunan;

 

6. Cuti berbayar

Jenis cuti ini memungkinkan karyawan tetap dibayar dan biasanya diberikan kepada mereka yang menderita sakit berkepanjangan. Hal ini telah diatur pada pasal ayat 2 poin (a), lalu dijabarkan pada ayat 3 poin (a), (b), (c), dan (d) dengan aturan 100% upah pada 4 bulan kesatu; 75% upah pada 4 bulan kedua; 50% upah pada 4 bulan ketiga; 25% pada 4 bulan selanjutnya sebelum dilakukan pemutusan hubungan kerja.

 

Baca Juga: Cuti Karyawan Kontrak Dan Aturannya Di Indonesia

 

Bagaimana cara membuat form cuti karyawan profesional?

Surat atau form yang Anda susun untuk mengajukan cuti sebenarnya tidak berbeda dengan jenis surat lain. Selain memperhatikan tiga bagian surat (pembuka, isi, dan penutup), Anda juga harus mencermati tata bahasa yang digunakan. Form karyawan cuti harus ditulis dengan gaya formal dan padat. Dalam artian, pastikan penjelasannya langsung ke inti agar cepat ditangkap HRD maupun atasan perusahaan.

Sebagai ilustrasi, berikut contoh surat yang bisa Anda pelajari konten dan strukturnya.

 

Jakarta, 20 Juni 2019

Perihal: Permohonan Cuti

 

Kepada Yth,

Bapak/Ibu Personalia PT Indah Makmur

Di tempat.

 

Dengan hormat,

 

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

nama: Rosa Magnolia

NIK: 12345678xxx

jabatan: Sekretaris

bermaksud mengajukan permohonan cuti menikah selama 3 (tiga) hari kerja (Senin sampai Rabu), terhitung dari 1 Juli 2019 sampai 3 Juli 2019.

 

Demikian surat permohonan yang saya ajukan. Atas perhatian serta kebijaksanaan Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih.

 

Disetujui oleh

Pemohon

 

Dono Kusumah, SH.  Rosa Magnolia

 

 

Dari contoh form cuti karyawan di atas, Anda dapat melihat bahwa pemohon langsung menyebutkan alasannya mengajukan cuti, yakni menikah sesuai batas minimal yang ditetapkan (tiga hari). Anda tidak perlu takut juga selama alasan sudah tercantum pada perundang-undangan.

 

Apabila kondisinya cukup rumit atau bersifat mendadak, konsultasikan dulu dengan staf HRD sampai menemukan kesepakatan. Jangan sampai urusannya menjadi panjang sampai membuat pengajuan form cuti karyawan yang Anda siapkan malah ditolak karena tak memenuhi kriteria.

 

Kelola Jatah cuti karyawan dengan LinovHR

Banyaknya jenis cuti dan jumlah karyawan yang diurus kadang membuat staf HRD perusahaan repot mengaturnya. Apalagi menjelang libur nasional seperti Idulfitri dan Natal. Dalam hal ini, LinovHR dapat membantu karyawan maupun perusahaan untuk mengelola jatah cuti yang telah disepakati.

Mengusung sistem HRIS (Human Resource Information System), LinovHR akan memudahkan manajemen HRD perusahaan dalam mengontrol permohonan cuti yang diajukan karyawan secara akurat. Software berbasis web ini juga memungkinkan perusahaan menyimpan informasi personal secara online dalam sistem keamanan terjamin.

Coba gratis LinovHR sekarang juga atau hubungi tim sales kami disini, untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap mengenai LinovHR.