cuti melahirkan

Cuti Melahirkan Bagi Laki-laki dan Peraturannya di Indonesia

Cuti melahirkan bagi karyawan perempuan adalah hal yang wajar dan memang sudah diberlakukan. Lantas bagaimana dengan cuti melahirkan bagi laki-laki? Apa hubungannya dan bagaimana peraturan di Indonesia mengenai hal tersebut?

Berkaitan dengan cuti melahirkan untuk laki-laki ini ramai diperbincangkan pada paruh kedua pada tahun 2017, dan marak diperbincangkan di berbagai macam laman media. Isu ini tentu didorong dengan adanya keputusan beberapa perusahaan di Indonesia yang memberlakukan fasilitas cuti melahirkan tersebut.

Bahkan tak hanya di Indonesia saja, tapi di seluruh dunia. Tren mengenai kebijakan tersebut yang ditetapkan pada seorang ayah semakin meningkat. Perusahaan makin menyadari bahwa fasilitas tersebut tak hanya dibutuhkan oleh karyawan perempuan saja, namun juga pria (suami) atau ayah dalam keluarga harus diberikan fasilitas cuti melahirkan.

Peraturan Cuti Melahirkan Bagi Laki-Laki di Indonesia

Di Indonesia, peraturan mengenai cuti melahirkan secara resmi sudah masuk ke dalam peraturan BKN Nomor 24 Tahun 2017. Namun peraturan ini ditetapkan untuk para karyawan PNS laki-laki.

Badan Kepegawaian Negara (BKN) secara resmi telah menyampaikan bahwa Pegawai Negeri Sipil (PNS) laki-laki, bisa mengajukan cuti melahirkan dalam rangka mendampingi sang istri. Paling lambat cuti harus disampaikan 1 bulan sebelum proses kelahiran. Cuti ini masuk dalam Cuti Alasan Penting atau CAP.

Dalam peraturan resmi juga disebutkan bahwa Cuti Alasan Penting untuk para PNS sudah diartikulasikan sebagai kondisi tak masuk kerja dan sudah diberikan izin dalam jangka waktu yang sudah ditentukan.

Adanya kebijakan mengenai diberlakukan cuti melahirkan untuk laki-laki adalah sebagai bentuk dukungan dari pemerintah. Di mana pemerintah berusaha memberikan kesempatan untuk para PNS laki-laki dan perempuan untuk bisa mengurus keluarganya.

 

Baca Juga : Serba – serbi cuti menikah dan peraturannya di indonesia

 

Dalam peraturan resmi tersebut juga dinyatakan bahwa untuk para PNS laki-laki yang mengajukan cuti pendampingan istri saat bersalin, maka tak akan dipotong dalam cuti tahunan.

Dengan kata lain, cuti melahirkan bagi laki-laki memang dianggap sangat penting sehingga muncul peraturan tersebut. Tak hanya sekedar libur dan memberikan waktu luang, ada harapan manfaat saat peraturan tersebut dibuat. Terlebih bila sang Istri baru saja melahirkan anak pertama. Tentu pendampingan dari sang Suami adalah yang sangat diinginkan.

Biarpun untuk perusahaan swasta belum ada peraturan resmi yang dikeluarkan. Namun sekarang ini sudah banyak yang memberlakukan cuti melahirkan untuk laki-laki. Mengingat betapa pentingnya waktu cuti tersebut.

Perusahaan juga tentu bisa mendapatkan manfaat dari pemberian  cuti pada karyawan.  Mereka bisa lebih loyal, dan bersemangat saat bekerja. Image perusahaan juga bisa terlihat positif di mata para karyawan. Ada timbal balik yang sama-sama menguntungkan untuk kedua belah pihak. Tak hanya bagi karyawan saja namun juga perusahaan tempat memberikan waktu cuti tersebut.

Itulah penjelsan mengenai cuti melahirkan bagi Laki-laki dan peraturannya di Indonesia, Semoga informasi ini bermanfaat bagi yang sedang mencari mengenai informasi mengenai cuti melahirkan untuk laki – laki.