Cara menentukan gaji karyawan

Cara Tepat Menentukan Besar Kecilnya Gaji Karyawan

Tiap yang bekerja akan mendapatkan gajinya. Gaji menjadi hak yang wajib diterima karyawan dari perusahaan setelah mereka mengerjakan pekerjaannya. Jumlah besaran gaji ini harus sudah ditetapkan di awal dan disepakati antara perusahaan dan karyawan. Beberapa komponen lain seperti tunjangan, upah lembur, atau potongan pajak dan BPJS juga harus sudah disetujui di awal agar tidak terjadi kesalah pahaman kedepannya.

Dalam penentuan besaran gaji, perusahaan tidak melakukan secara sembarangan. Perusahaan yang baik seharusnya melakukan pengkajian/riset dahulu agar tidak terjadi kesenjangan dengan perusahaan lain yang bergerak di bidang serupa. Selain dengan perusahaan lain, kesenjangan juga harus dihindari di antara sesama karyawan. Perbedaan gaji di antara karyawan tentu adalah suatu keniscayaan karena setiap karyawan memiliki ‘nilai’nya sendiri.

Sebelum melangkah lebih jauh, harus diketahui dulu bahwa di dalam gaji yang diterima, terdapat komponen-komponen di dalamnya, yaitu :

  1. Tunjangan (transport, makan, jabatan, dan sebagainya)
  2. Potongan (pajak, BPJS, dan sebagainya)
  3. Uang Lembur (upah kerja diluar waktu reguler)
  4. Gaji Pokok

Pembeda terbesar antara gaji karyawan satu dan lain biasanya ada pada komponen Gaji Pokok. Komponen utama dari gaji ini standarnya adalah berdasarkan Upah Minimum Provinsi (UU No.13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan)  yang akan berbeda-beda tiap daerahnya dan bahkan bisa tiap tahunnya.

 

Baca: Daftar UMP tahun 2019 di Indonesia. Jakarta Paling Tinggi?

 

Lantas faktor apa yang membedakan besaran gaji pokok tersebut?

Menentukan Besaran Gaji Karyawan

Faktor pembeda besar kecilnya gaji karyawan sebagaimana yang diketahui adalah seperti yang tertuang pada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No.1 Tahun 2017 yang menyatakan bahwa “Struktur dan Skala Upah wajib disusun oleh pengusaha dengan memperhatikan golongan, jabatan, masa kerja, pendidikan, dan kompetensi”.

Melihat dari peraturan itu, sudah sangat jelas bahwa gaji karyawan A dan karyawan B akan jelas berbeda berdasar posisi, lama kerja, pendidikan, atau kompetensinya. Namun bagaimana dengan penentuan besaran gajinya itu sendiri?

Hal inilah yang tidak bisa dilakukan sembarangan. Demi menghindari konflik dimasa depan, perusahaan harus melakukan pengkajian yang benar. Selain itu terdapat 3 teori yang berlaku untuk menentukan gaji yaitu teori pasar (negosiasi antara karyawan dan perusahaan), teori standar hidup (biasanya disesuaikan dengan kota tempat perusahaan itu berada), dan teori kemampuan membayar (berdasar kondisi laba yang didapatkan perusahaan).

 

1. Melakukan Riset

Seperti yang sudah diungkap di atas, perusahaan harus melakukan pengkajian untuk bisa menentukan besaran gaji karyawan yang tepat. Kajian berupa riset ini dilakukan dengan membandingkan gaji karyawan dengan posisi serupa di perusahaan lain di kawasan terdekat. Riset ini akan menjadi modal penting agar tidak terjadi kesenjangan yang bisa saja membuat karyawan berpindah ke perusahaan kompetitor.

 

2. Terbuka Dalam Negosiasi

Dalam proses rekrutmen, karyawan dan perusahaan sudah bisa melakukan negosiasi ini. Namun dalam perjalannya, perusahaan juga harus bisa peka untuk melihat situasi. Tak ada salahnya untuk memberikan kesempatan pada karyawan dalam melakukan negosiasi gaji. Hal ini juga untuk membuka peluang mereka untuk lebih semagat dan merasa dihargai di perusahaan tersebut. Selain itu, keterbukaan ini penting bagi perusahaan untuk melakukan evaluasi akan manajemen perusahaannya.

 

3. Penyesuaian Standar Hidup

Tiap daerah atau kota memiliki standar hidupnya sendiri. Oleh karena itu penting bagi perusahaan untuk menilai besar kecilnya gaji karyawan berdasarkan dimana perusahaan itu berada. Gaji yang sesuai dengan Living cost (biaya hidup) di daerah setempat penting untuk menjamin kesejahteraan karyawan. Efeknya tentu akan berimbas bagi perusahaan itu sendiri. Karyawan yang merasa aman dengan gajinya, cenderung bekerja lebih produktif dibanding karyawan yang menerima gaji dibawah standar hidup layak.

 

4. Menyesuaikan Kemampuan Perusahaan

Teori kemampuan membayar tentu menjadi pertimbangan besar bagi perusahaan dalam menilai besaran gaji. Tidak mungkin perusahaan membayar gaji karyawannya melebih kemampuan yang dimiliki. Untuk menyesuaikan kemampuan ini, perusahaan bisa membuat batasan gaji yaitu batas dasar dan batas atas sesuai masing-masing posisi. Batasan ini menjadi patokan ketika proses rekrutmen. Jangan paksakan untuk menerima calon karyawan yang meminta gaji diatas batas atas dan jangan juga memberi gaji dibawah batas dasar yang sudah ditentukan.

 

5. Menentukan Metode Perhitungan Gaji

Hal lain yang juga bisa dilakukan adalah dengan menentukan metode dalam perhitungan gaji, apakah per jam, per hari, atau per bulan. Dalam perhitungan ini, perusahaan bisa menyesuaikan dengan posisi masing-masing karyawan. Cara ini juga dilakukan untuk menyesuaikan anggaran gaji karyawan yang diberikan.

 

Baca Juga: Hitung Gaji secara Proposional Melalui Metode Prorata

 

Pentingnya Menyusun Skala Gaji

Menyusun skala gaji karyawan adalah proses yang umum dilakukan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya berdasarkan regulasi. Tidak melakukannya artinya perusahaan sudah melakukan pelanggaran peraturan pemerintah no.78 Tahun 2015 Tentang Pengupahan.

Skala gaji ditetapkan oleh pimpinan perusahaan dalam bentuk Surat Keputusan. Skala gaji ini harus dilampirkan saat pendaftaran, perpanjangan, atau pembaharuan perjanjian kerja bersama atau peraturan perusahaan.

Tak hanya soal aturan legal, penyusunan skala gaji juga penting untuk memperhatikan kesesuaian gaji di dalam perusahaan itu sendiri agar seimbang dan kompetitif. Seimbang maksudnya adalah fair atau adil dimana penentuannya dilakukan melalui evaluasi jabatan dan pemeringkatan jabatan. Keseimbangan penting karena jika tidak, akan memberikan efek demotivasi yang jauh lebih besar dibanding besar kecilnya gaji. Sedangkan kompetitif maksudnya adalah penentuan skala gaji harus mampu membuat karyawan yang berkompeten tetap bertahan dan menarik kandidat yang qualified masuk sebagai karyawan. Kompetitif ini tidak semata soal semakin besar semakin baik, namun harus tetap disesuaikan dengan kondisi pekerjaan dan kemampuan perusahaan.

Pada intinya, penentuan besar kecilnya gaji karyawan harus ditentukan dengan bijak dan matang. Hal ini berkaitan dengan kesejahteraan mereka dan berdampak pula bagi produktivitas perusahaan. Begitupun dalam penyusunan skala gaji, proses yang yang dilakukan harus teliti untuk menghindari konflik di dalam perusahaan itu sendiri.