employer branding

7 Cara Memanfaatkan Employer Branding untuk Rekrut Karyawan Potensial

Memiliki karyawan terbaik dan potensial tentu menjadi harapan semua pimpinan perusahaan. Untuk mencapai hal tersebut, rekrutmen menjadi salah satu kunci utamanya. Oleh sebab itu, dalam proses rekrutmen perlu perencanaan dan strategi yang tepat agar kandidat terbaik-lah yang bisa terjaring.

Bagi perusahaan besar dan sudah terkenal, menjaring kandidat terbaik mungkin tidak begitu sulit. Namun bagi perusahaan baru atau rintisan, hal ini bisa menjadi kendala karena akan kalah bersaing dengan perusahaan raksasa. Disinilah peran strategi rekrutmen akan sangat berpengaruh yaitu Employer Branding.

Employer Branding merupakan strategi yang digunakan dalam upaya menarik calon karyawan terbaik yang dibutuhkan perusahaan. Hal ini dilakukan karena calon pelamar tentu memiliki alasan, motivasi, atau aspirasi sebelum memutuskan untuk melamar. Oleh karena itu, perusahaan harus memberikan gambaran kepada para pelamar tentang keunggulan perusahaan dan bagaimana perusahaan dapat memenuhi aspirasi calon pelamar. Diharapkan, calon pelamar bisa yakin untuk menjadi bagian dari perusahaan bersangkutan.

Lantas, bagaimana cara agar employer branding bisa efektif dalam proses rekrutmen karyawan potensial? Berikut 7 cara yang bisa anda dan perusahaan anda terapkan.

 

1. Tunjukkan Visi Misi Perusahaan

Calon pelamar yang potensial dan profesional biasanya sangat peduli akan perkembangan dirinya jika masuk ke suatu perusahaan. Hal ini akan mereka kaitkan dengan visi dan misi dari perusahaan yang ingin mereka masuki. Untuk itulah, perusahaan harus bisa mem-branding dirinya sebagai wadah yang potensial untuk karyawan mengembangkan diri dengan masa depan perusahaan yang jelas.

 

2. Tunjukkan Kelebihan Perusahaan

Bagi perusahaan rintisan yang belum dikenal luas oleh masyarakat, menunjukkan kelebihan yang dimiliki adalah hal penting untuk bisa menarik perhatian. Kelebihan ini bisa menyangkut inovasi produk, nilai jual produk, lingkungan kerja, dan hal lainnya yang bisa membuat perusahaan anda terlihat lebih baik dibanding perusahaan lain yang sejenis. Menunjukkan kelebihan perusahaan juga akan menciptakan rasa bangga bagi calon karyawan karena mereka sudah mengetahui keunggulan dari calon tempatnya bekerja.

 

3. Menghadirkan Budaya Kerja yang Positif

Budaya kerja perusahaan akan menjadi perhatian penting calon karyawan. Ketika budaya kerja yang ditampilkan adalah budaya kerja yang positif, baik, dan menyenangkan, tentu akan menjadi prioritas yang dipilih oleh calon karyawan. Oleh karena itu, Employer branding yang dibangun hendaknya memperhatikan jenis budaya kerja seperti apa yang ingin dibangun. Budaya kerja ini bisa dalam bentuk lingkungan kerja, perilaku diantara pekerja, kebijakan perusahaan, dan prosedur kerja.

Anda dapat mempelajari bagaimana cara membentuk budaya kerja yang baik pada artikel kami sebelumnya yang berjudul 7 Budaya Kerja Yang Bisa Tingkatkan Produktivitas

 

 

4. Menawarkan Kompensasi yang Menarik

Tak bisa dipungkiri, kompensasi tetap menjadi pertimbangan besar bagi calon karyawan. Oleh karena itu, perusahaan harus bisa merancang sistem kompensasi yang menarik perhatian. Kompensasi ini tentu jangan hanya berupa penawaran gaji karena hal tersebut juga dimiliki perusahaan lain. Tetapi, tunjukkan pula kompensasi lain yang bisa didapat seperti fasilitas, pelatihan, atau bahkan beasiswa. Bagi calon karyawan potensial, hal-hal seperti pelatihan dan sejenisnya akan sangat menarik karena berpengaruh langsung dengan pengembangan potensi dirinya.

 

Baca Juga: Cara Tepat Menentukan Besar Kecilnya Gaji Karyawan

 

5. Perlakukan Pelamar sebagai Partner

Hal yang sering disalahartikan perekrut dalam proses rekrutmen adalah bahwa pelamar adalah pihak yang membutuhkan. Padahal cara yang bijak adalah dengan menganggap pelamar maupun perusahaan adalah pihak yang saling membutuhkan. Oleh karena itu, employer branding yang harus dibangun adalah dengan memerlakukan pelamar sebagai partner.

Hal ini bisa dilakukan dengan memberikan informasi yang berimbang, menarik, dan mudah dipahami. Proses seleksi juga bisa dibuat dengan lebih menyenangkan dan mudah dijalani. Apalagi dengan perkembangan teknologi, proses rekrutmen tentu bisa dibuat lebih efektif dan efisien.

 

6. Mengamati Media Sosial Kandidat

Ragam platform media sosial sudah menjadi hal lumrah yang dimiliki semua orang. Apalagi bagi pekerja, hampir semua media sosial seperti facebook, twitter, LinkedIn, Indeed, dan banyak lainnya pasti dimiliki. Penggunaan media sosial tersebut sangat bermanfaat bagi perusahaan untuk mengulik bagaimana pengalaman kerja dan minat sang kandidat. Media sosial tersebut juga dapat menjadi sumber timbal balik bagi perusahaan untuk menciptakan nilai perusahaan di mata calon pelamar selama rekrutmen.

 

Baca Juga: Menerawang Calon Karyawan Melalui Media Sosial

 

7. Memanfaatkan Situs Lowongan Kerja

Teknologi informasi harus bisa dimanfaatkan dengan maksimal, termasuk untuk mencari karyawan baru. Apalagi sekarang ada banyak situs search job yang bisa menjadi pilihan untuk membuka lowongan. Anda bisa memilih situs yang populer agar lebih mudah menemukan calon karyawan potensial. Pemilihan situs ini juga penting untuk membangun kredibilitas perusahaan di mata calon pelamar.

 

Itulah 7 cara memanfaatkan employer branding untuk merekrut karyawan potensial. Cara-cara tersebut bisa maksimal hasilnya asalkan dilakukan dengan tepat dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Jangan pula menganggap remeh employer branding ini karena persepsi calon kandidat terhadap perusahaan bisa terbangun dari sana. Persepsi yang baik juga akan meningkatkan kredibilitas perusahaan itu sendiri.