hr operating model

Memahami HR Operating Model: Pengertian, Tipe, dan Best Practice

HR operating model adalah sebuah cara untuk mengatur fungsi HRD yang memiliki beberapa model di dalamnya. Model-model tersebut dapat dipilih dan disesuaikan dengan skala perusahaan.

Dengan menggunakannya, perusahaan dapat meningkatkan cara mereka beroperasi dan berkolaborasi.

Simak ulasan LinovHR di bawah ini untuk memahami lebih jauh tentang topik yang satu ini! 

 

 

Pengertian HR Operating Model

HR operating model adalah struktur pengaturan fungsi tim HRD untuk memberikan layanan dan hasil kepada pemangku kepentingan perusahaan dengan cara yang efisien.

Terdapat beberapa jenis HR operating model, seperti model mitra bisnis, model fungsional, hub and spoke, atau model federasi.

Model tersebut dapat dipilih oleh perusahaan bergantung model mana yang paling sesuai dengan organisasi mencakup konteks organisasi, strategi bisnis, serta anggaran yang dimiliki.

Perusahaan yang terpusat akan sesuai dengan HR operating model yang terpusat. Sebaliknya, perusahaan dengan skala yang lebih kecil dan berkembang akan lebih sesuai dengan model yang lebih fungsional.

Hal ini disebabkan karena setiap praktisi HR akan memiliki peran yang berbeda, yang mengarah ke penyampaian layanan SDM yang cepat dan hemat biaya.

 

Tipe-tipe HR Operating Model

Seperti yang dijelaskan pada pengertian di atas, bahwa terdapat beberapa jenis HR operating model yang bisa disesuaikan dengan perusahaan masing-masing. Berikut adalah tipe-tipe dari setiap model operasi HR beserta penjelasannya.

 

1. Model Business Partner

Ini adalah model yang paling lazim digunakan oleh perusahaan. Model ini beroperasi dari perspektif layanan dan solusi bersama yang terpusat dengan fungsi penasehat atau mitra bisnis dalam lini bisnis perusahaan.

Jalur pelaporan model ini biasanya bersifat ganda, yaitu laporan HRD ke dalam bisnis dan fungsi HRD korporat yang terpusat.

Strategi SDM dibuat di seluruh lini bisnis dan teknologi digerakkan dari perspektif terpusat untuk menciptakan konsistensi, skala, dan menghindari duplikasi.

 

2. Model Fungsional

Model ini adalah contoh paling umum untuk perusahaan dengan skala yang lebih kecil dan serupa dengan model mitra bisnis. Akan tetapi, fungsi dan keahlian serupa diatur bersama ke dalam departemen yang akan dilaporkan ke pimpinan HRD pusat. 

Teknologi dan strategi didorong secara terpusat, dan segala bentuk pengambilan keputusan sebagian besar didorong dari pihak pimpinan. 

 

3. Model Front-back Delivery

Model front-back beroperasi dari fungsi back office bersama yang dapat dimanfaatkan oleh front office saat diperlukan dan sesuai dengan kebutuhan lini bisnis tertentu. 

Strategi didasarkan pada prinsip-prinsip yang sama, namun di setiap lini bisnis, strategi yang berbeda akan dibuat agar lebih terlokalisir ke area yang spesifik. 

Teknologi digunakan secara bersama, namun tergantung pada kebutuhan, teknologi lain juga dapat digunakan di setiap lini bisnis.

 

4. Model Hub and Spoke

HR operating model hub and spoke akan berperan sebagai fungsi terpusat yang mendorong konsistensi, strategi, dan teknologi/layanan bersama.

Setiap spoke yang berbeda akan bertanggung jawab atas lokalisasi solusi berdasarkan kriteria yang ditetapkan seperti geografi, unit BU, atau BU Vertikal.

 

5. Model Federasi

HR operating model federasi akan beroperasi sebagai HRD yang berada pada lini bisnis yang independen dan selaras dengan unit bisnis perusahaan. Strategi HRD akan diatur dalam setiap federasi berdasarkan prinsip-prinsip yang ditetapkan. 

Teknologi biasanya dibagikan untuk mendapatkan efisiensi biaya melalui skala, tetapi federasi memiliki hak untuk mendapatkan teknologi mereka sendiri jika memungkinkan.

 

Baca Juga: Bagaimana Proses Integrated Talent Management

 

Best Practice dalam HR Operating Model 

Saat akan mengimplementasikan HR operating model, terdapat beberapa best practice yang bisa Anda ikuti agar penerapan ini bisa berjalan dengan efektif. Berikut adalah penjelasannya.

 

1. Jadikan Strategi Bisnis sebagai Tumpuan

HR operating model tidak boleh dirancang secara terpisah. Model operasi yang paling efektif adalah model yang sesuai dengan situasi bisnis serta strategi per individu yang diturunkan dari strategi bisnis. 

Perusahaan yang sangat terdesentralisasi dengan banyak bisnis independennya masing-masing membuat strategi individu sendiri akan mendapat beberapa manfaat dari model federasi sementara model fungsional yang lebih terpusat akan jauh lebih tidak efektif.

 

2. Bekerja Sama

Memilih dan menerapkan HR operating model yang baru adalah program jangka panjang yang membutuhkan pemetaan peran dan keterampilan, serta komunikasi yang ekstensif, manajemen perubahan, dan pelatihan.

Untuk menerapkannya dengan efektif, perusahaan bisa bekerja sama dengan konsultan yang berpengalaman dalam merancang dan menerapkan model tersebut. 

 

3. Membuat Peta Kompetensi  

Untuk membuat model operasi berfungsi, Anda perlu memahami kompetensi (atau kemampuan) yang diperlukan. Jika Anda ingin memiliki mitra bisnis strategis sebagai bagian dari model Anda, Anda perlu memastikan bahwa Anda memiliki profesional dengan pemahaman bisnis yang baik agar dapat terlibat dengan bisnis pada topik strategis. 

Salah satu alasan umum mengapa begitu banyak model operasi tidak efektif adalah karena organisasi lupa memetakan kemampuan yang diperlukan untuk mengeksekusi cara yang mereka inginkan untuk bekerja.

 

4. Mengaktifkan Model Operasi

Kesalahan umum yang dilakukan perusahaan adalah kebanyakan dari mereka gagal mengaktifkan organisasi pada target model operasi. Model operasi baru sering melibatkan perubahan judul, tanggung jawab, dan deskripsi pekerjaan. Ini perlu dikomunikasikan dan dipahami oleh semua orang sebelum bisa diimplementasikan efektif.

 

5. Memisahkan Struktur Pelaporan dengan Model Operasi

Struktur pelaporan di perusahaan kerap mengalami perubahan saat peran atau suatu komposisi tim berubah. Perubahan jalur pelaporan dan perubahan model operasi tidaklah sama.

Model operasi adalah perubahan yang mengacu pada bagaimana HR operating model memberikan layanan dan tidak boleh dilakukan tanpa mempertimbangkan upaya yang diperlukan untuk mendorong perubahan ini.

 

Baca Juga: Analisis Beban Kerja: Pengertian, Cara Menghitung, hingga Contohnya

 

 

Peran Teknologi dalam HR Operating Model

Teknologi menjadi salah satu faktor pendukung dalam lingkungan kerja dalam menciptakan hasil kerja yang sesuai. Peran teknologi untuk HR operating model tidak lain adalah menghasilkan efisiensi kerja yang maksimal. 

Peran lain dari teknologi dalam mengimplementasikan HR operating model, adalah seperti membantu perusahaan dalam menghadapi tantangan penting, mulai dari menggunakan model bisnis dan mendorong inovasi, serta mendorong pemahaman digital, baik dalam fungsi SDM maupun tenaga kerja secara keseluruhan.

Selain itu, teknologi juga mengubah teknologi HRD dari proses pendukung menjadi pendorong inovasi. Pemimpin HRD perlu mengeksplorasi teknologi manajemen sumber daya manusia (HCMS) yang berkembang untuk memahami kemampuan dan kematangan teknologi baru dan yang sudah ada, bersama dengan penerapannya pada tantangan bisnis tertentu.

Selain itu, teknologi juga berperan untuk menghubungkan karyawan dan perusahaan untuk mendukung perkembangan dan kesejahteraan bersama. Teknologi juga sangat membantu HR dalam mengelola performa dan produktivitas karyawan, dan memudahkan perencanaan tenaga kerja di perusahaan.

 

Software HRIS LinovHR Bantu Optimalkan HR di Perusahaan

Teknologi memiliki peran penting untuk optimalisasi HR operating model di perusahaan. Selain itu, teknologi juga sangat membantu HR dalam menyederhanakan pekerjaannya dengan cara otomatisasi untuk pengelolaan karyawan.

Untuk optimalisasi yang maksimal, HR bisa mempercayakan pengelolaan karyawan dengan bantuan Software HRIS LinovHR. Dengan Software ini, HR bisa memiliki lebih banyak waktu untuk pekerjaan lain yang dapat memaksimalkan fungsi strategis HR di perusahaan.

 

LinovHR

 

Software HRIS LinovHR dilengkapi dengan beberapa modul dan fitur-fitur yang bermanfaat untuk setiap program dari tim HRD, seperti perekrutan, manajemen kinerja karyawan, manajemen suksesi, sistem penggajian atau payroll, dan masih banyak lainnya.

Selain itu, Software HRIS LinovHR juga memiliki keunggulan berupa kemudahan dan keamanan dalam akses data karyawan di dalamnya.

Sehingga, HR bisa menggunakan data tersebut kapan saja dan di mana saja tanpa perlu khawatir. Mudahkan setiap pekerjaan HRD di perusahaan Anda dengan Software HRIS LinovHR.