indikator disiplin kerja

Ini Dia Indikator Disiplin Kerja yang Bantu Awasi Kinerja Karyawan

Besarnya rasa tanggung jawab seseorang dapat dilihat dengan bagaimana ia disiplin dalam melakukan kegiatan atau pekerjaannya. Di dalam suatu perusahaan, kedisiplinan adalah hal yang paling diperhatikan. Oleh karena itu, biasanya perusahaan memiliki indikator disiplin kerja. 

Karyawan yang patuh dan juga disiplin terhadap aturan dan norma yang berlaku dalam perusahaan mampu meningkatkan produktivitas hingga prestasi kerja. Tanpa adanya disiplin kerja, perusahaan tidak dapat bergerak maju untuk mencapai apa yang jadi tujuan dan cita-cita. 

Agar Anda dapat menilai kedisiplinan karyawan dengan tepat, Anda perlu mengetahui lebih dalam tentang indikator disiplin kerja. Setelah mengetahuinya Anda dapat menyusun penilaian yang dilakukan tepat.

Yuk, langsung di simak ulasan LinovHR di bawah ini!

 

Faktor yang Mempengaruhi Disiplin Kerja

Disiplin kerja tidak lantas datang begitu saja, tetapi ada beberapa faktor yang mempengaruhinya. Berikut ini faktor-faktor yang mempengaruhi kedisiplinan kerja para karyawan.

 

  1. Keteladanan Pemimpin

Keteladanan dari pemimpin atau atasan sangat berperan dalam meningkatkan kedisiplinan karyawannya. Hal itu dikarenakan pemimpin menjadi role model yang dapat memberikan dampak positif bagi karyawannya.

Ketika karyawan melihat atasan mereka punya sikap disiplin yang baik, maka mereka pun akan ikut berusaha melakukannya juga. Begitu pun sebaliknya. Jika atasan memiliki sikap disiplin yang buruk, jangan heran bila karyawannya juga tidak disiplin dalam bekerja.

 

Baca Juga: Seperti Apa Saja Gaya Kepemimpinan? Anda Termasuk yang Mana?

 

  1. Reward

Pemberian reward kepada karyawan membuatnya merasa bahwa perusahaan menghargai keberadaannya di perusahaan. Segala usaha dan kerja keras maksimal karyawan yang dibalas dengan suatu penghargaan dapat meningkatkan kedisiplinan kerja.

 

  1. Mendapatkan Keadilan

Mendapatkan keadilan jadi aspek penting yang harus karyawan dapatkan di dalam perusahaan. Maksudnya adalah adil dari segi perlakuan serta penghargaan yang diterapkan. Sehingga, tidak ada karyawan yang merasa tidak diperhatikan oleh perusahaan. Hal ini juga yang akan mempengaruhi motivasi kerja karyawan, termasuk sikap disiplin.

 

  1. Tujuan dan Kemampuan

Pemberian beban kerja kepada karyawan yang harus sejalan dengan kemampuan karyawan. Dengan begitu karyawan dapat memberikan yang terbaik. 

Akan tetapi, jika karyawan merasa pekerjaan yang diberikan ada di luar kemampuannya, maka motivasi dan kedisiplinan kerja mereka juga akan berkurang.

 

  1. Ketegasan dari Pemimpin

Pemimpin sudah sepatutnya bersikap tegas kepada karyawannya. Baik itu memberi teguran dan hukum kepada karyawan yang tidak disiplin. 

Jangan sampai karyawan bersikap seenaknya dan merasa apa yang dikerjakannya, baik itu benar ataupun salah tidak akan kena marah hanya karena pemimpinnya tidak bersikap tegas.

 

  1. Pemberian Sanksi

Jika ditemukan karyawan yang melakukan kesalahan, baik saat bekerja atau tidak, perusahaan harus memberikan sanksi terhadap karyawan. Tujuannya agar karyawan tetap disiplin bekerja dan tetap menaati peraturan. 

Apabila aturan sanksi ini diterapkan sejak awal, justru inilah yang menciptakan sikap disiplin secara alami.

 

  1. Pengawasan

Pengawasan kerja memang harus dilakukan dengan efektif dan maksimal. Hal ini dapat mencegah sikap indisipliner dan terus memelihara kedisiplinan dalam bekerja sehingga karyawan mampu meningkatkan prestasinya.

 

Indikator Disiplin Kerja

Perilaku disiplin menjadi salah satu aspek yang memperlihatkan kekuatan sumber daya manusia. Hal ini karena memiliki dampak yang kuat terhadap organisasi untuk mencapai keberhasilan dalam mengejar tujuan yang sudah direncanakan.

Kedisiplinan dalam bekerja merupakan alat yang dipakai oleh para manajer untuk berkomunikasi dengan karyawan agar mereka mengubah perilaku dan upaya meningkatkan kesadaran dan kesediaan mematuhi aturan serta norma sosial yang berlaku di perusahaan.

Menurut Mangkunegara dan Octorent, dalam bukunya Manajemen Sumber Daya Manusia (2015), ada beberapa indikator disiplin kerja yang dapat diukur untuk menilai kedisiplinan karyawan dalam bekerja, yaitu:

  • Ketepatan waktu absensi atau datang ke tempat kerja.
  • Menyerahkan tugas dan jam pulang tepat waktu. 
  • Mengikuti semua peraturan perusahaan dengan taat.
  • Pemakaian seragam kerja yang sudah ditentukan perusahaan.
  • Tanggung jawab dalam mengerjakan dan menyelesaikan tugas.
  • Melaksanakan tugas kerja sampai selesai.

 

Pantau Kedisiplinan Karyawan dengan Software Time Management

Dari indikator disiplin kerja yang telah disebutkan di atas, tentu perusahaan dapat mengetahui dan menilai bagaimana karyawan benar-benar bertanggung jawab atas apa yang dikerjakannya. Namun, hal itu tentu akan sangat sulit dilakukan jika dengan cara manual karena akan sangat merepotkan dan menyita waktu.

Berkat dukungan teknologi dan internet, kini Anda tak perlu lagi melakukannya dengan cara lama. Anda dapat memantau kedisiplinan karyawan di perusahaan dengan menggunakan software absensi. Salah satu software yang direkomendasikan adalah LinovHR.

 

software hris

 

Anda dapat dengan mudah memantau kedisiplinan kerja karyawan menggunakan Software Absensi dari LinovHR. Dengan software ini, Anda tidak hanya sekedar memonitor kedisiplinan karyawan tetapi juga mampu membantu Anda mengelola data absensi, izin, pengajuan cuti, lembur, dan jadwal kerja karyawan.

Semua itu bisa dapat dilakukan secara dinamis dan hasil yang akurat dengan hanya satu kali klik. Satu software untuk kelola semua secara otomatis.

Langsung jadwalkan demonya sekarang di LinovHR!