Grow Coaching Model

Grow Coaching Model: Melatih Karyawan Potensial Secara Bertahap

Seorang HRD (Human Resource Development) profesional akan merencanakan berbagai pelatihan kepada karyawan guna pengembangan kinerja yang lebih baik. Setiap keterampilan tidak bisa dilakukan pelatihan dengan sembarangan. Ada banyak metode pelatihan, HRD pun harus lebih peka etrjadap keburuhan dan bapelaihtan mana yang paling cocok dnegan keterampilan tersebut.  Salah satu jenis pelatihan yang populer di dunia HRD adalah Grow Coaching Model. Pelatihan dengan metode Grow terbukti mudah untuk digunakan dan dikembangkan dalam berbagai situasi serta efektif dalam membantu karyawan menggali dan melatih potensi terbaik.

 

Apa itu Grow Coaching Model?

Grow Coaching Model adalah salah satu model pelatihan paling populer dan sukses di dunia. Inti model pelatihan ini adalah meningkatkan kesadaran, menemukan opsi dan solusi, hingga pada akhirnya mengambil tindakan. Sederhananya, Grow Coaching Model adalah sebuah model pelatihan sederhana menggunakan 4 kerangka kerja, yakni grow, reality, options, dan will. Semua kerangka tersebut berjalan berurutan dan sistematis. 

 

Baca Juga: Panduan Lengkap Membuat Training Need Analysis

 

Grow Coaching Model sendiri berawal di Inggris sekitar tahun 1980 – 1990an. Metode Grow banyak dipengaruhi oleh The Inner Game Method oleh Timothy Gallwey, seorang pelatih tenis. Timothy Gallwey memperhatikan bahwa ia sering melihat kesalahan yang dilakukan para pemain tenis. Beliau menyadari bahwa mengatakan apa kesalahan dalam permainan tersebut tidak akan membawa perubahan yang berkesinambungan dalam pelatihan

 

Tahapan Grow Coaching Model

Salah satu peran penting manajer adalah memastikan bahwa kinerja karyawan berjalan lancar. Oleh karena itu manajer dan HRD merumuskan berbagai pelatihan guna mendukung kinerja karyawan secara maksimal. Melalui pelatihan pula karyawan dapat  membuat keputusan yang lebih baik, memecahkan masalah yang menghambat, serta sebaliknya memajukan karir. Grow Coaching Model merupakan akronim dari grow, reality, option, dan  will. Akronim tersebut sekilas menunjukkan tahapan-tahapan dalam pelatihan metode Grow. Tahapan yang dimaksud adalah: 

 

Goal (Tujuan)

Pada awal pelatihan, biasanya HRD akan menetapkan apa yang ingin dicapai oleh peserta pelatihan. Menetapkan tujuan di awal sesi pelatihan membantu memberikan arah kepada tujuan dan memastikan pelatihan berjalan lancar. Pada tahap ini, tujuan mungkin mencerminkan gambaran yang lebih besar tentang apa yang ingin dicapai perusahaan. Contohnya adalah mengembangkan bisnis, meningkatkan penjualan, pengembangan desain produk baru dan lainnya. Tujuan yang dimaksud bisa berupa tujuan jangka panjang dan tujuan jangka pendek. 

 

Baca Juga: Metode SMART dan Pengaruhnya dalam Pencapaian Tujuan

 

Reality (Realita)

Setelah menetapkan tujuan dari pelatihan, tahap berikutnya adalah mengidentifikasi kondisi perusahaan saat ini sesuai realita. Karyawan akan dibina dan dipandu untuk memahami kondisi dan posisi saat ini dengan memisahkan tujuan dan realita yang ada. Dengan begitu karyawan akan lebih aware dengan gap atau kesenjangan antara tujuan dan realita saat ini serta memahami apa tantangan dan hambatan yang akan dihadapi. HRD dan manajerial dapat membantu karyawan di tahap ini dengan menyajikan data mengenai kinerja selama periode yang berlangsung. 

 

Options (Opsi)

Setelah memahami kondisi dari perusahaan saat ini, tahapan selanjutnya adalah mencari opsi untuk mencapai tujuan dan menghadapi tantangan. Opsi bisa ditelusuri melalui diskusi atau brainstorming. Melalui brainstorming, akan ditemukan ide-ide kreatif dan solutif yang bisa digunakan bersama. Semakin banyak opsi akan membawa hasil yang berbeda-beda. Oleh karena itu penting untuk memilih opsi yang memiliki paling sedikit risiko. 

 

Will (Keinginan/Komitmen)

Semua implementasi pasti memerlukan komitmen yang kuat. Tahap terakhir dari proses ini adalah saat karyawan mengambil tindakan tegas untuk bergerak menuju tujuan mereka. Sebuah rencana dibuat, manajer atau trainer akan membimbing ide-ide yang didiskusikan sebelumnya untuk membuat kemajuan Setiap potensi dan kendala yang mungkin ditemui selama proses akan dipertimbangkan, termasuk garis besar untuk mendukung implementasi. Apa tindakan riil yang bisa dilakukan? Kapan waktu yang tepat untuk melakukan tindakan?

Apa pun metode pelatihan dan pengembangan yang digunakan, HRD dan manajerial harus menyusunnya dengan detail dan matang. Tanpa penyusunan yang matang, proses implementasi tak akan berjalan mulus. Diperlukan sebuah perangkat lunak untuk menunjang HRD menyusun pelatihan dengan sistematis dan terstruktur lebih baik.  Melalui modul Learning and Development dalam Software HRD dari LinovHR, HRD mampu mengelola segala hal berhubungan dengan pembelajaran dan pelatihan termasuk Grow Coaching Model demi peningkatan keterampilan, skill, dan kompetensi karyawan. Hubungi LinovHR melalui url berikut ini Contact LinovHR  untuk keterangan lebih lanjut!