kandidat idaman

Kandidat Idaman Kabur, HRD Harus Bagaimana?

Mencocokan kandidat dengan value unik dengan kebutuhan perusahaan memang gampang-gampang susah. Sebab, tidak selalu karyawan dengan keunggulan tertentu akan cocok bekerja di sebuah perusahaan, mengingat nilai perusahaan pasti berbeda. 

Dalam hal ini, dibutuhkan perhatian lebih oleh seorang HR Recruiter. Biasanya, HR recruiter biasanya punya insting yang kuat untuk mendeteksi kandidat unggul. HR recruiter akan senang bukan main jika menemukan kandidat yang cocok dengan kebutuhan perusahaan. 

Begitu kandidat unggul ditemukan dan berhasil lolos, tahu-tahu kabur tanpa kejelasan? Bagaimana HRD menangani hal ini? 

 

Alasan Kandidat Mundur

Tidak mungkin kandidat mundur begitu saja dalam fase pencarian kerja. Ada banyak alasan mengapa kandidat memutuskan untuk mundur. Di bawah ini adalah alasan umum mengapa kandidat memutuskan mundur: 

 

Notifikasi Terlambat 

Biasanya pihak HRD akan mengabari kandidat setelah karyawan berhasil melalui berbagai tahap rekrutmen. Akan tetapi, sayangnya HRD tidak selalu mengabarkan kandidat di waktu yang tepat. rupanya  kandidat mendapatkan notifikasi telah diterima dari perusahaan lain. Pasti kandidat memilih perusahaan yang memberikan notifikasi lebih cepat. 

 

Mendapatkan Penawaran yang Lebih Menarik

HRD sudah oke, pihak user sudah oke, berarti kandidat idaman siap direkrut dan tinggal tandatangan kontrak kerja. Ternyata, perusahaan lain memberikan penawaran lain yang lebih menarik dari segi posisi atau gaji. Tentu saja kandidat akan mudah berpaling ke perusahaan lain yang lebih menguntungkan. 

 

Job Description Tidak Jelas

Ketika proses wawancara, biasanya HRD akan menjelaskan apa saja job description yang akan diemban kandidat ketika nantinya akan bergabung dengan perusahaan. Namun, bagaimana jika job description yang Anda jelaskan tidak begitu jelas? Tentu saja kandidat enggan untuk bergabung. 

 

Baca Juga: Karyawan Kutu Loncat Dibenci HRD, Apa Benar? 

 

Apa yang Harus Dilakukan HR Recruitment Mengenai Hal ini? 

Kejadian kandidat unggulan kabur bukan lagi hal yang asing. HRD harus kembali mencari kandidat lain yang benar-benar cocok dengan perusahaan. HR recruiter dapat mengatasinya dengan melakukan negosiasi ulang. 

Contohnya, jika kandidat menerima penawaran yang lebih tinggi dari perusahaan lain, HR recruiter bisa menawarkan penawaran yang setidaknya sama atau lebih tinggi dari perusahaan lain tersebut termasuk benefit dan lainnya. Sehingga kandidat akan mempertimbangkan ulang dan memilih untuk bergabung dengan perusahaan. 

Lalu, bagaimana jika kandidat tersebut sudah tanda tangan kontrak kerja dan tetap ingin mundur dari proses seleksi? Ini yang agak perlu diperhatikan oleh HRD. Secara teknis, perusahaan tidak bisa menggugat apapun karena kandidat belum mendapatkan benefit atau kompensasi dari perusahaan. 

HRD bisa memberlakukan blacklist kepada kandidat yang menghilang ketika sudah tanda tangan kontrak. Jadi, ketika kandidat kembali melamar kerja di perusahaan yang sama untuk posisi lain, bisa saja HRD enggan memproses karena dulu kandidat pernah menghilang ketika sudah tanda tangan kontrak tanpa alasan yang jelas.  

Perlu diingat bahwa kebijakan setiap perusahaan pasti akan berbeda. Ada juga perusahaan yang tidak memberlakukan kebijakan apapun kepada kandidat yang menghilang setelah tanda tangan kontrak.  

Selain itu, HRD juga harus menjaga informasi mengenai daftar blacklist tersebut hanya untuk internal perusahaan. Sebab, jika informasi tersebut bocor ke eksternal perusahaan apalagi di-posting ke media sosial. Karena hal ini justru dapat dikategorikan sebagai pencemaran nama baik. 

 

Baca Juga: Apa yang Harus HRD Lakukan JIka Karyawan Mangkir? 

 

Ingin Rekrutmen Jauh Lebih Mudah? LinovHR Solusinya! 

Mengelola rekrutmen biasanya akan memakan waktu lama, khususnya jika posisi yang harus diisi membutuhkan kompetensi tertentu. Pastinya persaingan antar perusahaan juga cukup kuat. Untuk menyukseskan proses rekrutmen, HRD profesional dapat mengandalkan software rekrutmen dari LinovHR. 

Dengan menggunakan software rekrutmen dari LinovHR, proses rekrutmen bisa berjalan lebih sistematis dan efisien mulai dari seleksi hingga kandidat jadi bergabung dalam perusahaan. HRD pun tidak perlu pusing dengan segala dokumen kandidat yang menggunung atau menumpuk di meja kerja. Semua dapat diselesaikan melalui software rekrutmen dari LinovHR!

Ingin informasi lebih lengkap? Segera hubungi tim layanan LinovHR dan konsultasikan kebutuhan perusahaan Anda!