DRP

Apa itu DRP (Disaster Recovery Plan)? Ini Pembahasan Lengkapnya!

Apakah Anda pernah mendengar istilah DRP?

DRP merupakan singakatan dari Disaster Recovery Plan yang biasa dipakai sebagai rencana cadangan bila ada kejadian yang terjadi di  luar dugaan untuk meng-cover semua kejadian itu. Karena biasanya, backup data normal yang dilakukan belumlah cukup. Sebuah lingkup perusahaan memang sudah seharusnya dilengkapi dengan Disaster Recovery Plan (DRP).

 

 

Lantas, apa pengertian Disaster Recovery Plan (DRP) sesungguhnya?

 

Pengertian Disaster Recovery Plan (DRP)

Disaster recovery planning atau yang biasa disingkat dengan DRP adalah sistem perencanaan untuk pengelolaan dan biaya efektif bencana terhadap informasi yang mungkin akan dan yang telah terjadi, di mana terdapat aspek bencana dalam sistem informasi di dalamnya.

 

Jenis-jenis Disaster Recovery Plan

Berdasarkan fungsi utamanya untuk melindungi serta menyelamatkan data ketika terjadi bencana, DRP pun dapat dibagi dalam beberapa jenis menurut sistem pemulihan bencana. Berikut ulasannya! 

 

1.Disaster Recovery Virtual

DRP ini mengandalkan metode virtualisasi dalam proses pemulihan data dan juga didukung oleh sejumlah portal virtualisasi dengan kemampuan backup dan restore data.

Sistem pemulihan virtual segera melakukan tindakan penyelamatan saat terjadi bencana data tanpa harus menunggu server fisik menyelesaikan beban kerjanya. Karenanya, dari segi efisiensi waktu jenis recovery ini pun dianggap lebih menguntungkan 

 

2. Disaster Recovery Jaringan

DRP jenis ini berpusat pada pemulihan jaringan dan berkembang dari asumsi jaringan suatu perusahaan merupakan aspek penting yang juga harus diselamatkan saat bencana melanda.

Prosedur pemulihan jaringan umum biasanya melibatkan penggantian perangkat jaringan, koneksi dengan anggota tim IT, serta sejumlah usaha terkait lain untuk memulihkan konektivitas yang sempat terputus.

 

3. Disaster Recovery dalam Pusat Data

Untuk bisa melakukan proses manajemen bencana, pusat data yang ditempatkan dalam sebuah sistem khusus menggunakan fasilitas komputerisasi harus dikembangkan terlebih dahulu, di mana prosedur pengembangan pusat data tersebut meliputi pemantapan perangkat serta pengamanan lokasi

 

4. Disaster Recovery Berbasis Cloud

Manajemen mitigasi bencana berbasis cloud ini juga tak kalah populer karena proses intinya berpusat pada cloud storage, yaitu portal pemulihan data penyimpanan yang diatur oleh penyedia layanan pihak ketiga.

Perusahaan akan memiliki pusat data aman di dalam cloud tanpa perlu mengembangkan fasilitas sendiri atau mempekerjakan tenaga ahli dengan menggunakan cloud-based disaster recovery sehingga seluruh prosedur pengamanan data pun dijalankan secara lebih praktis.

 

Cara Membuat Disaster Recovery Plan

Disaster recovery plan dimulai di tingkat bisnis untuk menentukan mana yang paling penting agar operasional tetap berjalan sehingga Anda harus menentukan RTO atau Recovery Time Objective serta Recovery Point Objective.

Ada beberapa cara dalam membuat disaster recovery plan. Berikut adalah langkah-langkah dasar dari disaster recovery plan.

software hris

 

1. Menentukan Resiko

Lakukan penilaian risiko dan analisis dampak bisnis yang membahas banyak potensi bencana.

Di sisi lain, penilaian risiko bisa juga dengan menganalisis setiap area fungsional organisasi untuk menentukan kemungkinan konsekuensi terburuk, seperti kehilangan total bangunan utama.

Rencana pemulihan bencana yang dipersiapkan dengan matang dengan tujuan untuk mengevaluasi risiko di awal akan menjadi bagian dari rencana kelangsungan bisnis secara efisien. 

 

2. Mengevaluasi Kebutuhan 

Tetapkan prioritas untuk operasi dan pemrosesan dengan mengevaluasi kebutuhan utama dari semua departemen. Siapkan perjanjian tertulis sebagai alternatif yang dipilih, rincian semua prosedur keamanan khusus, biaya, durasi, jaminan kompatibilitas, pengujian sistem serta persyaratan sumber daya darurat.

 

3. Tetapkan Tujuan Rencana Pemulihan Bencana

Buat daftar operasi mission-critical untuk merencanakan kelangsungan bisnis, dan kemudian tentukan data, aplikasi, peralatan, atau akses pengguna mana yang diperlukan untuk mendukung fungsi tersebut. Berdasarkan biaya downtime, tentukan tujuan waktu pemulihan masing-masing fungsi.

 

Baca Juga: Pengertian, Tujuan, dan Manfaat RUPS dalam Perusahaan

 

4. Menguji dan Merevisi

Kembangkan kriteria dan prosedur untuk menguji rencana yang ada, karena hal ini penting untuk memastikan organisasi telah mengadopsi prosedur dan fasilitas cadangan yang kompatibel dan layak, dan untuk mengidentifikasi area yang harus dimodifikasi.

Selain itu, hal ini juga memungkinkan tim untuk dilatih, dan membuktikan nilai DRP dan kemampuan organisasi untuk menahan bencana.

 

Manfaat Membuat Disaster Recovery Plan

Selain manfaat keberlangsungan bisnis business continuity yang didapatkan bila perusahaan memiliki program DRP ini, adapun manfaat lain yang akan diterima dalam membuat Disaster Recovery Plan.

 

1.Efisiensi Biaya

Untuk mencapai tujuan dari komponen penting yang ada pada DRP, Anda harus menjaga sistem IT dalam kondisi yang optimal, menganalisis potensi ancaman, dan mencari solusi untuk menjamin kelangsungan bisnis dan cyber security.

Pembaharuan yang tepat waktu dan memiliki aset teknologi yang lebih inovatif dilakukan untuk menghemat biaya bagi perusahaan dalam jangka panjang. 

 

2. Meningkatkan Produktivitas Karyawan

Setidaknya Disaster Recovery Plan harus ditangani oleh dua orang dengan tugas yang sama pada beberapa kasus, karena redudansi seperti itu bermanfaat untuk jangka waktu panjang dan sudah terbukti.

Perusahaan akan mendapatkan benefit terkait dengan integrasi jaringan ketika beberapa karyawan mampu menangani tugas yang diberikan. Tak hanya itu, jika karyawan melakukan cuti liburan atau sakit, ada partner kerja lainnya yang dapat melakukan tugas tersebut.

 

4. Membantu Perusahaan Paham Skalabilitas

Tidak hanya lebih siap untuk pulih setelah bencana, DRP dapat membantu mengurangi risiko human error  serta mampu merampingkan proses IT. Dengan begitu skalabilitas perusahaan bisa dipahami lebih mendalam. 

 

Baca Juga:  Apakah yang Dimaksud dengan ISO? 

 

Mengamankan Data Karyawan dengan Software HRD LinovHR

Sama halnya dengan karyawan, data karyawan merupakan salah satu aset berharga bagi perusahaan. Demikian pula dengan keamanan informasi dan data karyawan yang harus dijaga. Kemampuan perusahaan untuk menjaga informasi pribadi karyawan merupakan awal dari manajemen SDM yang berkualitas. .

Untuk mewujudkan semua itu, keamanan data dapat dijaga dan dikelola oleh Software HRD LinovHR. Adapun keunggulan yang diterima bila mengamankan data karyawan dengan Software HRD LinovHR.

 

  1.  Akurat. Perusahaan tidak perlu khawatir terjadi human error yang biasanya dilakukan secara manual saat mendata.
  2. User Friendly. HR admin yang berwenang menggunakan software ini bisa mempelajarinya dengan cukup mudah dengan tampilan interface yang sederhana serta mudah dipahami oleh para pengguna.
  3. Keamanan yang Tinggi. Sistem LinovHR didukung keamanan yang tinggi sehingga kebocoran dan manipulasi data dapat diminimalisir.
  4. Fitur yang Lengkap, untuk memudahkan pengelolaan data Sumber Daya Manusia (SDM) seperti pengelolaan pajak penghasilan, sistem penggajian, slip gaji, asuransi atau BPJS.

 

Demikian ulasan mengenai  DRP (Disaster Recovery Plan). Dengan didukung Aplikasi HRD LinovHR, keamanan informasi karyawan yang tersimpan dan seluruh informasi karyawan mulai bergabung bersama perusahaan hingga karyawan resign terjamin kerahasiaanya.

Hal inilah yang menjadikan LinovHR dipercaya banyak client. Segera hubungi tim dari LinovHR untuk informasi lebih lengkap!