Jangan Buat CV Seperti Ini, Kalau Tidak Mau Dicuekin HRD!

CV atau Curriculum Vitae merupakan salah satu dokumen penting untuk melamar pekerjaan (selain surat lamaran kerja) yang menggambarkan diri anda secara detail. Semakin CV anda menarik, maka HRD akan semakin yakin untuk memilih anda sebagai kandidat yang terpilih.

Lebih mudah untuk membuat kesalahan dalam CV dari pada memperbaiki kerusakan yang ditimbulkannya setelah diterima oleh perusahaan. Pencegahan itu penting, dan berikut adalah kesalahan-kesalahan umum yang sering terjadi dan cara menghindarinya.

 

Kesalahan Pengetikan dan Tata Bahasa

CV Anda harus sempurna secara tata bahasa. Jika tidak, HRD perusahaan bisa melihatnya dan membuat kesimpulan yang tidak menguntungkan Anda seperti “Orang ini tidak bisa menulis,” atau ,”Orang ini jelas tidak peduli dengan pekerjaan.”

 

Kurang Spesifik

Perusahaan perlu mengerti apa yang telah Anda lakukan dan pencapaiannya.

Contoh:

A. Bekerja dengan sesama karyawan di sebuah restoran.

B. Merekrut, melatih, dan mengawasi lebih dari 20 karyawan di sebuah restoran dengan penjualan tahunan sebesar 2 milyar.

Kedua kalimat ini bisa menggambarkan orang yang sama, namun hal detil di contoh B akan lebih menangkap perhatian perusahaan.

Membuat CV Yang Sama Untuk Semua Lamaran

Jika Anda berusaha untuk membuat CV yang sama untuk dikirim ke berbagai perusahaan, kemungkinan besar CV Anda akan langsung dibuang ke tong sampah. Perusahaan selalu ingin Anda membuat CV yang khusus ditujukan kepada mereka. Perusahaan berharap Anda bisa menunjukkan dengan jelas bagaimana dan mengapa Anda cocok dengan mereka.

Menonjolkan Tugas Daripada Pencapaian

Terlalu mudah untuk sekedar menuliskan daftar pekerjaan yang pernah Anda lakukan dalam CV. Sebagai contoh:

  • Menghadiri pertemuan grup dan membuat catatan.

  • Mengasuh anak di tempat penitipan anak.

  • Mengupdate arsip-arsip departemen dalam perusahaan.

Perusahaan tidak peduli dengan yang Anda lakukan. Mereka lebih tertarik dengan apa yang Anda capai dalam pekerjaan-pekerjaan tersebut. Mereka sebenarnya mencari kalimat-kalimat seperti ini:

  • Menggunakan laptop untuk mencatat inti sari pertemuan dan mengumpulkan mereka di dokumen Microsoft Word untuk arsip perusahaan.

  • Mengembangkan 3 aktivitas harian untuk anak-anak pra sekolah dan melatih mereka untuk 10 menit pertunjukkan liburan.

  • Merapikan dan mengatur ulang arsip perusahaan yang tidak teratur selama 10 tahun terakhir sehingga setiap departemen bisa mengaksesnya dengan mudah.

 

CV Terlalu Panjang atau Terlalu Pendek

Terlepas dari apa yang pernah Anda dengar atau baca, tidak ada aturan pasti mengenai panjang sebuah CV. Mengapa? Karena sebagai setiap HRD adalah manusia yang punya persepsi dan ekspektasi berbeda dalam membaca CV Anda.

Tidak berarti Anda bisa mengirimkan CV sepanjang lima halaman. Secara umum, Anda harus membatasi maksimal dua halaman, tapi jika Anda merasa satu halaman sudah cukup, lakukan saja. Kebalikannya, jangan memotong ringkas CV Anda hanya untuk memenuhi standar satu halaman.

 

Tidak Ada Kata Kerja

Hindari menggunakan frase seperti “bertanggung jawab untuk”. Lebih baik menggunakan kata kerja seperti “Menyelesaikan keluhan pengguna sebagai anggota IT Customer Service yang melayani 4.000 murid dan staf.”

 

Tidak Memasukkan Informasi Penting

Anda mungkin menghilangkan beberapa pekerjaan yang dilakukan sebelumnya. Namun jika pekerjaan tersebut membantu Anda mendapatkan soft skills seperti etos kerja atau manajemen waktu, perusahaan akan tertarik untuk mengetahuinya.

Terlalu “Ramai” Secara Visual

CV Anda yang dibuat dengan lima font yang berbeda bisa memusingkan HRD. Cobalah menunjukkan CV Anda kepada beberapa orang yang dipercaya sebelum mengirimkannya. Apakah mereka tertarik membacanya? Jika CV terlalu “ramai” atau membingungkan secara penampilan, sebaiknya Anda merevisinya.

 

Informasi Kontak Yang Tidak Tepat

Periksalah dengan sangat teliti detil kontak Anda karena ini adalah cara perusahaan menghubungi Anda jika lolos seleksi. Perhatikan nomor telepon, alamat email, dan lainnya jangan sampai salah ketik, kehilangan atau kelebihan satu huruf atau angka.

Dengan memperhatikan kesembilan tips tersebut sebelum menyerahkan CV anda kepada HRD, anda sudah berhasil meyakinkan HRD bahwa anda lah kandidat terbaik dan yang dibutuhkan oleh perusahaan. Selamat mencoba!

Admin LinovHR

Recent Posts

Perkembangan Fintech di Indonesia Beserta Manfaatnya

Kini masyarakat sudah tidak asing lagi dengan keberadaan fintech. Namun, masih banyak yang samar-samar mengenali…

8 jam ago

Remote Performance Review: Kelola Kinerja Karyawan Saat Pandemi

Pandemi COVID-19 yang belum juga reda di beberapa negara membuat banyak perusahaan menyusun berbagai strategi…

13 jam ago

Berkarir di Bidang Procurement ?Pahami Dulu Tentang Procurement!

Apakah Anda saat ini berminat untuk berkarir di bidang procurement?  Atau bahkan sudah memulai berkarir…

1 hari ago

Tips Mengelola Shifting Karyawan agar Efektif!

Shifting karyawan pada sebuah perusahaan memang jamak terjadi dan digunakan oleh banyak perusahaan. Terutama bagi…

1 hari ago

Mau Lakukan Ekspansi Bisnis? Simak Tips Berikut!

Membangun bisnis merupakan tantangan besar yang tidak setiap orang sanggup melakukannya. Bagi setiap pengusaha tentu…

4 hari ago

Tantangan Mendapatkan SDM Terbaik Industri MICE

Industri MICE belum begitu familiar di Indonesia. Namun, pertumbuhannya sudah mulai menggeliat sedari dulu dan…

4 hari ago