rasio profitabilitas

Jenis-Jenis dan Rumus Rasio Profitabilitas

Perusahaan biasa menggunakan beberapa rasio untuk mempermudah analisis kondisi keuangan perusahaan dalam laporan keuangan. Setiap tahun perusahaan akan menerbitkan laporan keuangan dan dibaca oleh berbagai macam pihak yang memiliki kepentingan terhadap laporan tersebut.  Rasio profitabilitas adalah salah satu di antara rasio yang digunakan perusahaan. Di bawah ini LinovHR akan menjelaskan tentang apa itu rasio profitabilitas dan bagaimana cara menghitungnya. 

 

Apa itu Rasio Profitabilitas? 

Tujuan utama perusahaan menjalankan operasi bisnis adalah mencapai visi dan misi serta memperoleh keuntungan maksimal. Rasio profitabilitas berperan untuk mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan untuk mendapatkan laba dan pendapatan terkait penjualan dengan penggunaan rumus tertentu. Biasanya perusahaan menghitung profitabilitas dalam periode keuangan satu tahun dan dicantumkan dalam laporan keuangan. 

 

Mengapa Perusahaan Perlu Menghitung Rasio Profitabilitas? 

Perusahaan menjalankan bisnis untuk memperoleh laba dan pendapatan demi keuntungan. Perhitungan data keuangan perusahaan yang panjang lebar tak selalu mudah dipahami khususnya bagi orang non-finance. Akhirnya, perusahaan menggunakan rasio profitabilitas untuk lebih mudah mengetahui kondisi keuangan. Interaksi perusahaan berhubungan dengan berbagai pihak baik internal maupun eksternal yang berpengaruh terhadap perkembangan bisnis. 

 

Baca Juga: Jenis Rasio Keuangan dalam Perusahaan

 

Contoh pihak eksternal adalah investor, kreditur, distributor, dan masyarakat. Mereka perlu mengetahui kondisi keuangan perusahaan khususnya dalam hal kemampuan mendapatkan laba dan pendapatan agar dapat menentukan arah relasi selanjutnya dengan perusahaan. Misalkan investor, mereka tidak akan melanjutkan investasinya kepada perusahaan jika perusahaan memiliki kemampuan mendapatkan laba dan pendapatan yang rendah. Begitu pula dengan distributor dan kreditur yang akan terhambat proses bisnisnya ketika perusahaan yang bekerja sama memiliki kemampuan profitabilitas rendah. Masyarakat pun enggan untuk membeli saham dari perusahaan yang tidak mampu mendapatkan laba dan pendapatan yang optimal. 

Sementara dari sisi internal perusahaan, pihak manajerial adalah pihak yang paling memerlukan data profitabilitas. Manajerial akan meneliti hasil profitabilitas dan menentukan strategi bisnis apa yang akan dilakukan demi kelangsungan perusahaan yang berkelanjutan. Jadi, penting bagi perusahaan untuk menjalankan bisnisnya dengan baik kemudian mengolah dan menghitung data tersebut dalam rasio profitabilitas.  

 

Rumus Rasio Profitabilitas

Ada beberapa jenis rasio profitabilitas yang digunakan dalam mengetahui kemampuan perusahaan dalam mendapatkan keuntungan. Masing-masing jenis rasio memiliki fungsi dan indikator yang berbeda. 

 

1. Marjin Laba Kotor (Gross Profit Margin)

Marjin Laba Kotor adalah rasio yang digunakan untuk mengetahui persentase laba kotor terhadap pendapatan perusahaan. Laba kotor dipengaruhi laporan arus kas dengan mempertimbangkan biaya produksi. Dengan rasio ini, perusahaan mengukur efisiensi perhitungan harga pokok atau biaya produksi. Semakin besar marjin laba kotor, berarti semakin efisien operasional perusahaan. Sebaliknya jika hasilnya semakin kecil, berarti perusahaan kurang cakap dalam melakukan operasional. Marjin laba kotor dapat dihitung melalui rumus: 

 

Marjin Laba Kotor = Penjualan – Harga Pokok Penjualan / Penjualan

 

2. Marjin Laba Bersih (Net Profit Margin)

Marjin Laba Bersih digunakan untuk menilai persentase laba bersih yang didapat setelah dikurangi pajak terhadap pendapatan dari penjualan. Jika hasil marjin laba besri semakin tinggi, semakin baik pula operasional perusahaan. Cara hitungnya dapat menggunakan rumus: 

 

Marjin Laba Bersih  = Laba Bersih Dipotong Pajak / Penjualan

 

3. Return on Equity Ratio (ROE)

ROE penting bagi investor, karena rasio ini menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari investasi yang ditanam oleh investor.  Hasil dari REO dinyatakan dalam  persentase. ROE menunjukkan seberapa sukses perusahaan mengelola modal sehingga tingkat keuntungan diukur dari investasi. Rumusnya dapat dihitung menjadi: 

 

ROE = Laba Bersih Setelah Dipotong Pajak / Ekuitas Pemegang saham

 

4. Return on Sales Ratio (ROS)

ROS menampilkan keuntungan perusahaan setelah pembayaran biaya faktor produksi seperti gaji karyawan, bahan baku, dan lainnya sebelum dikurangi pajak. Rasio ini menampilkan level keuntungan yang diperoleh dari setiap penjualan. Berikut ini rumus untuk menghitung Return on Sales (ROS).

 

ROS =  Laba atau Keuntungan Sebelum Pajak dan Bunga / Penjualan

 

Baca Juga: Rumus dan Faktor yang Mempengaruhi Rasio Likuiditas

 

5. Return on Capital Employed (ROCE)

ROCE mengukur keuntungan perusahaan dari modal yang dipakai dalam bentuk persentase dan mencerminkan efisiensi serta profitabilitas modal atau investasi perusahaan. Berikut ini 2 rumus ROCE yang sering digunakan: 

 

ROCE = Laba atau Keuntungan Sebelum Pajak dan Bunga / Modal Kerja

atau

ROCE = Laba atau Keuntungan Sebelum Pajak dan Bunga / (Total Aset – Biaya Kewajiban)

 

6. Return on Investment (ROI)

ROI berguna untuk mengukur kemampuan perusahaan secara menyeluruh dalam menghasilkan keuntungan terhadap jumlah aktiva yang tersedia di perusahaan. Semakin tinggi ROI berarti semakin baik keadaan perusahaan. Rumus ROI adalah: 

 

ROI = Laba Bersih Setelah Potongan Pajak / Total Aktiva

 

7. Earning Per Share (EPS)

Dari EPS, perusahaan akan mengetahui level kemampuan lembar saham dalam menghasilkan laba perusahaan. Manajemen perusahaan, investor, dan masyarakat umum yang hendak membeli saham sangat memperhatikan EPS karena menjadi parameter  kesuksesan perusahaan dan keuntungan dari saham. Rumus EPS adalah: 

 

EPS = Laba Bersih Setelah DIpotong Pajak – Dividen Saham Preferen / Jumlah Saham Biasa yang Beredar

 

Demikianlah penjelasan mengenai rasio profitabilitas. Pada dasarnya perusahaan harus memperhatikan perkembangan dan kinerja perusahaan melalui hasil akhir dalam laporan keuangan. Rasio-rasio di atas membantu perusahaan memperhitungkan tingkat keuntungan. Rasio profitabilitas mencerminkan kondisi dan kemampuan perusahaan dalam mendapatkan keuntungan. Maka dari itu, jika ditemukan masalah dalam rasio tersebut, pihak manajerial perusahaan akan merumuskan strategi untuk mengatasinya.